Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
143. Bagaimana...


__ADS_3

Setelah kepergian Jay dan El, Lucca berjalan kearah belakang gedung tersebut diikuti oleh Cenzo dibelakang belakangnya.


"Kenapa kau melepaskan mereka begitu saja" Ucap Cenzo setengah menahan emosi


"Kau tenang saja kak, biarkan mereka menangkap bos mereka sendiri" Jawab Lucca dengan entengnya


Cenzo dengan cepat langsung mendekat kearah Lucca dan meninju wajah Lucca dengan sangat keras.


"Apa kau tidak tau sebahaya apa mereka ha?, Para bajingan itu sudah hampir membunuh istri dan anakku tapi kau malah dengan mudah melepaskan para bajingan itu" Teriak Cenzo


Pikiran Cenzo sangat-sangat berantakan sekarang. Cenzo tidak bisa berfikiran jernih karena keadaan yang sudah menimpa Nara dan Clay. Jika bisa biarkan Cenzo sendiri yang mendapat tembakan tidak usah melibatkan keluarga kecilnya.


Lucca bangun dan memukul Cenzo kembali agar Cenzo sadar.


"Aku juga melakukan yang terbaik untuk kakak ipar dan Clay, Jika bukan gara-gara mereka aku tidak akan membantumu sejauh ini mengingat sifat keras kepalamu itu" Ucap Lucca tak kalah kencangnya.


"Sialan" Ujar Cenzo sambil mengusap darah yang ada di sudut bibirnya.


"Aku belum menjelaskan rencana ku secara merinci tapi kau sudah emosi saja, dasar pak tua" Ucap Lucca


"Jelaskan sekarang atau kau akan ku lempar ke kandang Bamm" Kata Cenzo sambil menunjuk sebuah kandang yang terdapat satu ekor singa jantan berukuran besar disana


Lucca hanya tersenyum mendengar perkataan Cenzo baru saja. Lucca berjalan kearah kursi dan mengajak Cenzo untuk duduk didepannya.


"Kau ini lucu sekali kak, Bamm itu milikku mana mungkin dia memakan tuannya" Ejek Lucca


"Sialan kau, cepat jelaskan saja jangan banyak bicara kau" Cenzo mulai tak sabar ingin mendengar rencana Lucca


"Baiklah-baiklah. Kau dengar sendiri kan yang aku bicarakan dengan dua bajingan tadi, Aku menyuruh mereka untuk membawa semua orang yang terlibat dalam masalah ini kepadaku dan....."


"Bagaimana jika dia tak menjalankan perintah mu dan mengkhianati mu?" Ucap Cenzo yang tiba-tiba memotong perkataan Lucca


"Kau ini bodoh sekali ya kak, aku sudah memasang alat pelacak dan penyadap suara di mereka berdua, kau jangan khawatir" Kata Lucca


Cenzo mencoba mencerna perkataan Lucca sejenak sambil melihat kearah Bamm.


"Baiklah aku percayakan kepadamu, tapi jika kau gagal lihat saja kau" Ucap Cenzo


"Apa kau pernah melihat atau mendengar jika aku gagal selama ini?" Tanya Lucca dengan sombong


"Tidak pernah sih, tapi kita lihat saja nanti"


__ADS_1



Di bandara terlihat Jimin baru saja tiba bersama dua anak buahnya yang menjemputnya di bandara.



"Bawa wanita itu masuk kedalam mobil" Ucap Jimin kepada salah satu anak buahnya


"Baik bos"



Mobil mereka pun langsung bergegas menuju rumah Cenzo. Jimin melihat wanita yang sedang pingsan itu disampingnya. Terlihat cantik khas orang Itali.



Jimin memejamkan matanya sejenak karena kelelahan. Tadi didalam pesawat saat Jimin baru saja terlelap dalam tidurnya Wanita itu terbangun dan langsung memberontak ingin melarikan Jimin pun langsung melihat ketempat wanita itu yang sedang berteriak-teriak tak jelas.



"Aaaggghhhhhh...... menyusahkan sekali kau" Ucap Jimin.



Jimin mengambil obat bius dari dalam tasnya dan berjalan kearah wanita itu.


"Lepaskan aku sialan, kenapa kau mengikatku seperti ini" Kata Alice


"Kau akan tau nanti" Jimin langsung menancapkan suntikan tersebut ke tangani Alice.



Alice perlahan-lahan mulai kehilangan kesadarannya dan Jimin menjadi tenang kembali.



.


.



Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu panjang Jimin pun akhirnya sampai di rumah Cenzo. Jimin langsung masuk kedalam tapi begitu masuk rumah dalam keadaan kosong dan tidak ada seorang pun disana.

__ADS_1



"Kemana perginya mereka semua" Ucap Jimin sambil menuju kebelakang rumah tapi tetap saja tak menemukan mereka semua.



Jimin pun mengambil ponselnya dan menghubungi Cenzo, Cukup lama menunggu tapi Cenzo tak kunjung menjawab panggilannya.


"Kemana si brengsek ini" Ucap Jimin



Jimin kembali menghubungi Lucca tapi Lucca tidak menjawabnya juga jadi Jimin menghubungi Suho, jika tidak dijawab juga akan Jimin bakar rumah ini.



Beberapa saat kemudian Suho menjawab panggilan dari Jimin.


"Kemana perginya semua orang, dirumah kosong sekali" Ucap Jimin saat panggilan sudah terhubung


"Saya sedang dirumah sakit tuan, nyonya Nara sedang dirawat ini saya sedang menjaganya bersama dengan Clay dan Mate beliau baru saja selesai operasi" Jawab Suho dari balik telepon



"Apa yang terjadi dengan Nara, Kenapa dia dioperasi?" Tanya Jimin


"Nyonya tadi mendapat luka tembakan Tuan" Kata Suho


"Lantas dimana Cenzo dan Lucca kenapa kau sendiri?" Tanya Jimin


"Tuan sedang pergi ke markas biasa tuan Lucca"



Jimin segera mengakhiri panggilan tersebut dan langsung berjalan ke luar. Tapi saat Jimin lewat di ruang depan, Jimin melihat Alice yang terbaring disana dengan masih tak sadarkan diri.



"Sial aku hampir saja melupakannya" Ucap Jimin dan langsung mengangkat tubuh Alice dan membawa ke kamarnya. Jimin mengunci pintu kamarnya agar Alice tidak bisa kabur dari sana.



Setelah dirasa semua sudah beres Jimin pun segera menyusul Cenzo dan Lucca.

__ADS_1



Next.....


__ADS_2