Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
184. Lebih Dekat


__ADS_3

Sesuai yang sudah Jimin janjikan tadi. Jimin mengantarkan Alice untuk pergi bekerja. Karena Alice bilang dirinya tadi akan mampir untuk membeli makan jadi Jimin ikut juga untuk sekalian makan hitung-hitung itu kencan pertama mereka berdua.


"Kau ingin makan apa?" Tanya Jimin saat mereka ada sedang dalam perjalan mencari makan siang


"Terserah kau saja, tapi intinya aku ingin makan yang berat-berat" Jawab Alice dengan senyum diwajahnya


Jimin yang saat itu tidak sengaja menolehkan pandangannya kearah Alice yang sedang tersenyum dengan manis itu seperti kehilangan kesadarannya.


"Sadar kau" Ucap Jimin sambil menampar pipinya sendiri


Alice yang melihat itu pun terkejut, kenapa tiba-tiba Jimin menampar dirinya sendiri tanpa ada maksud yang jelas seperti itu.


"Jimin kau tidak apa-apa?" Tanya Alice yang secara refleks langsung memegang lengan Jimin


Jimin yang terkejut langsung menghempaskan tangan Alice dari lengannya.


Alice yang mendapatkan perlakuan seperti itu juga merasa bersalah karena dirinya menyentuh Jimin tanpa persetujuan dari Jimin.


"Maaf aku tidak bermaksud kasar padamu" Ucap Jimin dengan pandangan yang terus fokus ke depan.


"Tidak aku yang minta maaf karena sudah menyentuhmu. Maafkan aku" Alice berbicara dengan nada yang begitu pelan. Perkataanya yang keluar dari mulutnya terdengar menyedihkan.


Jimin semakin merasa tidak enak karena membuat Alice merasa bersalah seperti itu. Jadi Jimin memutuskan untuk membawa Alice ke salah satu restoran favoritnya.


Untung saja lokasi restoran itu sudah tidak jauh dengan posisi mereka sekarang. Jadi mereka berdua tak perlu canggung-canggung lagi.


Mereka sudah sampai di restoran tersebut. Jimin segera turun dan membukakan pintu mobil untuk Alice.


Sekarang Jimin tidak merasa canggung lagi tapi Alice yang semakin merasa canggung.


Bisa dilihat Jimin sudah bergerak lebih cepat sekarang. Mungkin dia sudah menyadari bahwa dirinya tertarik kepada Alice.


"Ayo masuk" Ucap Jimin sambil berjalan mendahului Alice


"Iya" Alice berjalan dengan canggung-canggung belakang Jimin


Saat mereka berdua masuk kedalam restoran. Mata Alice langsung berbinar. Tidak pernah dirinya melihat restoran dengan desain yang begitu elegan seperti ini.


Alice memang orang yang secara finansial mampu tapi dirinya tak pernah menghambur-hamburkan uangnya hanya untuk makan ditempat yang mahal seperti ini selagi rasa makanannya sama lebih baik Alice mencari ditempat yang harganya lebih terjangkau.


"Duduk disini saja" Ucap Jimin sambil menunjuk salah satu meja didekatnya

__ADS_1


Alice pun tanpa membantah langsung ikut duduk didepan Jimin.


"Kau mau pesan apa?" Tanya Jimin


"Samakan seperti punya kamu saja"


Jimin segera memanggil pelayan agar dapat segera memesan.


"Tolong dua pasta carbonara dan dua lemon tea"


"Baik tuan silahkan ditunggu sebentar"


Selagi menunggu pesanan mereka datang, mereka berdua mengobrol-ngobrol santai karena pandangan mata Jimin tak bisa lepas dari wajah Alice yang terlihat selalu saja ceria.


Tak terasa akhirnya pesanan mereka pun telah sampai. Sambil memakan mereka bercerita-cerita ringan.


.


.


Setelah selesai urusan makan. Sekarang saatnya Jimin untuk mengantarkan Alice bekerja.


Tadi sempat ada kejadian lucu saat akan membayar makan mereka. Alice yang orangnya tidak enakan menolak dengan keras saat Jimin akan membayari makanannya.


"Ini billnya tuan" Kata salah satu pelayang yang datang ke meja mereka berdua


Jimin melihat bill tersebut kemudian mengeluarkan dompet dari dalam saku jasnya.


Alice yang melihat Jimin mengambil dompet juga dengan cepat mengambil dompet di dalam tasnya.


Alice mengeluarkan 3 lembar uang dan dia berikan kepada Jimin. Jimin pun bingung karena Alice tiba-tiba memberinya uang.


"Untuk?" Tanya Jimin


"Makananku tadi aku harus membayarnya sendiri kan" Ucap Alice dengan santainya


Jimin begitu kesal mendengar itu. Dengan cepat Jimin langsung mengembalikan uang itu kepada Alice dan memberikan kartu kreditnya kepada pelayan itu.


"Kenapa kau kembalikan, aku akan membayar makananku sendiri Jimin" Ucap Alice masih dengan keras kepalanya


Semua pengunjung yang ada di restoran tersebut langsung melihat kearah mereka karena Alice berbicara cukup keras.

__ADS_1


Jimin tersenyum canggung kepada para pengunjung di restoran tersebut.


"Apa kau kira suamimu ini tak mampu membayar makana itu untuk istrinya ha" Ucap Jimin


Alice pun langsung terbatuk-batuk mendengar perkataan Jimin yang bilang kalau mereka berdua pasangan suami istri.


"Sudahlah sayang jangan marah-marah terus, ayo kita cepat pulang kasih bayi kita nanti" Ucap Jimin tanpa rasa bersalah sedikit pun dan langsung mengambil kartu kreditnya setelah itu meninggalkan Alice duluan.


Dengan wajah-wajah linglung Alice keluar dari dalam restoran dan masuk kedalam mobil.


Flashback off


Selama perjalanan menuju rumah sakit tempat Alice bekerja tidak ada percakapan sama sekali antara mereka berdua.


Tak terasa akhirnya mereka pun sampai di tempat kerja Alice.


"Kau kerja dirumah sakit ini?" Tanya Jimin basa-basi


"Iya, kau mau ikut kedalam" Alice tak enak jika langsung menyuruh Jimin untuk pulang sesudah mengantarkannya


"Boleh juga, ayo" Dengan semangat Jimin menggandeng tangan Alice dan masuk kedalam rumah sakit.


Alice pun mulai sedikit terbiasa dengan perlakuan Jimin yang selalu menggandeng tangannya setiap kali berjalan.


"Wah wah ada yang bawa pacar baru nih" Ucap salah satu teman kerja Alice


"Bukan, dia bukan pacarku" Tolak Alice


Jimin yang merasa tertolak pun memiliki rencana yang tersusun rapi di otaknya.


"Sayang kenapa kau jadi malu-malu seperti ini untuk mengakui diriku, kita kan bulan depan sudah akan menikah" Ucap Jimin sambil mengecup pipi Alice


Sekali lagi Alice hanya bisa diam dan tersenyum dengan Canggung.


"Hahaha iya, menikah" Ucap Alice


"Ditunggu undangannya ya, ayo cepat kita kerja Dokter Alice" Kata rekan kerjanya itu sambil menarik tangan Alice


Jimin memandang Alice yang sudah mulai menjauh dari pandangannya. Sebelum pergi Jimin melambaikan tangan kepada Alice dan Alice pun membalasnya.


Jimin pergi dari dari dengan perasaan yang begitu berbunga-bunga. Sangat jarang dia merasa senang seperti ini.

__ADS_1


"Sudah sekarang saatnya fokus kerja lagi" Ucap Jimin dan langsung melajukan mobilnya ke rumah sakitnya.


Next....


__ADS_2