
Cenzo terbangun terlebih dahulu pagi ini. Cenzo melihat Nara tertidur pulas di sampingnya. Cenzo mengingat kembali kejadian tadi malam, Dia tidak memberikan Nara istirahat sama sekali.
Bagi Cenzo tidak ada kata istirahat jika sudah menyangkut tentang urusan ranjang. Cenzo menggempur Nara sampai jam 4 pagi. Bayangkan saja bagaimana lelahnya Nara.
Tadi malam mereka sempat beristirahat selama 30 menit. Tapi Cenzo begitu tak bisa menahan hasratnya karena mereka tidur tidak mengenakan pakaian dan Nara terus saja menempel kepada Cenzo saat tidur jadi Cenzo tak bisa menahannya dan menerkam Nara kembali.
"Baby ayo bangun kita sarapan" Cenzo berbisik tepat ditelinga Nara sambil mengelus-elus rambut Nara.
Nara hanya menggeliat saja di balik selimut dan malah menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya.
Cenzo yang melihat itu menarik kembali selimut Nara agar tak menutupi kepalanya.
"Baby, ayolah bangun jangan seperti anak kecil" Kata Cenzo
"Eeemmm Oppa, kaki ku masih lemas, sepertinya aku tidak bisa berjalan" Ucap Nara.
Cenzo mencoba menahan tawanya mendengar perkataan Nara. Cenzo takut Nara marah tak tak memberikan jatah lagi kepadanya.
"Maafkan Oppa ya, Oppa tak bisa menahan hasrat Oppa sendiri hingga melukaimu" Kata Cenzo dengan suara yang terdengar penuh penyesalan.
Nara langsung membuka matanya dan melihat Cenzo yang sedang menunduk disampingnya.
"I'm ok Oppa jangan terlalu khawatir, itu juga kan sudah menjadi kewajiban ku sebagai istrimu" Ucap Nara sambil memegang tangan Cenzo
Cenzo mendekatkan wajahnya dan mencium kening Nara.
"Kau memang wanita tercintaku. Ya sudah sekarang kau istirahat saja tapi sebelum itu kenakan pakaian terlebih dahulu takut nanti kalau anak-anak masuk melihatmu telanjang kan tidak lucu. Aku pun tidak mau ada yang melihat tubuhmu selain aku" Ucap Cenzo
"Baiklah"
Cenzo tak langsung pergi dari sana, Cenzo masih membantu Nara untuk mengenakan pakaiannya setelah semua selesai dan Nara sudah berbaring kembali dan Cenzo memunguti baju-baju yang berserakan dilantai kemudian masuk kedalam kamar mandi dan segera membersihkan tubuhnya sebelum turun kebawah.
Tiga puluh menit telah berlalu, Cenzo keluar dari dalam kamar mandi sudah dengan pakaian lengkap. Sekarang Cenzo tak akan pergi ke kantor terlebih dahulu, Cenzo sudah menyuruh Suho untuk mengurus semua pekerjaan dan semua keperluan untuk Cenzo pindah.
Cenzo melihat Nara yang kembali terlelap diatas tempat tidur. Cenzo mendekat kearah Nara dan mencium kening Nara setelah itu pergi kebawah untuk sarapan.
Cenzo melihat dimeja makan sudah ada Lucca, Jimin, Clay dan Mate. Cenzo tak menemukan dokter Alice disana.
__ADS_1
"Dokter Alice kemana?" Tanya Cenzo sambil duduk disebelah Jimin
"Tak tau" Jawan Lucca
"Bi tolong panggilkan dokter Alice di kamarnya untuk ikut sarapan" Ucap Cenzo
"Baik tuan"
"Mommy mana Dad?" Tanya Mate
"Mommy dikamar boy, mommy sedang sakit" Jawab Cenzo sambil memakan makanannya.
"Adik bayi ayo cepat makan dan melihat Mommy" Ucap Mate sambil terburu-buru memasukkan makannya kedalam mulut hingga mulutnya penuh.
"Pelan-pelan saja boy, Mommy mu tidak akan kabur" Ucap Lucca
"Yes Uncle"
Setelah kejadian penculikan itu dan Cenzo sudah menemukan Nara dan Clay, Cenzo mempekerjakan Baby sister yang juga sudah terlatih bela diri untuk menjaga Anak-anak agar mereka lebih aman.
Beberapa saat Alice pun datang dan langsung duduk disamping Mate.
"Hay boy" Sapa Alice kepada Mate
"Hallo Auntie"
"Makanlah juga" Ucap Cenzo dengan cuek
Cara bicara Cenzo kepada wanita lain dan kepada Nara sudah beda. Cenzo akan berbicara lembut saja kepada Orang-orang terdekatnya.
"Maaf tuan tapi Nara sedang kemana?" Tanya Alice
"Nara sedang sakit dan dia sedang ada dikamar" Jawab Cenzo.
"Bi buatkan makanan kesukaan Nara dan segera antar ke kamar" Teriak Cenzo dan langsung berjalan menuju kamarnya karena Cenzo sudah menyelesaikan makannya.
Cenzo masuk kedalam kamar setelah menelpon Suho tadi untuk mempersiapkan semua berkas-berkas penting yang akan dia bawa ke Itali. Cenzo juga meminta Suho untuk ikut kesana sebagai asisten tetapnya.
__ADS_1
Cenzo iku berbaring lagi di samping Nara sambil mengerjakan pekerjaannya yang dikirimkan Suho lewat email Cenzo.
"Oppa...." Panggil Nara sambil mengerjapkan matanya beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya diruangan.
"Yes Baby" Jawab Cenzo sambil mengelus kepala Nara.
"Aku lapar" Kata Nara
"Sebentar lagi bibi akan datang membawakan makanan untukmu"
Cenzo membantu Nara ke kamar mandi untuk menggosok gigi dan mencuci wajahnya. Nara sempat menolak bantuan Cenzo dan memilih berjalan sendiri. Tapi saat berjalan Cenzo melihat cara jalan Nara yang seperti sangat kesusahan dan mengangkang itu membuat Cenzo tertawa sekaligus kasihan.
Cenzo dengan cepat menghampiri Nara dan langsung mengangkat tubuh Nara.
"Oppa sakit" Kata Nara sambil menampilkan ekspresi wajah seperti menahan tangis dan itu membuat Cenzo sangat gemas
"Apanya yang sakit Baby" Tanya Cenzo
"Itu......" Ucap Nara dengan pelan
"Maafkan Oppa ya andai saja aku membiarkanmu beristirahat semalam mungkin tidak akan sesakit ini" Kata Cenzo
"Sudahlah jangan dibahas cepat bawa aku ke kamar mandi" Ucap Nara.
Di dalam kamar mandi Cenzo membantu Nara untuk mandi, Menggosok tubuh Nara hingga membatu Nara menggosok gigi.
Setelah beberapa saat mereka berdua pun keluar dari dalam kamar mandi. Cenzo mendudukkan Nara diatas sofa setelah itu membantu Nara mengenakan bajunya.
Semua sudah selesai dan Makan Nara pun sudah datang. Sekarang saatnya Cenzo untuk mengurus Nara seperti bayi. Cenzo menyuapi Nara makan dan lain sebagainya.
Hari ini Cenzo hanya ingin menghabiskan waktunya didalam kamar bersama dengan Nara. Mereka ingin berduaan tanpa ada yang mengganggu mereka.
Sesudah makan Cenzo kembali sibuk dengan laptopnya dan Nara memilih untuk menonton drama favoritnya sambil berbaring di samping Cenzo.
Mereka berdua terlihat seperti kedua pasangan yang baru saja menikah mengingat keharmonisan hubungan mereka berdua.
Next....
__ADS_1