Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
186. Dalam perjalanan


__ADS_3

"Kalian kenapa bisa disini lagi?" Ucap Nara saat baru saja terbangun dari tidurnya dan melihat Alice dan Jimin yang sedang bermain ponsel di sofa.


Alice yang melihat Nara sudah bangun langsung menghampiri Nara.


"Nara sudah bangun" Kata Alice sambil duduk di kursi sebelah ranjang rawat Nara


"Aku masih bingung kalian kenapa bisa disini, Oppa mana?" Tanya Nara


"Cenzo sedang ada rapat penting dan tidak bisa diwakilkan oleh Suho jadi dia harus kekantor" Jelas Jimin


"Oke baiklah, tapi kenapa dia tak bilang sendiri kepadaku tadi"


"Suho memberitahu Cenzo terlalu mendadak jadi Cenzo tak sempat berpamitan kepadamu karena dirinya tak tega membangunkan mu yang tertidur begitu lelap"


"Iya Nara benar yang Jimin jelaskan, jadi Tuan Cenzo meminta bantuan kita untuk menjagamu disini, dan katanya dia sudah bertanya kepada dokter dan kau sudah diperbolehkan pulang besok pagi" Ucap Alice


"Benarkah Alice, aku sudah boleh pulang besok?" Tanya Bara dengan raut wajah yang sangat bahagia


"Benar kata Cenzo sendiri yang memberitahuku tadi" Ucap Jimin setelah itu fokus bermain ponsel kembali.


"Alice kau besok akan pulang bersamaku kan, kau akan merawat aku kan?" Tanya Nara lagi


"Iya aku akan pulang bersama kalian berdua besok jadi kau jangan cemas lagi ya"


"Akhirnya aku ada teman lagi dirumah sekarang"


.


.

__ADS_1


.


Sekarang Cenzo dan Suho sudah ada didalam jet pribadi milik Cenzo menuju ke Korea. Cenzo sudah tidak sabar ingin bertemu dengan orang yang katanya dekat dengan papanya itu.


"Aku akan istirahat terlebih dahulu nanti kalau sudah sampai kau bisa bangunkan aku" Ucap Cenzo sambil memejamkan matanya secara perlahan


"Baik bos aku juga akan mengerjakan beberapa dokumen dulu"


"Aku tidak bertanya"


Suho langsung diam setelah mendengar perkataan Cenzo itu Suho langsung terdiam dan sibuk memeriksa Dokumen di laptopnya.


Cenzo memang memejamkan matanya tapi pikirannya sudah kemana-mana. Memikirkan bagaimana jadinya nanti di Korea belum lagi keadaan Nara dan Clay, kerjaan juga rasanya kepalanya akan pecah saja.


"Jangan dipikirkan terus-menerus bos, jalani saja pasti akan ada jalan keluarnya nanti" Ucap Suho sambil matanya fokus memeriksa kerjaannya itu.


Suho sudah tau karakter bosnya itu. Cenzo memang bilang jika dirinya akan istirahat tapi otaknya tidak akan bisa istirahat.


Jika saja Cenzo tak segigih ini mungkin sekarang dia tidak akan jadi apa-apa.


"Kau tau apa tentangku Suho" Kata Cenzo sambil memejamkan matanya


"Aku sudah mengenalmu sejak lama bos, jadi aku tau semau tentangmu, milikmu saja aku tau" Ucap Suho mencoba untuk mencairkan suasana


"Sialan kau, yang pasti lebih perkasa milikku daripada milikmu"


"Terserah bos saja"


"Memang itu kenyataannya, buktinya aku sudah laku dua kali tapi kau belum sama sekali" Ejek Cenzo

__ADS_1


"Bos jangan membanding-bandingkan yang seperti itu, aku masih belum mendapatkan yang tepat saja jadi bos jangan mengejekku dengan berkata seperti itu" Suho tak terima saat Cenzo bilang dirinya tak laku


"Eehhh.... Kenapa kau jadi marah seperti itu, apa kau tidak apa-apa Suho?"


"Tau lah, kau selalu saja membawa-bawa status, aku paling tidak suka itu kau tau sendiri gara-gara dirimu aku jadi trauma ingin menjalin hubungan dengan perempuan takut perempuan yang akan bersama denganku memiliki sifat seperti mantan istrimu yang gila harta dan tukang selingkuh itu" Ucap Suho dengan panjang lebar


Cenzo hanya melongo melihat Suho yang mengomel seperti itu. Cenzo seperti kehabisan kata-kata untuk mengejek Suho lagi


"Kenapa kau malah marah kepada diriku, memang salahku jika wanita gila itu sangat matre dan tukang selingkuh" Cenzo tak kalah murka dari Suho karena Suho bilang dirinya trauma menjalin hubungan dengan perempuan gara-gara Cenzo


"Memang salahmu, dan bodohnya lagi kau sangat cinta mati kepadanya dulu"


"Sialan kau Suho, mau gaji kamu nanti ku potong ha?"


"Terserah bos saja memang itu kenyataannya" Ucap Suho sambil melanjutkan pekerjaannya lagi dan tidak memperdulikan Cenzo yang terlihat sudah naik pitam itu.


"Dasar sekertaris sialan kau itu. Tau gitu tadi biarkan aku berangkat sendiri pusing aku jika mengajakmu seperti ini. Kau tidak ada bedanya dengan Lucca sama-sama seperti bocah"


"Aku tidak mendengar perkataan mu bos" Kata Suho


"Sialan, bisa gila ku jika terus-menerus meladeni dirimu Suho. Aku mau istirahat saja kalau begitu"


"Semoga diterima disisinya" Ujar Suho


Tanpa basa-basi Cenzo langsung melemparkan bantal yang ada disampingnya kearah Suho dan tepat mengenai wajah Suho.


"Jangan bicara terus-menerus kalau kau tidak mau meja ini yang aku lempar kearah mu"


Suho yang saat itu sudah membuka mulutnya bersiap untuk marah kepada Cenzo langsung dia tahan dan kembali fokus kepada laptop didepannya itu.

__ADS_1


Next.....


__ADS_2