Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
198. Dia Pergi


__ADS_3

Cenzo dan Suho sekarang sudah sampai di tempat biasa mereka berkumpul.


Semua anak buah Cenzo sudah ada disana karena Suho sudah memperingatkan agar tidak ada yang telat, jika itu terjadi bisa-bisa nyawa mereka melayang hanya karena terlambat.


"Kalian sudah tau kan apa masalahnya sekarang" Ucap Cenzo dan mereka semua pun mengangguk


"Aku mau kalian amankan orang bayaran mamaku dan sebagian ikut denganku untuk menemui Nara"


"Baik bos" Jawab mereka serempak


Dengan cepat mereka pun menjalankan perintah dari Cenzo. Semua masuk kedalam mobil masing-masing.


Cenzo sengaja tidak memberi tahu teman-teman yang lain karena Cenzo bisa mengatasinya sendiri.


Mamanya tidak tau seberapa besar koneksi yang di miliki oleh Cenzo. Orang bayaran seperti yang di sewa mamanya hanyalah debu bagi Cenzo.


"Kita berangkat" Cenzo dengan cepat langsung melajukan mobilnya bersama dengan Suho disusul anak buah yang lainnya.


Pasti kalian bingung bagaimana bisa Cenzo menemukan Nara dengan begitu cepat. Cenzo sendiri baru ingat jika dia meletakan alat pelacak di kalung yang selalu Nara gunakan.


Cenzo sudah mewanti-wanti kejadian seperti ini akan terjadi kedepannya.


.


.


"Bayaran kali ini banyak sekali" Ucap pemimpin dari grombolan itu


"Iya bos, jika semua orang yang menyewa kita seperti nyonya itu sebentar saja kita pasti akan kaya" timpa salah satu anak buahnya


Mereka sedang asik berpesta miras disalah satu bar kumuh di pinggiran kota.


Mereka adalah kumpulan orang yang Disewa Mama Cenzo untuk menyelakai Nara.


Tugas mereka hanya untuk menyelakai Nara dan hanya sebatas itu. Setelahnya mereka tidak tau bagaimana keadaannya.


Intinya setelah menabrak mereka memfotonya sebagai bukti untuk dikirimkan ke Mama Cenzo.


Saat sedang asik berpesta itu tiba-tiba ada segerombolan orang yang masuk dan mendobrak paksa ruangan tempat mereka.


"Kurang ajar, apa mau kalian" Teriak pemimpinnya


"Tidak usah banyak bicara tangkap mereka semua dan segera selesaikan dengan bersih" Ucap anak buah Cenzo

__ADS_1


Dengan mudah anak buah Cenzo langsung membawa mereka. Mereka sempat melawan tapi anak buah Cenzo bukan tandingan mereka jadi tikus got itu dapat dilumpuhkan dengan mudah.


.


.


Disisi lain rombongan Cenzo sudah tiba di tempat Nara berada. Kalau harus tau tempat itu adalah rumah sakit yang Cenzo datangi bersama dengan Suho.


Tanpa menyapa sang resepsionis Cenzo langsung berjalan menuju gudang yang terletak di ruangan paling ujung rumah sakit tersebut.


Semua pengunjung rumah sakit langsung menatap kearah Cenzo yang datang dengan segerombol orang dibelakangnya.


Nara di bawa kesini tapi entahlah bagaimana bisa namanya tidak tercantum sebagai pasien dan berada di gudang. Cenzo pun heran saat membaca ponselnya yang menunjukkan lokasi Nara berada di sana.


Saat sampai di depan pintu gudang tersebut Cenzo memasang wajah tak yakin tapi sedetik kemudian Cenzo langsung mendobrak pintu itu.


BRUUUAAKKKK....


Terlihat satu ranjang pasien kosong berserta tiang infus disana, tapi Cenzo tidak melihat keberadaan Nara disana. Kemana dia?


"Geledah semua ruangan ini" Ucap Cenzo.


"Baik bos" Jawab mereka serentak.


Cenzo mengecek ranjang pasien tersebut dan melihat ada sebuah telepon disana.


Cenzo kembali mengecek lokasi Nara berada. Tapi lokasi Nara berhenti disini, ditempat ini yang menandakan Nara ada disini tapi dimana dia berada.


Beberapa saat kemudian Suho datang Sabil membawa sesuatu untuk diberikan kepada Cenzo.


"Bos ini" Ucapnya sambil memberikan kalung milik Nara kepada Cenzo


Cenzo mengambilnya dan langsung memasukkan kedalam saku jasnya. "Jadi ini alasannya, lantas dimana kau sekarang"


.


.


Nara saat ini sudah sampai di bandara internasional dan akan pergi ke Jerman. Nara harus pergi jauh agar Cenzo dan anak-anaknya hidup dengan tenang tanpa khawatir sesuatu akan terjadi kepadanya.


Untung saja Nara membawa kartu kredit miliknya jadi Nara menarik semua uang yang ada di rekeningnya dan membawanya secara Chas. Nara tau jika dia membawa kartu kredit tersebut Cenzo dapat melacaknya. Jadi setelah menarik semua saldonya Nara membuang kartu kredit tersebut.


Ponsel dari tadi juga Nara matikan agar Cenzo tidak bisa menemukan keberadaannya. Paspor, indentitas dan semua yang dia perlukan untuk pergi sudah dia palsukan dengan membayar seseorang.

__ADS_1


Saat dalam perjalan menuju bandara Nara mengirimkan pesan kepada Cenzo. Memberitahukan bahwa dirinya baik-baik saja.


"Oppa, kau tidak perlu khawatirkan aku, aku baik-baik saja, kau tidak perlu sibuk mencari ku kesana kemari aku aman disini tolong kau jaga anak-anak saat aku tidak ada, rawat mereka dengan benar. Maaf jika ini mendadak. Surat cerai akan dikirimkan oleh pengacaraku nanti tolong tandatangani ya. Sampai jumpa" Itulah isi pesan dari Nara kepada Cenzo


Setelah mengirimkan pesan itu Nara langsung membuang ponselnya ke jalanan. Sekarang dirinya sudah lega untuk pergi tapi hatinya tidak bisa dipungkiri berat rasanya meninggalkan orang yang di sayang apalagi anaknya.


"Sehat-sehat disana ya kalian semua, anakku, suamiku, teman-teman maaf sudah banyak merepotkan kalian" Ucap Nara sambil meneteskan air matanya


.


.


Ditempat Cenzo berada Cenzo yang mendapat notifikasi pesan masuk dari Nara dengan perasaan lega langsung membuka pesan tersebut.


Diluar dugaan Cenzo ternyata pesan tersebut bagaikan sebuah bom bagi Cenzo. Nara istrinya pergi bagaimana ini.


"Lacak ponsel Nara sekarang" Teriak Cenzo, Suho langsung berlari menuju mobil untuk melihat laptopnya


Cenzo berlari menghampiri Suho dan diikuti semua anak buahnya. Cenzo memerintahkan mereka untuk berpencar mencari Nara.


Cenzo dan Suho mencari Nara ke bandara pasti tujuan akhir dari Nara kesana. Pasti Nara akan pergi meninggalkan kota itulah firasat Cenzo.


"Ponsel Nona terakhir dijalan X Tuan, tapis sekarang sudah tidak terlihat dimana lagi" Ucap Suho


"Sial berani sekali dia mengambil keputusan seperti ini. Lihat saja aku akan menghukumnya jika ketemu" Teriak Cenzo.


Cenzo masih tidak terima dengan keputusan Nara ini. Apalagi lancang sekali dia menceraikan Cenzo. Dia tidak tau bagaimana gilanya Cenzo kepadanya.


.


.


Malam sudah tiba tapi Cenzo tak kunjung menemukan Nara juga. Sesampainya di bandara tadi Cenzo sudah mengecek semua daftar orang yang berpergian tapi tidak ada nama Nara yang tertera.


Marah, tentu saja Cenzo marah sekarang. Jika saja orang yang sudah mengganggu Nara bukan mamanya mungkin orang itu sudah mati. Cenzo benar-benar Frustasi sekarang.


Sedari tadi mereka hanya berkeliling di kota-kota untuk mencari Nara hingga sekarang jam sudah menunjukkan pukul 12 malam.


"Lebih baik kita lanjutkan besok saja bos, sekarang sudah malam anak-anak sendirian di rumah kasihan" Ucap Suho


"Baiklah kita pulang sekarang beritahu yang lain"


Lelah, marah, khawatir semua jadi satu yang dirasakan Cenzo sekarang.

__ADS_1


Suho memperhatikan wajah Cenzo yang begitu lelah menjadi tidak tega.


Next...


__ADS_2