
Setelah kepergian Cenzo, Lucca langsung memerintahkan anak buahnya untuk membawa Sam ke penjara.
"Lepaskan aku" Teriak Sam saat anak buah Lucca akan membawanya.
"Tolong lepaskan suamiku. Perusahaan akan hancur saat tau dia dipenjara" Mohon Yura pada Lucca
"Kejahatan yang dia perbuat harus dia pertanggung jawabkan. Kau tau apa yang dialami putri kalian sesudah penculikan itu. Dia mencoba mengakhiri hidupnya karena kalian" Ucap Lucca dan segera pergi dari sana
Para anak buah Lucca segera menyeret Sam dan memasukkan Sam kedalam mobil. Yura yang melihat itu hanya bisa menangis.
"Kalian bawa dulu dia ke tempat yang tadi. Cenzo akan segera kesana" Ucap Lucca
"Baik bos"
Mobil mereka pun mulai meninggalkan rumah keluarga Sam. Yura yang telah melihat mobil mereka pergi langsung masuk kedalam.
"Sayang kau dimana, ke rumahku sekarang ya dirumah sedang tak ada orang" Ucap Yura kepada seseorang diseberang telepon.
Bukannya sedih memikirkan suaminya yang akan dipenjara, Yura malah menghubungi selingkuhannya dan memintanya datang ke rumah.
Saat sudah sampai dirumah Cenzo langsung membawa Nara masuk menuju ke kamarnya. Terlihat didalam kamar Cenzo sudah ada dokter dan dua orang suster. Dokter itu adalah dokter keluarga Cenzo.
Cenzo membaringkan Nara diatas tempat tidur.
"Dia kenapa tuan" Tanya dokter tersebut sambil memeriksa keadaan Nara
"Dia mencoba mengakhiri hidupnya lagi, kau boleh menyuntikkan obat penenang jika dia kehilangan kendali akan dirinya sendiri"
"Baik tuan"
"Kau jaga kekasihku jangan kau tinggalkan dia sendiri. Aku ada urusan mendadak sebentar"
__ADS_1
Sebelum pergi Cenzo mencium kening Nara seperti biasanya.
"Kau pergi dulu, kau jadilah anak baik dulu ya" Ucap Cenzo pada Nara dan langsung pergi meninggalkan Nara.
Cenzo segera melajukan mobilnya menuju gedung kosong tadi. Cenzo masih harus menyelesaikan urusannya dengan Sam. Cenzo belum tau apa alasan Sam melakukan itu pada Nara.
"Tunggu aku pak tua" Ujar Cenzo
Dari tadi didalam mobil saat dalam perjalanan ke gedung kosong Sam tidak bisa diam. Sam terus mencoba untuk kabur dan membuat keributan.
Anak buah Lucca yang bernama Dirly sudah tak tahan dengan itu. Dirly langsung memukul tengkuk Sam hingga Sam tak sadarkan diri.
"Aagghhh.... Melelahkan sekali pria tua ini" Ucap Dirly.
Mereka pun telah sampai di gedung itu, anak buah Lucca segera membawa Sam turun dan mengikat tangan dan kaki Sam diatas kursi.
"Baik bos"
"Dirly kau denganku disini"
"Iya bos"
"Apa sudah ada tanda-tanda datangnya Kakak" Tanya Lucca pada Dirly
"Sepertinya tuan sedang dijalan bos"
"Kau beri tahu aku jika dia sudah sadar. Aku akan menelpon Kakak"
"Baik bos"
Beberapa saat kemudian Sam telah bangun dari pingsannya. Sam terlihat begitu syok melihat tempat sekelilingnya.
"Dimana aku? lepaskan aku" Teriak Sam sambil berusaha melepas ikatan ditangannya.
__ADS_1
Dirly yang mendengar suara Sam langsung berjalan menghampiri Sam.
"Lama sekali kau sadar pak tua, apa kau baru saja tertidur" Ucap Dirly.
Dirly segera pergi memberitahu Lucca jika Sam sudah sadar. Lucca segera menghampiri Sam.
"Apa kau lelah pak tua" Ucap Lucca
"Lepaskan aku dasar anak brengsek" Teriak Sam
"Jangan berteriak-teriak, simpan saja tenaga mu sebentar lagi kakakku akan datang"
"Kalian berdua dasar sialan. Apa kau tak terpikirkan oleh orang tuamu saat akan menyiksaku seperti ini"
"Aku tak punya orang tua, aku juga bersyukur tidak punya orang tua jika seperti dirimu"
Sam pun mulai berteriak-teriak tak jelas dan berusaha untuk melepas ikatannya tapi itu sia-sia saja.
Tak lama Cenzo pun datang dan segera menghampiri Lucca yang sedang bersama Sam.
"Apa aku terlambat" Kata Cenzo saat baru sampai.
"Kau sangat terlambat kak, lihatlah pria tua itu sudah tak sabar menunggumu" Jawab Lucca
Sam yang melihat kedatangan Cenzo menjadi ketakutan. Sam takut jika dirinya akan dibunuh malam ini juga.
"Lepaskan aku tuan, aku janji tak akan menyakiti Nara lagi" Ucap Sam mencoba memohon kepada Cenzo
"Lucca kau lihatlah. Pantaskah seorang ayah memohon kepada kekasih anaknya dan berjanji tidak akan melukai anaknya sendiri" Ujar Cenzo meledek Sam
"Ampuni aku tuan jangan bunuh aku"
"Kau keliru jika memohon seperti itu padaku. Itu bukan bidangku, aku hanya seorang pengusaha. Seharusnya kau memohon pada mafia Italia ini" Jawab Cenzo sambil menunjuk Lucca yang sedang memainkan pistol kesayangannya.
Sam yang melihat Lucca memegang pistol seketika langsung pingsan kembali.
"Dasar pria tua. Sepertinya dia punya serangan jantung kak"
"Kita tunggu saja dia bangun, Jika dalam 10 menit tidak bangun bawakan air kesini"
__ADS_1
Next......