Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
182. Selesai


__ADS_3

Keesokan harinya pagi ini Alice terlihat sedang bersiap-siap dengan penampilan yang sangat rapi. Bukan bekerja karena dirinya ijin untuk tidak masuk kerja hari ini.


Alice memperhatikan dirinya dari balik cermin, dirasa semua sudah siap Alice pun berjalan keluar dan tepat saat itu juga taksi yang dia pesan sudah datang.


"Pagi nona" Sapa supir taksi tersebut


"Pagi pak, ke rumah sakit X ya" Jawab Alice


"Baik nona"


Setelah taksi sudah berjalan Alice pun segera menghubungi Jimin dan bilang kepada Jimin jika dirinya sudah dalam perjalanan menuju ke rumah sakit untuk menjenguk Nara sekarang.


Alice sudah mempersiapkan bingkisan yang akan dia berikan kepada Nara seperti buah-buahan dan bunga mawar kesukaan Nara.


"Tuan, saya sudah dalam perjalan menuju rumah sakit untuk menjenguk Nara" Ucap Alice begitu panggilan terhubung


"Kau naik apa kesini?, Kenapa tak bilang kepadaku aku kan bisa menjemputmu" Ujar Jimin dari balik telepon


"Tidak perlu repot-repot Tuan, aku sudah memesan taksi tadi. Mungkin sekitar beberapa menit lagi aku datang. Aku tutup dulu telponnya ya tuan"


"Baiklah hati-hati dijalan, jangan lupa nanti jika sudah sampai dirumah sakit hubungi aku"


.


.


Dirumah saat itu Jimin sedang meminum secangkir teh di ruang tengah bersama Lucca dan Anak-anak yang sedang selesai mandi dan sudah siap untuk bermain.


Jimin yang saat itu sedang asik bersantai tiba-tiba mendapat kabar dari Alice jika Alice sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit pun langsung berlari ke kamarnya untuk berganti baju dan bersiap pergi ke rumah sakit.


Penampilan jimin yang tadi dan sekarang begitu terlihat beda jauh. Tadi penampilannya sudah mirip sekali seperti gembel sekarang berubah menjadi seorang yang terlihat begitu elegan dan tampan.


"Baiklah sudah beres, sekarang saatnya untuk berangkat. Kenapa perasaanku menjadi deg-degan seperti ini, sadarlah kau Jimin" Ujar Jimin pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Mau kemana kau?" Tanya Lucca begitu Jimin lewat didepannya dengan pakaian yang begitu rapi


"Aku akan ke rumah sakit, Alice datang berkunjung sekarang aku harus menemaninya" Jawab Jimin sambil berjalan menuju kearah anak-anak


"Bagaimana bisa dia berani datang setelah kakak marah kepadanya seperti itu, ya walaupun salah paham"


"Sudahlah kau jangan banyak bicara kau jaga anak-anak dirumah saja, nanti setelah anak-anak sarapan kau boleh membawanya ke rumah sakit"


"Mate, Clay Papa akan pergi duluan ke rumah sakit ya, nanti setelah kalian makan kalian bisa pergi bersama uncle Lucca" Jelas Jimin dengan suara yang begitu lembut


"Yes papa, papa hati-hati dijalan"


"Tentu saja sayang" Jawab Jimin setelah itu mengecup kening Mate dan Clay secara bergantian


Kasih sayang Jimin kepada Mate dan Clay tidak ada bedanya. Rasa sayang itu setara Jimin bagi secara rata untuk anak-anak karena Jimin tidak bisa membeda-bedakan mereka berdua.


Jimin pun akhirnya berangkat ke rumah sakit sebelum Alice sampai terlebih dahulu.


Sekitar 40 menit Jimin pun akhirnya sampai dirumah sakit. Setelah memarkirkan mobilnya Jimin segera masuk kedalam dan menunggu Alice didalam lobi.


.


.


Di dalam taksi Alice sudah mulai masuk ke pelataran rumah sakit. Setelah membayar taksi itu Alice segera masuk kedalam rumah sakit itu.


Baru saja masuk Alice sudah bisa melihat Jimin yang sedang duduk salah satu kursi tunggu dilobi tersebut sambil memainkan ponselnya.


"Tuan" Panggil Alice sambil melambaikan tangannya


Jimin pun yang merasa terpanggil langsung berdiri dan saat melihat Alice, Jimin langsung menghampirinya.


"Kau sudah sampai, ayo kita keatas sini biar aku bantu bawakan" Ucap Jimin

__ADS_1


"Tidak usah tuan jangan repot-repot" Tolak Alice tapi keranjang itu sudah direbut oleh Jimin


Mereka berdua berjalan secara beriringan dan masuk kedalam lift. Suasana didalam lift begitu canggung, tidak ada yang memulai perkataan sama sekali hingga mereka sampai diruang rawat Nara.


"Nara" Panggil Alice begitu masuk kedalam ruang rawat Nara. Nara terlihat sedang makan dibantu oleh Cenzo yang menyuapinya.


"Alice, bagaimana kabarmu apa kau baik-baik saja" Tanya Nara begitu Alice ada didepannya


"Aku yang seharusnya tanya seperti itu kepadamu kenapa jadi kau yang bertanya keadaanku"


Mereka berdua saling berpelukan satu sama lain. Cenzo dan Jimin yang ada disitu hanya bisa saling melempar pandangan saja.


Selagi para wanita itu melepas rindu dan saling bertukar cerita satu sama lain Cenzo dan Jimin pun duduk di sofa dan sibuk dengan ponselnya satu sama lain.


"Thanks Jimin kau memang selalu bisa diandalkan" Ucap Cenzo dengan pelan


"Sudahlah kau jangan seperti itu. Aku akan selalu membantumu jika aku bisa melakukannya"


Mereka berdua berbicara seperti itu tidak saling melihat satu sama lain. Pandangan mereka hanya fokus pada ponsel yang ada ditangannya.


"Sepertinya besok aku sudah harus mulai bekerja, kondisiku sudah membaik. Tolong jaga anakku ya" Ucap Jimin


"Kau tidak perlu khawatir, kita memang sudah seharusnya membesarkan mereka bersama-sama"


"Thanks V, kau memang selalu baik walaupun aku sering melakukan kesalahan kepadamu"


"Kau jangan bicara seperti itu. Membuatku geli saja"


"Sialan kau tidak bisa menyesuaikan susana sama sekali"


"Hahahahahahha......"


Cenzo tertawa dengan sangat keras sedangkan Jimin hanya cemberut saja.

__ADS_1


Next.....


__ADS_2