
Didalam ambulan Alice begitu panik melihat keadaan Nara yang sudah tak sadarkan diri itu.
"Ya tuhan bagaimana ini" Ucap Alice sambil terus menangis
"Aku harus memberi tahu Cenzo" Alice dengan panik mengambil ponselnya yang ada di dalam tas dengan tangan yang gemetar Alice mencari kontak Cenzo tapi dia baru sadar jika dirinya tak mempunyai kontak milik Cenzo
"Bagaimana ini, siapa yang harus aku hubungi" Alice terus saja panik, karena panik itulah otaknya tidak bisa berfikir dengan benar.
Sampai ambulan tiba dirumah sakit dan Nara langsung ditangani dokter, Alice hanya menunggu di depan ruangan Nara sedang diperiksa. Tiba-tiba Alice teringat Jimin
"Kenapa aku bodoh sekali tak menghubunginya dari tadi" Ucap Alice sambil mencari nomor Jimin di ponselnya.
Alice langsung menghubungi Jimin dan tak lama kemudian Jimin pun menjawab panggilan tersebut.
"Ada apa?" Ucap Jimin
"Jimin tolong aku, aku tak tau harus bilang ke siapa sekarang, aku aku takut sekali" Kata Alice dengan suara yang sesenggukan.
"Kau kenapa Alice bicara yang jelas aku mana bisa mengerti" Jimin terlihat begitu khawatir dengan Alice
"Nara, Nara tadi jatuh dari tangga di Mall dan dia sedang dirumah sakit sekarang. Aku bingung harus menghubungi siapa tadi" Tangisan Alice langsung pecah saat itu juga
"Kau tenang saja aku akan pergi kekantor Cenzo dan memberitahukan kepada Cenzo. Kau tunggu saja disana dan temani Nara" Jimin langsung mematikan panggilan tersebut.
Jimin yang saat itu sedang duduk di kamarnya sambil bermain ponsel tiba-tiba mendapat kabar seperti itu langsung bergegas pergi ke kantor Cenzo.
"Lucca" Teriak Jimin begitu keluar dari dalam kamarnya.
Lucca yang saat itu sedang bersantai diruang tengah langsung melihat kearah lantai atas.
"Apa?" Jawab Lucca dengan kencang
"Bantu aku turun dulu nanti aku ceritakan" Ucap Jimin
Lucca langsung bangun dari duduknya dan berjalan kearah lantai atas.
Setelah sampai di tangga bagian atas Lucca melihat Jimin yang sudah berpakaian rapi.
"Kau mau kemana?" Tanya Lucca
__ADS_1
"Aku akan ke kantor Cenzo, Alice baru saja menghubungiku dan bilang kalau Nara sedang dirumah sakit karena kecelakaan tadi" Jelas Jimin
"What..... Bagaimana bisa, ayo ayo kita cepat ke kak Cenzo, aku takut kalau dia berangkat sendiri nanti karena Suho sedang dia tugaskan untuk meeting dengan kliennya"
Lucca dengan cepat langsung memapah tubuh Jimin untuk menuruni tangga. Sebenarnya kaki Jimin sudah lebih membaik tapi untuk menuruni tangga dia masih belum bisa.
Begitu sampai bawah Lucca langsung berlari terlebih dahulu untuk mengambil mobil di garasi dan Jimin berjalan dengan pelan.
Tepat sekali begitu Jimin sampai di depan rumah Lucca juga sudah ada didepannya dengan mobil kesayangan Lucca itu.
"Ayo cepat masuk" Ucap Lucca sambil membukakan pintu mobil dari dalam.
Jimin segera masuk dan memasang sabuk pengaman. Jimin sudah menyiapkan persiapan karena dirinya tau jika Lucca akan mengebut sekarang.
.
.
Sekitar 35 menit mereka sampai di kantor Cenzo. Begitu mereka berdua masuk para karyawan yang melihat kedatangan Lucca dan Jimin langsung membungkuk memberikan hormat kepada mereka berdua.
Lucca langsung menuju ke ruangan Cenzo sesampainya disana terlihat Cenzo sedang mengerjakan beberapa pekerjaan di laptopnya.
Cenzo yang saat itu sedang menikmati ketengan mendengar suara yang begitu keras secara tiba-tiba pun membuatnya terkejut.
"Brengsek sialan kenapa tak mengetuk pintu terlebih dahulu" Ucap Cenzo sambil memegangi dadanya.
"Sorry V, tapi ini sangat urgen, kau harus ikut kami sekarang" Kata Jimin dengan raut wajah yang sangat serius.
"Kau tak lihat aku sedang bekerja sekarang, aku tak bisa meninggalkannya begitu saja" Jawab Cenzo dan melanjutkan pekerjaannya kembali
"Kakak ipar kecelakaan sekarang sedang dirumah sakit" Ucap Lucca secara tiba-tiba
"Apa?, kau jangan bermain-main dengan ucapanmu, kau tau kan aku tak suka orang yang seperti itu" Cenzo sangat terkejut mendengar perkataan Lucca ini tapi Cenzo pikir Lucca hanya bercanda agar Cenzo mau ikut dengan mereka
"Sialan kau Lucca, aku bilang kan jangan langsung bicara seperti itu" Bisik Jimin sambil menginjak kaki Lucca
Mereka bertiga diam sejenak hanyut dalam pikiran mereka masing-masing. Beberapa saat kemudian Cenzo langsung menutup laptopnya dengan kencang dan menghampiri mereka berdua.
"Apa perkataan kalian barusan benar-benar serius?" Tanya Cenzo
__ADS_1
Lucca dan Jimin pun menganggukkan kepala mereka secara bersamaan.
"****, kenapa kalian tidak bilang dari tadi" Cenzo dengan cepat memakai jasnya dan berjalan keluar. Jimin dan Lucca pun mengikuti dibelakang Cenzo
.
.
Didalam mobil jika sedang cemas seperti ini Cenzo selalu saja uring-uringan. Semua orang yang tidak tau apa-apa pun akan Cenzo salahkan. Tapi Jimin, Lucca dan Suho pun sudah tau kelakuan Cenzo yang satu ini bahkan mereka sangat hafal.
Sesampainya dirumah sakit Jimin mencoba menghubungi Alice untuk menanyakan dimana ruang rawat Nara. Beberapa saat kemudian mereka sudah menemuka ruangan Nara.
Cenzo langsung masuk kedalam dan melihat kaki Nara yang di gips. Jimin sudah menceritakan kejadiannya kepada Cenzo sama seperti yang Alice katakan tadi.
Pandangan Cenzo seketika langsung tertuju kepada Alice yang sedang duduk di kursi sebelah ranjang Nara.
"Kenapa dia bisa sampai seperti ini?" Tanya Cenzo dengan dingin
"Tapi saat menuruni tangan aku menerima telepon jadi aku berhenti terlebih dahulu dan menyuruh Nara untuk menungguku dibawah, tapi begitu aku membalikkan tubuhku saat itu aku sudah melihat Nara tergeletak dibawah" Jelas Alice dengan menangis
"Ini semua gara-gara dirimu, andai saja kau tak meninggalkannya Nara tidaka akan jatuh seperti itu. Kau penyebab kekacauan ini. Mulai dari Jimin dan sekarang Nara, nanti siapa lagi yang akan kau celakai sialan" Teriak Cenzo
Alice hanya bisa menangis mendengar perkataan Cenzo. Memang benar yang dibilang oleh Cenzo, semua orang yang bersamanya akan celaka.
"V kau jangan bicara seperti itu. ini hanya musibah bukan kesalahannya. Alice juga tak ingin ini terjadi" Ucap Jimin mencoba menenangkan Cenzo yang sedang emosi itu.
"Tidak ini memang salah wanita itu. Kau tau bagaimana ketakutan ku saat keadaan Nara seperti ini Jimin, Lucca. Aku tak sanggup karena melihatnya terus saja merasakan sakit. melihatnya terbaring lemah seperti ini aku merasa gagal menjadi seorang suami yang seharusnya melindungi istriku" Cenzo mulai menyalahkan dirinya sendiri sekarang
"Sudah kak ini bukan salahmu ataupun salah Alice, ini semua hanya kecelakaan kalau perlu kita cek CCTV disana nanti" Ucap Lucca
"Suruh anak buahmu mengeceknya, dan kau pergi dari sini dan jangan muncul didepan keluargaku lagi" Kata Cenzo sambil menunjuk Alice
Alice pun dengan menangis langsung berdiri dan berpamitan kepada mereka semua.
"Maafkan aku, aku janji tidak akan muncul didepan keluargamu lagi" Alice langsung berlari keluar dari rungan itu
Jimin dan Lucca hanya bisa diam saat melihat Cenzo sudah marah. Jika belum ada bukti seperti ini Mereka juga tidak tau harus percaya kepada siapa.
Next....
__ADS_1