Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
63. Lucca


__ADS_3

Saat sedang menunggu Nara yang sedang ditangani oleh dokter. Datanglah seorang pria yang Cenzo minta untuk menemuinya kemarin.


"Kak..." Panggil pria itu saat melihat Cenzo sedang duduk di depan ruangan rawat.


"Lucca kau sudah datang" Sapa Cenzo mencoba mengalihkan kesedihannya.


Lucca baru kali ini melihat kakaknya yang begitu sangat terpukul.


"Aku baru saja datang kak. Kata Suho kau disini jadi aku langsung kesini"


"Hem baiklah"


Lucca sendiri adalah adik angkat dari Cenzo. Saat itu Cenzo bertemu dengan Lucca yang sedang dikeroyok oleh orang-orang karena dituduh mencuri. Dan mulai saat itu Cenzo membawa Lucca ke rumah dan merawat Lucca.


Mama Cenzo pun tak tau jika Cenzo punya adik angkat karena Cenzo semenjak sudah lulus sekolah Cenzo tinggal sendiri dan membiayai kuliah Cenzo sendiri.


Tapi Cenzo tak pernah keberatan saat dirinya sibuk kerja paruh waktu sepulang sekolah dan masih harus membiayai sekolah Lucca juga hingga Lucca kuliah.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Lucca


"Akan Kakak jelaskan nanti kita tunggu dokter keluar dulu"


"Baiklah"


Pekerjaan Lucca dan Cenzo sangat bertolak belakang. Cenzo yang kita adalah seorang pemimpin perusahaan dan Lucca sendiri adalah seorang mafia yang sangat terkenal di Italia. Maka dari itu tidak ada yang berani bermain-main dengan Cenzo saat menjalin kerjasama dengan perusahaannya. Karena Lucca tak akan membiarkan orang itu hidup jika berani menggangu kakaknya.


"Bagaimana kabar mama?" Ucap Cenzo


"Tante sepertinya baik. Anak buah ku yang ku perintahkan untuk mengawasi tante melihat tante keluar beberapa kali untuk berbelanja" Jelas Lucca


"Syukurlah"

__ADS_1


"Apa tante masih tak pernah mengangkat panggilan telpon mu"


"Tidak Lucca. Aku juga masih belum menemukan keberadaan Papa ku, entah dimana lagi aku harus mencarinya"


"Sabarlah nanti pasti akan ketemu. Kau sabar saja dulu"


Bertepatan dengan itu dokter pun sudah mulai keluar dari ruangan Nara.


"Untung saja luka di tangannya tidak terlalu dalam dan kita cepat menanganinya, jadi nyawanya bisa tertolong" Jelas dokter itu dan langsung pergi meninggalkan Cenzo.


"Ayo masuk" Ajak Cenzo pada Lucca yang hanya diam memperhatikannya


Mereka berdua pun masuk kedalam dan Cenzo meminta Lucca untuk duduk di sofa.


"Aku perlu bantuan mu" Ucap Cenzo


"Katakan saja kak, aku tak keberatan"


"Jadi maksud kakak memintaku untuk mencari orang tersebut dan membunuhnya" Tanya Lucca


"Kau siksa dia terlebih dahulu apakah dia melakukannya dengan kemauan dia sendiri tau atas perintah dari seseorang"


"Baiklah itu mudah sekali. Tapi bagaimana jika kita tanya ke wanita mu dulu. Itu akan mempermudahkan kita"


Cenzo tidak yakin dengan usul dari Lucca karena Cenzo tai sendiri jika Nara sedang marah padanya dan tak mau bicara dengannya.


"Akan ku coba terlebih dahulu".


Mereka berdua kembali mengobrol sambil menunggu Nara siuman.


"Aku masih hidup lagi. Kenapa aku tak jadi mati. Sialan" Ujar Nara dalam hati.

__ADS_1


"Air....." Kata Nara saat baru saja sabar.


Cenzo dengan cekatan langsung mengambilkan Nara air dan membantu Nara untuk meminumnya.


Perlakukan Cenzo pada Nara tadi tak lepas dari pandangan Lucca. Lucca sempat heran kenapa kakaknya jika jatuh cinta selalu seperhatian ini kepada pasangannya. Tapi semoga saja pilihan Cenzo kali ini tidak salah seperti dulu. Itulah harapan Lucca saat ini.


"Kau sudah baikan" Tanya Cenzo pada Nara dengan suara yang sangat lembut.


"Sudah"


"Baiklah kau istirahat lagi saja, aku akan menemanimu"


"Kau belum makan Baby, ayo makan aku suapi"


"Tidak perlu aku bisa sendiri" Jawab Nara sambil mengambil sendok yang ada di tangan Cenzo.


Setelah makan Nara mulai berbaring kembali dan istirahat. Hanya itu yang bisa Nara lakukan untuk menghindari Cenzo.


.


.


LUCCA





Next......

__ADS_1


__ADS_2