Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
79. Trauma berat 2


__ADS_3

Setelah sadar dari pingsannya Nara hanya diam sambil duduk diatas tempat tidur. Wajahnya pucat dengan rambut yang berantakan, raut wajah Nara hanya menggambarkan kesedihan.


Nara ingat kejadian tadi malam dimana dirinya baru saja mengetahui fakta yang sangat mengejutkan tentang papanya, setelah itu Nara harus rela dipaksa berhubungan intim dengan Cenzo.


"Hidup apa lagi ini" Ujar Nara dalam hati sambil meneteskan air matanya.


Kepala maid dirumah Cenzo datang ke kamar membawakan makanan untuk Nara.


"Nona makan dulu" Kata maid yang sering dipanggil Ajuma itu.


Nara hanya diam tanpa melihat kearah maid itu. Pandangan Nara hanya terfokus kearah jendela kaca disampingnya.


Saat maid itu akan menyuapkan bubur ke mulut Nara, Nara dengan sigap langsung menepis tangan maid itu dan melempar mangkuk berisi bubur itu hingga pecah.


"Aku tak mau, tinggalkan aku sendiri jangan temui aku" Teriak Nara.


Maid itu pun ketakutan dan membersihkan pecahan mangkuk itu. Dengan cepat maid itu segera pergi dari kamar.


Maid itu segera mengubungi Cenzo dan meminta Cenzo pulang karena Nara tak mau makan apapun dari tadi.


"Tuan maaf mengganggu waktunya tapi Nona dirumah tidak mau makan apapun, Nona hanya terus diam melamun dari tadi" Ucap Maid itu


"Iya Ajuma, sebentar lagi saya pulang. Tolong jaga dia" Jawab Cenzo langsung mematikan panggilan telponnya.

__ADS_1


Tak lama kemudian Cenzo pulang dan langsung menuju ke atas. Cenzo menarik nafas terlebih dahulu sebelum masuk kedalam kamar.


"Tenanglah Cenzo, kau pasti bisa" Ucap Cenzo mencoba menyemangati dirinya sendiri


Cenzo membuka pintu secara perlahan dan langsung masuk kedalam. Cenzo melihat keadaan Nara yang sangat memprihatinkan, dan Cenzo berjalan mendekati Nara.


"Baby" Ucap Cenzo sambil memegang pundak Nara


Nara yang dari tadi tak menyadari ada seseorang yang masuk langsung terkejut, apa lagi yang datang Cenzo.


Nara dengan cepat menepis tangan Cenzo.


"Pergi" Ucap Nara dengan pelan


"Baby maafkan aku, aku tidak sengaja"


"Bukan seperti itu baby"


"Tolong pergilah"


"Maafkan aku" Ucap Cenzo sambil berlutut di samping Nara.


"Aku bisa memaafkan mu tapi tidak sekarang, aku butuh waktu. Sekarang pergilah"

__ADS_1


"Baby, ayolah"


"Kau pilih saja mau aku yang pergi atau kau yang pergi" Ancam Nara


"Baiklah, baiklah aku yang pergi. Aku benar-benar menyesal aku minta maaf"


Sejenak Nara melihat dari raut wajah Cenzo yang seperti sangat menyesal.


"Oh ya satu lagi, mulai sekarang jangan tidur disini kita tidur terpisah, kita juga belum ada ikatan apapun jadi kau tidurlah dikamar sebelah"


Cenzo hanya pasrah dengan keputusan Nara, Cenzo tak bisa berbuat apa-apa sekarang karena Cenzo tau jika dirinya memang sangat-sangat bersalah saat ini.


Cenzo akan melakukan berbagai cara agar Nara mau memaafkannya dan bersikap ceria kembali seperti dulu.


"Ajuma tolong kau awasi dia ya, aku akan kembali kekantor lagi masih banyak pekerjaan" Ucap Cenzo


"Baik tuan, maaf merepotkan anda"


"Tidak apa-apa, aku berangkat bulu"


Selepas kepergian Cenzo, Nara berbaring kembali dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Nara menangis sejadi-jadinya didalam sana


"ayolah jangan selalu mempermainkan hidupku seperti ini tuhan, kau jahat sekali. apa aku pernah berbuat dosa yang sangat besar hingga kau mengutuk takdirku" Ujar Nara dengan sesenggukan.

__ADS_1


Setelah menangis cukup lama akhirnya Nara kembali tertidur karena kelelahan mengeluarkan air mata.


Next.......


__ADS_2