Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
97. Mengunjungi Cristal


__ADS_3

Pagi sudah menjelang, Nara pun mulai membuka matanya. Setelah mendapatkan kesadaran penuh Nara pun bangun dari tidurnya. Nara melihat Cenzo yang tidur dengan sangat pulas.


"Apa aku terlalu keterlaluan padanya tadi malam" Ujar Nara pada dirinya sendiri.


Setelah itu Nara pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan segera turun ke bawah. Tak butuh waktu lama Nara pun sudah selesai dengan ritual mandinya dan langsung berpakaian.


Dirasa sudah selesai semua Nara pun turun kebawah.


"Ajuma, apa ada yang bisa saya bantu" Ucap Nara saat sampai di dapur


"Nyonya, tidak usah. Nyonya duduk saja, ini juga sudah hampir selesai"


"Baiklah kalau begitu"


"Apa Nyonya perlu sesuatu?"


"Tolong buatkan susu Ajuma, nanti bawakan ketaman belakang ya" Ucap Nara sambil menuju ke taman.


Cenzo mulai bangun dari tidurnya dan saat dia membuka mata Nara sudah tidak ada disampingnya.


"Pasti dia masih marah" Ucap Cenzo dan segera bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.


Setelah selesai bersiap-siap Cenzo segera turun ke bawah dan mencari Nara.


"Ajuma apa kau melihat Nara" Tanya Cenzo


"Nyonya sedang ditaman belakang Tuan"


Cenzo segera menyusul Nara ditaman belakang. Dari kejauhan Cenzo melihat Nara yang sedang duduk sambil melamun.


"Baby" Panggil Cenzo


Nara menyengritkan dahinya mendengar panggilan Cenzo. Nara hanya diam tak menjawab Cenzo.


Cenzo yang merasa diabaikan langsung memeluk Nara dari belakang.


"Baby jangan marah ya, aku tau kalau aku salah. Maaf ya" Ucap Cenzo


"Hemm...."


"Ayolah maafkan aku ya"


"Baiklah kalau kau memaksa"


Cenzo segera duduk disamping Nara dan memandang wajah Nara.


"Apa yang kau minum Baby?" Tanya Cenzo


"Kenapa kau memanggilku Baby lagi" Tanya Nara balik


"Aku lebih nyaman memanggilmu Baby, jadi aku tak akan mengubah panggilanku lagi"


"Terserah kau saja"


"Kau juga panggil aku Oppa saja, agar terdengar lebih muda"


"Hemmm"


Mereka berdua pun berbaikan kembali dan saling mengobrol. Nara senantiasa bersandar di dada bidang Cenzo. Bagi Nara tempat itulah yang paling nyaman baginya.

__ADS_1


"Kau tak bekerja Oppa?"


"Iya sebentar lagi aku berangkat. Kau mau ikut?"


"Apa boleh aku kerumah sakit dulu Oppa, aku penasaran dengan kabar anak Cristal"


"Kau mau pergi sendiri?"


"Tentu saja sama siapa lagi"


Cenzo berfikir sejenak. Jika Cenzo tak mengizinkan Nara pergi pasti Nara akan marah. Kalau Cenzo yang pergi menemani Nara hari ini Cenzo banyak sekali pekerjaan.


"Aku akan mengizinkanmu tapi dengan satu syarat"


"Apa itu" Tanya Nara penasaran


"Kau akan pergi dengan bodyguard dan saat jam makan siang kau harus datang ke kantor" Ucap Cenzo


"Baiklah kalau begitu"


"Ya sudah ayo sekarang sarapan dulu sebelum berangkat"


Mereka berdua berjalan masuk kedalam rumah untuk sarapan pagi dan setelah itu berangkat.


"Oppa apa kau yang akan mengantarkanku kerumah sakit" Tanya Nara


"Iya, sekalian aku ke kantor"


"Baiklah aku ambil tas dulu" Dengan cepat Nara pergi ke kamar untuk mengambil tasnya.


"Ayo Oppa aku sudah siap" Kata Nara sambil berlari kearah Cenzo


"Jangan lari-lari Baby nanti kau bisa jatuh" Ucap Cenzo


"Oppaaaaaa......" Teriak Nara


Cenzo yang melihat Nara akan jatuh segera berlari mendekati Nara dan langsung menangkap tubuh Nara. Telat sedetik saja Nara mungkin sudah terjatuh kelantai.


"Kan sudah aku bilang jangan lari-lari, kau keras kepala sekali Nara" Teriak Cenzo pada Nara.


"Maafkan aku" Jawab Nara sambil menahan air matanya.


"Kau berlari-lari seperti itu apa kau tak memikirkan anakmu jika terjadi apa-apa" Cenzo sunggu marah sekarang pada Nara karena kecerobohan Nara


"Aku kan sudah meminta maaf, aku janji tak akan mengulanginya lagi" Ucap Nara sambil menangis.


Cenzo yang melihat Nara menangis langsung membawa Nara kepelukannya.


"Jangan diulangi lagi ya, aku sangat khawatir. Kalau sampai terjadi apa-apa padamu dan Junior aku tak akan bisa memaafkan diriku sendiri" Ucap Cenzo sambil mengelus kepala Nara. Nara menanggapinya dengan anggukan.


"Sudah jangan menangis, sekarang kita berangkat ya" Cenzo melepas pelukannya dan menghapus air mata Nara.


Cenzo menuntun Nara masuk kedalam mobil, setelah itu Cenzo pun masuk dan segera menjalankan mobilnya.


"Sudah jangan dipirkan Baby"


"Iya Oppa"


Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit mereka pun sampai di rumah sakit. Seperti yang sudah Cenzo bilang tadi, Nara harus dijaga oleh bodyguard.

__ADS_1


"Oppa aku masuk dulu ya, kau hati-hati dijalan. Kalau sudah sampai kabari aku" Ucap Nara


"Iya. Sudah sana masuk" Kata Cenzo setelah itu mengecup kening Nara.


"Bye Oppa. Love you"


"Love you too"


Setelah melihat mobil Cenzo yang mulai menjauh Nara pun segera masuk kedalam.


"Ayo masuk" Ajak Nara kepada Bodyguard itu.


"Baik Nyonya"


Nara pun berjalan menuju ke resepsionis terlebih dahulu untuk menanyakan ruang rawat Mate. Setelah mengetahui ruangan Mate, Nara segera menuju kesana.


Tok... tok...tok....


Setelah mengetuk pintu Nara segera masuk kedalam. Ternyata saat ini Cristal sedang menyiapi Mate makan tapi Mate selalu menolak.


"Selamat pagi" Sapa Nara.


Cristal dan Mate mengalihkan pandangannya kepada Nara.


"Nyonya kau datang" Kata Cristal


"Dia siapa Ma" Tanya Mate


"Aunty itu yang sudah menolong Mate saat Mate sakit" Jawab Cristal.


"Kenapa kau tak mau makan Boy?" Tanya Nara pada Mate


"Makanannya tak enak Aunty, Mate tak suka" Jawab Mate dengan suara yang sangat imut


"Terus Mate mau makan apa?"


"Mate mau makan ice krim dan brownis yang banyak"


"Baiklah akan Aunty belikan, tapi Mate harus makan dulu ya"


"Oke Aunty" Dengan tangan mungilnya Mate segera mengambil mangkuk bubur di tangan Mamanya dan langsung melahapnya.


"Nyonya jangan dengarkan perkataan Mate" Ucap Cristal


"Tidak apa-apa Cristal. Aku tak keberatan"


"Terimakasih Nyonya, Nyonya banyak sekali membantu saya"


"Sama-sama. Tapi mulai sekarang jangan panggil aku nyonya lagi ya, aku tak nyaman mendengarnya, panggil saja Nara"


"Baiklah"


"Usia Mate sekarang berapa Cristal" Tanya Nara


"Sekitar 1 tahun setengah Nara"


"Sudah besar ya, dia sudah bisa jalan?"


"Sudah nyonya"

__ADS_1


Nara dan Cristal melihat Mate makan dengan sangat lahap. Wajahnya sekarang belepotan dengan bubur dan itu membuatnya terlihat sangat lucu.


Next......


__ADS_2