
Setelah sampai di restoran Nara mengajak mereka semua untuk masuk kedalam. Suho pun yang awalnya menolak karena mendapat ancaman dari Nara pun akhirnya turut ikut masuk juga.
Nara meminta Cenzo untuk menghubungi Jimin agar menyusul ke restoran juga. Entah apa yang terjadi kepada Nara tapi Nara sangat ingin berkumpul dengan orang-orang terdekatnya sekarang.
"Oppa aku tak mau tau dalam waktu 10 menit Jimin sudah harus ada disini" Keputusan Nara tidak bisa diganggu gugat.
Cenzo pun dengan cepat langsung menghubungi Jimin.
"Jimin kau sekarang juga datanglah ke restoran Y, 10 menit kau tidak datang lihat saja apa yang akan terjadi" Ancam Cenzo saat panggilan sudah terhubung
"Kau ini kenapa memaksa seperti itu. Memangnya apa yang berani kau lakukan" Ucap Jimin dari sebrang telpon
"Jika kau tak datang dalam waktu 10 menit, Mate akan ku kirim ke Itali"
"Dasar psikopat. Tunggu saja aku akan berangkat"
"Target sudah dalam perjalanan kesini Baby, kita tunggu saja" Ucap Cenzo sambil berjalan menghampiri Nara
"Baiklah kalau begitu, semuanya duduklah yang tenang sampai Jimin datang baru akan memesan makanan"
__ADS_1
Suho lebih takut kepada Nara daripada Cenzo, entah kenapa melihat Cenzo yang sangat penurut kepada Nara membuat Suho menjadi tidak yakin kepada Cenzo.
Tepat setelah 10 menit terlihat Jimin yang baru saja masuk kedalam restoran.
"Aku tidak telat kan" Ucap Jimin dan langsung duduk di kursi sebelah Suho dan Mate.
"Kau telat 15 detik" Jawab Cenzo dengan sinis
Mereka mulai memesan makan dan makan siang bersama-sama.
Nara begitu bahagia karena bisa makan bersama-sama seperti ini. Sudah lama sekali Nara tak makan bersama dengan mereka.
Agar tidak mengganggu Nara memberi Clay buah-buahan dan membiarkan Clay untuk memakannya sendiri.
Saat sudah sampai dirumah Cenzo membawa Clay yang sedang tertidur ke kamarnya setelah itu menyusul Nara yang masih ada dibawah.
"Baby kau dimana" Panggil Cenzo dengan berteriak dari atas tangga
"Belakang" Jawab Nara dan tak segan mengeraskan suaranya juga agar Cenzo mendengarnya.
__ADS_1
Cenzo dengan cepat menyusul Nara yang sedang duduk di kursi taman sambil melamun.
"Apa yang sedang kau pikirkan hemm" Tanya Cenzo sambil membawa Nara kedalam pelukannya.
"Oppa, jika aku pergi apa kau tidak keberatan" Ucap Nara secara tiba-tiba
Cenzo yang terkejut langsung memegang wajah Nara agar menghadap kearahnya
"Apa yang kau bicarakan. Aku tidak suka jika kau bicara seperti itu" Kata Cenzo
Nara hanya tersenyum seperti sedang tak berbuat kesalahan.
"Aku hanya bertanya Oppa, aku kan hanya berandai-andai"
"Aku sangat tidak suka jika ada orang yang bermain-main dengan ucapannya seperti kau sekarang" Ujar Cenzo dengan tegas
"Tapi ingatlah perkataanku ini, Jika aku pergi darimu, kau harus berjanji untuk melanjutkan kehidupanmu selanjutnya oke"
Dengan cepat Cenzo langsung menyumpal mulut Nara dengan mulutnya agar tidak bisa berbicara macam-macam lagi.
__ADS_1
Setelah ciuman itu berlangsung cukup lama Cenzo pun mengajak Nara untuk masuk kedalam kamar dan beristirahat.
Next....