Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
141. Kira-kira siapa?


__ADS_3

Mereka bertiga sedang menunggu di depan ruangan operasi Nara. Cenzo mencoba untuk menyembunyikan kesedihannya di depan Clay agar Clay tak rewel. Tapi tak bisa dipungkiri bahwa Cenzo merasa sangat hancur sekarang, hancur yang kesekian kalinya.


Lucca yang saat itu sedang duduk termenung disamping Suho yang sedang mengecek kerjaan lewat ponselnya, tiba-tiba saja ponsel milik Lucca berbunyi. Lucca segera mengambil ponsel itu dan saku celananya dan berjalan menjauh dari Suho dan duduk di kursi sebrang


Lucca melihat ponselnya terlebih dahulu dan yang menghubunginya adalah anak buahnya tadi. Lucca dengan cepat langsung mengangkat panggilan tersebut siapa tau anak buahnya itu memiliki informasi penting yang akan disampaikan kepada Lucca.


"Ada apa?" Ucap Lucca saat panggilan sudah terhubung.


"Bos, kami sudah berhasil menangkap orang tadi yang melepaskan tembakan ke mobil anda" Kata anak buahnya


"Dimana kalian sekarang" Ujar Lucca sambil berdiri dari duduknya


"Di markas biasa bos"


Akibat tembakan tersebut kaca belakang mobil milik Cenzo jadi berlubang, Lucca juga sangat ceroboh tadi kenapa dia tak meminta anak buahnya untuk membawakan mobil milik Cenzo yang anti peluru.


Lucca segera mengakhiri panggilan tersebut dan berjalan menghampiri Cenzo yang saat itu sedang berada di depan pintu ruang operasi sambil mengelus-elus punggung Clay.


"Anak buahku sudah menangkap mereka" Ucap Lucca setengah berbisik


"Benarkah, ayo kita kesana" Cenzo sudah tidak sabar untuk memberi pelajaran kepada para bajingan itu.


Cenzo sudah mengetahui hal itu dari Suho karena Suho langsung menelpon anak buah dadi Lucca tadi begitu Lucca memberitahukan jika dirinya sedang ada dirumah sakit.


Sebenarnya Cenzo juga tak pernah ketinggalan semua berita tentang Nara. Walaupun Lucca dan Jimin kabur untuk mencari Nara dan Clay, Cenzo juga tau tapi Suho dengan sekuat tenangnya menghadang Cenzo agar tak ikut menyusul Lucca dan Jimin.


Cenzo pun memberikan Clay kepada Suho dan meminta Suho untuk menjaga Clay sekaligus dengan Nara.


"Tolong jaga anakku dengan baik, nanti akan ada anak buah Lucca yang datang untuk menjaga kalian" Ucap Cenzo


"Baik bos" Suho langsung memasukkan ponselnya kedalam saku jasnya dan mengambil Clay dari gendongan Cenzo.

__ADS_1


"Sebentar lagi Mate juga akan datang, jadi aku mempercayakan mereka semua kepadamu"


"Baik bos"


Cenzo pun langsung berjalan pergi bersama dengan Lucca. Aura menyeramkan sudah memenuhi tubuh Cenzo seakan-akan dia akan mencabik-cabik habis musuhnya nanti.


Entah kenapa Suho sangat-sangat takut melihat ekspresi Cenzo yang seperti itu. Dari dahulu jika Cenzo sudah merubah ekspresinya menjadi menyeramkan Suho akan berpamitan untuk pergi dan melarikan diri agar tidak berhadapan dengan Cenzo. Padahal Suho sudah bekerja dengan Cenzo sangat lama tapi rasa takutnya tidak juga hilang.


Setelah sampai diparkiran Cenzo langsung masuk kedalam mobil dan duduk dibelakang pengemudi.


"Biar aku saja yang bawa mobilnya" Ucap Lucca


"Tidak, kau terlalu lama mengemudikannya" Tolak Cenzo


Lucca menutup matanya menarik nafasnya dalam-dalam. Lucca lupa jika kakaknya yang satu ini adalah orang paling keras kepala yang pernah dia temui dan hanya ada satu di dunia yaitu Cenzo sendiri.


"Jangan keras kepala kak" Ucap Lucca dengan pelan


"Kalau kau tak membiarkan aku yang mengemudikan mobilnya aku tidak akan memberitahukan tempat mereka ditahan padamu" Ini adalah ancaman Lucca yabg terakhir dan jika tak berhasil juga maka Lucca harus membiarkan Cenzo yang membawa mobilnya.


Cenzo mencoba berpikir sejak sambil melihat kearah Lucca dengan tampang yang menyeramkan.


"Baiklah kau saja yang bawa" Ucap Cenzo dan langsung bergeser duduk di kursi sebelahnya.


Lucca tersenyum mendengar perkataan Cenzo Lucca segera masuk kedalam mobil dan langsung melajukan mobilnya ketempat yang sudah anak buahnya katakan tadi.


"Aku sudah lama tak bersenang-senang kak, apa kau tidak grogi?" Tanya Lucca sambil mengemudikan mobilnya


"Tidak, aku malah tidak sabar ingin menghabisinya dengan tanganku sendiri" Jawab Cenzo.


"Jangan terburu-buru kak, kita harus bisa membuatnya mengaku siapa yang sudah menyuruhnya. Barus setelah itu kau bebas melakukan apapun sesuai kemauan mu" Lucca mencoba memberikan arahan kepada Cenzo agar Cenzo tidak langsung membunuh musuhnya nanti

__ADS_1


"Kau benar, aku begitu penasaran siapa orang yang sudah mengganggu orang tersayang ku sampai-sampai membuang anak dan istri ku jauh-jauh" Ucap Cenzo


"Kalau menurutku sepertinya dia bukan orang jauh. Dia memiliki hubungan dengan kakak ipar pastinya, tidak mungkin jika orang tersebut rekan bisnismu"


"Betul juga katamu Lucca, tapi siapa dia?"


"Entahlah aku juga tak tah"


"Kau pikirkan siapa dulu yang akan menjadi target tersangka mu nanti kak sebelum para bajingan itu mengaku" Kata Lucca


"Kalau dari keluarga Nara tidak mungkin karena papa Nara masih dipenjara dan Mamanya sudah pindah keluar negeri bersama dengan kekasih mudanya" Ujar Cenzo yang sedang memutar otaknya


"Bagaimana dengan teman kakak ipar?" Tanya Lucca


"Temannya sangat banyak, tapi yang paling dekat dengan Nara satu teman perempuannya aku juga lupa dengan namanya, tapi Nara sering bercerita tentang dia kepadaku" Jelas Cenzo


"Mungkin dia" Ucap Lucca


"Sudahlah kita lihat saja nanti, melaju lah dengan kencang agar kita cepat sampai disana"


Lucca pun langsung menginjak gas mobil tersebut dan melajukan dengan cepat.


.


.


Next.....


Jangan bosen-bosen mampir kesini ya, maaf juga kalau author seminggu lalu jarang update author lagi liburan tahun baru dan kadang nggak sempat sama sekali untuk update jadi mohon dimaklumi.


Sekian dari author terima kasih.............

__ADS_1


__ADS_2