
Cenzo langsung duduk disamping Nara dan memegang tangan Nara.
"Kenapa begini lagi. Maaf aku tak datang tepat waktu untuk menyelamatkanmu" Ucap Cenzo
Setalah beberapa saat Nara pun mulai sadar dari pingsannya. Cenzo langsung berdiri melihat ke arah Nara.
"Kau sudah bangun Baby"
Nara yang mendengar ada suara langsung bangun dan duduk melihat kearah Cenzo.
"Pergi" Ucap Nara dengan ketakutan, bahkan tangan Nara sampai bergetar.
Cenzo segera memegang tangan Nara
"Ini aku Baby, aku Cenzo" Jelas Cenzo
"Pergiiiiiii....... "Nara mulai berteriak dan mengamuk seperti hilang kendali.
Nara berteriak-teriak tak karuan hingga membuat Cenzo semakin khawatir akan keadaan Nara sekarang.
"Pergi brengsek aku tak mau melihatmu lagi" Teriak Nara dengan menangis.
Melihat Nara yang tak kunjung tenang, Cenzo langsung memencet tombol di samping ranjang Nara untuk memanggil Dokter.
Cenzo berusaha untuk menenangkan Nara dengan cara memeluk Nara tapi Nara tetap tak mau dia, Nara semakin ketakutan.
Dokter yang baru saja datang langsung masuk dan terkejut melihat Nara yang mengamuk.
"Tolong pegang dia dengan kuat" Ucap dokter itu.
Cenzo memegangi Nara dengan sangat kuat hingga dokter menyuntik Nara dengan obat bius.
Nara perlahan-lahan mulai kehilangan kesadarannya dan Cenzo membaringkan Nara ditempat tidur.
__ADS_1
"Sebenarnya apa yang terjadi" Tanya Cenzo pada dokter itu.
"Silahkan keruangan saya, kita bicarakan disana"
Cenzo pun mulai mengikuti dokter itu keruangannya. Setelah sampai disana dokter itu mempersilahkan Cenzo untuk duduk dan langsung memulai pembicaraan yang serius.
"Katakan" Ucap Cenzo
"Sepertinya Nona sedang mengalami trauma tentang kejadian yang baru saja menimpanya" Jelas dokter itu
"Lantas bagaimana"
"Seiring berjalannya waktu dia akan melupakan kejadian itu dengan dukungan dari seseorang"
"Baiklah" Ucap Cenzo dan langsung pergi.
Cenzo kembali keruang rawat Nara lagi. Cenzo tak ingin kejadian seperti kemarin menimpa Nara kembali.
Dengan menunggu Nara sadar kembali Cenzo mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Kau datanglah kesini sekarang juga, aku tak mau menunggumu"
Setelah bicara seperti itu Cenzo langsung mematikan panggilan telpon dan kembali duduk disamping Nara.
Ditempat lain terlihat Soobin sedang bertemu dengan seseorang.
"Bagaimana dia bisa kabur" Teriak orang tersebut.
__ADS_1
"Saat itu dia sedang pingsan jadi aku pergi kebawah untuk mengubungi dokter dan lupa mengunci pintu kamar" Jelas Soobin
Pria itu pun langsung marah dan memukul Soobin dengan sangat kencang.
"Aku sudah memintamu untuk mengurung Nara agar dia tak jadi menikah dengan Vincenzo"
"Dia kan Anak kandung anda sendiri kenapa anda tak membawa Nara pulang ke rumah anda"
Soobin tak habis pikir dengan papa Nara ini.
Waktu itu saat Soobin sedang minum-minum disebuah bar, Papa Nara yaitu Sam datang dan meminta bantuan kepada Soobin untuk menculik Nara dan membawa Nara kabur.
Bahkan Papa Nara menawarkan sejumlah uang dan tak keberatan jika Soobin meniduri Nara ataupun menyiksa Nara yang penting Nara tak bersama dengan Vincenzo.
"Sekarang kau urus sendiri saja tuan. Aku akan mendatangi Nara dan bilang pada Nara jika semua yang ku lakukan atas perintah dari tuan" Ucap Soobin dan langsung pergi meninggalkan Papa Nara
Papa Nara yang mendengar itu langsung emosi dan menghancurkan barang-barang yang ada di depannya.
Sebenarnya Sam sangat tak suka jika Nara bersama dengan Cenzo karena itu akan membuat perusahaannya dipandang rendah. Sam tak ingin jika putrinya menikah dengan saingan bisnisnya sendiri. Jadi Sam haru menggunakan berbagai cara agar Nara tak lagi bersama dengan Cenzo.
__ADS_1
Next ....