Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
35. Pembalasan Cenzo 2


__ADS_3

Sementara ditempat lain Suho terlihat sedang membawa dua wanita tadi ke sebuah hotel.


Wanita itu bernama Rosa dan Clara.


Saat didalam mobil mereka hanya bisa diam, mereka tak berani bertanya pada Suho. Suho sendiri memasang wajah yang garang dan dingin.


Sesampainya di depan hotel Suho langsung menyuruh mereka turun.


"Cepatlah turun" Ucap Suho dengan tegas.


Mereka pun turun dengan cepat takut membuat Suho marah jika menunggu. Saat sudah turun mereka bingung kenapa mereka dibawa ke sebuah hotel.


"Maaf tuan kalau boleh tau kenapa kami dibawa kesini?" Tanya Rosa


"Kalian kan tau sendiri kalau akan dipecat oleh bos. Jadi sebagai bonus kalian akan menginap disini sampai lusa" Jelas Suho


"Benarkah tuan" Ucap Clara tidak percaya.


"Benar. Kalau kau tidak percaya ya sudah, kau tanggung sendiri amarah bos nanti"


"Oke oke aku percaya sekarang"


Suho pun mengantar mereka masuk ke kamar suite room.


"Kalian satu kamar ya. Ingat jangan macam-macam. Makanan sudah disiapkan semua jadi tak udah memesan lagi" Jelas Suho


"Waahhh.... Bagus banget" Ucap Clara


"Sampaikan ucapan terimakasih kita pada bos" Kata Rosa


Tanpa memperdulikan ucapan wanita itu Suho pun segera pergi dan tak lupa Suho mengambil kunci kamar tersebut. Ya, mereka dikurung dikamar tersebut dan tak akan bisa kabur karena letak kamar tersebut dilantai paling atas.


"Dasar wanita bodoh" Ujar Suho.



Di kantor Cenzo kembali menyelesaikan pekerjaannya dan Nara tertidur pulas di sofa.


Setelah makan tadi Cenzo membersihkan luka ditangan Nara dan membalutnya dengan perban.



Tok... tok... tok...


__ADS_1


"Masuk" Ucap Cenzo dari dari dalam



Terlihat Suho sudah datang dan memberi kabar untuk Cenzo.


"Semua sudah beres Bos" Ucap Suho


"Bagus. Kau memang bisa diandalkan" Kata Cenzo sambil berdiri dan menepuk pundak Suho



"Kau tak lupa mengurung mereka kan?" Tanya Cenzo


"Tidak bos. Mereka tak akan bisa keluar"


"Biarkan saja mereka bersenang-senang dahulu sebelum mendapatkan balasan karena berani membuat wanitaku terluka"


"Iya bos"


"Kau kembalilah bekerja"


"Baik bos saya permisi"




Hari semakin berlalu. Saat ini terlihat Rosa dan Clara sedang makan malam didalam hotel. Mereka tadi mencoba untuk keluar jalan-jalan tapi entah kenapa pintunya tidak bisa dibuka.


Mereka tidak berfikir macam-macam, mungkin ini yang dimaksud hukuman oleh Cenzo mengurung mereka didalam kamar.


"Waahhhh.... Kenyang banget" Ucap Clara


"Iya nih.... Gue mandi dulu ya" Kata Rosa


"Buruan"


Saat Rosa mandi Clara hanya sibuk menonton televisi. Tiba-tiba pintu kamar mereka terbuka, Clara reflek langsung melihat kearah pintu. Clara begitu terkejut saat melihat ada 3 pria masuk kedalam kamar mereka.


"Mau apa kalian" Ucap Clara


"Ohh hay cantik, sendirian saja nih" Ucap pria yang ada di barisan paling depan.


"Pergi. Kalian pasti salah kamar kan"

__ADS_1


"Tidak. Ini benar kan kamar nomor 561"


Wajah Clara begitu pucat pasi. Dia bingung sebenarnya apa yang terjadi sekarang, kenapa tiba-tiba ada pria yang masuk kedalam kamarnya.


Beberapa saat kemudian Rosa keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk saja. Dia terkejut saat melihat ada pria didalam kamarnya. Rosa pun segera kembali ke kamar mandi untuk memakai pakaiannya yang tadi. Setelah selesai Rosa langsung menghampiri Clara.


"Lo yang manggil mereka semua" Tanya Rosa


"Gila aja, enggak lah. Elo tau sendiri kan kalau pintu kamar kita nggak bisa di buka. Gimana juga gue mau manggil" Jawab Clara.


Di luar kamar terlihat Mark yang sedang menghubungi seseorang.


"Hallo bro" Ucap Mark saat panggilan sudah terhubung


"Gimana Mark" Tanya seseorang dari sebrang telpon


"Gue udah di lokasi V. Mereka aman, gue bawa 3 temen gue"


Ya, saat ini Mark sedang menghubungi Cenzo untuk memberi tahu kalau dia sudah siap memulai aksinya.


"Oke. Selamat bersenang-senang" Ucap Cenzo dan langsung mengakhiri panggilan secara sepihak


"Dasar kulkas" Kata Mark kemudian memasukkan ponselnya kedalam saku celananya dan berjalan masuk kedalam kamar tersebut


Begitu Mark masuk terlihat 2 orang wanita yang sedang berdiri didepan temannya. Kalau dilihat-lihat bodinya lumayan juga, pikir mark.


Clara dan Rosa yang melihat Mark masuk menjadi sangat ketakutan. Apalagi begitu masuk Mark langsung menutup pintunya dan melihat mereka berdua dari unjung kepala samapi ujung kaki.


"Ikat mereka ditempat tidur" Ucap Mark tiba-tiba


Teman-teman Mark tadi langsung menarik Clara dan Rosa untuk mengikatnya.


"Apa yang kau lakukan brengsek" Teriak Rosa


"Diam kau ******" Ucap teman Mark yang bernama Roy


"Lepaskan aku" Ucap Clara yang terus memberontak.


Teman Mark yang lain bernama Samuel dan Jake ini memang seorang yang tak sabaran. Jake langsung menampar pipi Clara dengan sangat kuat.


"Diamlah jika kau tak ingin aku berbuat kasar. Cukup patuh saja"


Akhirnya mau tidak mau Rosa dan Clara pun pasrah saat tangan dan kaki mereka diikat di atas tempat tidur.


Next.....

__ADS_1


__ADS_2