
Sambil menunggu dalang dibalik kekacauan ini ditangkap, Cenzo, Lucca dan Jimin merayakannya dengan makan-makan dirumah Suho.
Sekitar tiga luluh menit Lucca sudah mendengar dari alat sadap suara yang dia pasang di tubuh Jay dan El kalau Pemimpinnya sudah ditangkap.
"Sepertinya bosnya sudah ditangkap, bagaimana langsung kesana apa habiskan makanannya dulu?" Kata Lucca
"Langsung berangkat saja" Cenzo langsung bangun dan menggunakan jaket serta topinya berjalan keluar dan masuk kedalam mobi.
Lucca dan Jimin langsung masuk kedalam mobil. Jimin mengambil alih pengemudi seperti biasanya. Lucca sendiri mulai memikirkan rencana yang akan digunakan sekarang.
"Dua orang itu cukup handal juga" Ucap Jimin
"Kau benar, aku sedang memikirkan bagaimana jika dia kuangkat menjadi anak buahku" Kata Lucca
"Kau benar" Sahut Jimin
"Hanya dalam waktu satu hari dia sudah berhasil menangkap bosnya sendiri" Ucap Lucca
"Iya, nanti kalau dia jadi anak buahmu mungkin mereka berdua dengan mudah akan membunuhmu juga" Ujar Cenzo dengan nada bicara yang sedikit kesal
Jimin dan Lucca pun berfikir sejenak, benar juga apa yang Cenzo bicarakan. Tapi kita lihat saja Nanti, jika memang dua orang itu bersungguh-sungguh padanya Lucca akan melatihnya seperti anak buahnya yang lain.
Tidak mudah untuk menjadi pengikut Lucca. Setidaknya mereka harus menjalani latihan sekitar satu tahun bisa juga lebih agar mereka menjadi lebih terlatih dan kuat.
Lucca tak mau jika memiliki anak buah yang lemah dan itu akan menjadi beban bagi timnya.
Karena Jimin melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, Mereka pun akhirnya sampai di markas tempat penyekapan para bajingan itu.
Cenzo sudah tak sabar langsung masuk kedalam mendahului Lucca dan Jimin yang masih turun dari dalam mobil.
"Dia sudah tidak sabar seperti ingin bertemu dengan pujaan hatinya" Ucap Jimin
"Entahlah kakakku memang berbeda" Kata Lucca
Mereka berdua pun langsung menyusul Cenzo yang ada didalam.
Di ruang penyekapan terlihat ada sepuluh orang yang menjadi tersangka disana. Cenzo langsung duduk di kursi depan para bajingan itu.
Posisi mereka sudah diikat semua dan dalam keadaan tidak sadarkan diri. Pandangan Cenzo tertuju ke seorang perempuan yang ada tepat di depannya.
__ADS_1
"Jadi kau dalang dari semua ini, kau yang telah membuat istriku menderita. Dasar pelacur" Ucap Cenzo
Tak lama kemudian Jimin dan Lucca datang.
"Wahh.... banyak sekali, puas kita bermain jika seperti ini" Ucap Jimin dan Lucca hanya tersenyum saja sambil memperhatikan Cenzo.
"Arron cepat hidupkan keran air yang ada diatas para bajingan ini" Ucap Lucca kepada salah satu anak buahnya yang ada disana
"Baik bos" Arron langsung menarik tuas yang ada di sampingnya dan seketika air langsung mengalir deras dari atas atap.
Para bajingan itu seketika langsung bangun dan gelagapan karena suho air yang sangat dingin sekali.
"Aaggghh.... brengsek dingin sekali, cepat matikan ini semua" Ucap salah satu bajingan itu.
Lucca langsung mengangkat tangannya buka untuk mematikan airnya, tapi untuk membuat airnya semakin deras dan semakin dingin.
Para bajingan itu langsung berteriak-teriak karena kedinginan dan lagi mereka dalam kondisi diikat.
"Matikan saja, kita mulai sekarang" Ucap Cenzo dan anak buah Lucca langsung mematikan kerannya.
"Kalian semua keluar dari sini" Ucap Lucca kepada anal buahnya yang sedang berjaga disana.
Cenzo melihat orang yang sedang ada didepannya ini. Cenzo hanya akan menyiksa beberapa orang saja dan yang lain Cenzo sudah memiliki rencana.
Tiga orang lainnya Cenzo meminta Lucca dan Jimin untuk membawa mereka ke kandang Bamm dan tiga lagi ke kolam buaya di belakang kandang Bamm.
"Peliharaan ku pasti akan sangat kenyang sekarang" Ucap Lucca sambil menyeret satu orang.
"Kalian semua cepat bawa para bajingan ini ke kolam belakang" Teriak Jimin dan anak buah Lucca langsung sigap membawa mereka semua pergi dari sana.
"Ampuni kami tuan, kami sangat menyesal, kami hanya menjalankan perintah saja" Teriak para orang itu.
Sekarang diruang penyekapan hanya da Cenzo dan para bajingan depannya ini. Cenzo mendekat kearah Dita dan berjongkok tepat didepan wajah Dita. Dita hanya menundukkan kepalanya saja ketakutan.
"Kenapa kau menunduk" Ucap Cenzo tapi tidak ada jawaban sama sekali dari Dita.
"Kenapa kau melakukan semua ini?, apa yang kau inginkan sebenarnya?" Tanya Cenzo dan Dita langsung memandang wajah Cenzo
"Kau, yang ku inginkan adalah Kau" Jawab Dita
__ADS_1
Cenzo sekarang mengerti kenapa Dita melakukan semua ini.
"Aku, kau menginginkan aku" Ucap Cenzo
"Iya aku menginginkanmu" Dita langsung mendapat tendangan dari Alex yang ada di belakangnya.
"Jika kau menginginkanku kenapa tak langsung datang menghampiriku, kenapa kau malah menyelakai Nara" Ucap Cenzo
"Karena aku tau kau begitu menyukai Nara"
Dita hanya menatap wajah Cenzo tanpa mau mengalihkannya sama sekali. Entah kenapa tiba-tiba Dita mendekatkan wajahnya ke wajah Cenzo dan berniat untuk mencium Cenzo.
Cenzo yang terkejut langsung menampar wajah Dita dengan sangat keras.
"Sialan kau ******, pelacur, apa yang akan kau lakukan ha?" Teriak Cenzo sambil berdiri.
Cenzo langsung mengambil gunting dari dalam berangkas yang ada disampingnya. bertepatan saat itu Jimin dan Lucca sudah kembali.
"Kalian berdua cepat pegang ****** ini" Ucap Cenzo sambil menunjuk kearah Dita.
Setelah Jimin dan Lucca memegangi kepala Dita Cenzo pun mendekat dan mulai memotong rambut milik Dita hingga sangat pendek.
"Jangan lakukan ini brengsek jangan" Teriak Dita sambil mecoba memberontak tapi usahanya sia-sia karena jimin dan Lucca memeganginya dengan sangat kencang.
"Sebenarnya aku tak suka bermain dengan yang lemah, jadi kau urus dua jangan itu Jimin, aku dan Lucca akan mengurus dua bajingan itu" Ucap Cenzo
"Terserah kau saja, bagiku pria ataupun wanita sama saja" Kata Jimin
Mereka bertiga pun mulai menjalankan aksinya. Menggunakan semua alat untuk menyiksa bajingan itu. Teriakan dan Darah pun sudah berceceran dimana-mana.
Cenzo meminta Lucca dan Jimin untuk menyiksa mereka sewajarnya saja dan jangan sampai mereka meninggal karena disiksa seperti ini.
"Biarkan mereka meninggal dengan sendirinya" Ucap Cenzo
Setelah puas menyiksa mereka Jimin, Lucca dan Cenzo pun berdiri didepan mereka dan tiba-tiba Cenzo berjalan kearah tuas dan menarik tuas tersebut agar air keluar dari atas atap seperti tadi, tapi air yang Cenzo gunakan adalah air panas.
Para bajingan itu langsung berteriak begitu air mengenai kulit mereka. Bayangkan saja, luca yang baru saja mereka dapatkan sudah tersiram olah air panas.
"Sudah kak ayo kita pulang jika terus seperti ini mereka bisa mati" Ucap Lucca dan Cenzo pun langsung mematikannya.
__ADS_1
Cenzo, Lucca dan Jimin langsung berjalan keluar dan pergi dari sana. Mereka bertiga tidak bisa pulang ke rumah dengan baju yang penuh darah seperti ini, jadi Mereka bertiga akan pulang ke rumah Suho terlebih dahulu untuk membersihkan diri.
Next.....