
Nara sejak tadi tak beranjak sekali pun dari tempat duduknya. Nara selalu menggenggam tangan Cristal yang terasa sangat dingin itu. Sedangkan Cenzo sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Jimin pun hanya diam seperti tadi sambil memangku Mate yang sedang tertidur.
Jam telah menunjukkan pukul 5 sore. Cenzo meminta Nara untuk beristirahat tapi Nara dengan cepat menolaknya karena tak ingin meninggalkan Cristal.
"Baby ayolah, setidaknya tidurlah sebentar di sofa" Cenzo mencoba membujuk Nara
"Aku tak mau Oppa. Kenapa sulit sekali bicara denganmu" Ucap Nara dengan sedikit marah
"Apa kau tak memikirkan Junior ha?, Kau mungkin tak kelelahan tapi dia butuh istirahat dan makanan" Bentak Cenzo.
Nara seketika teringat dengan anaknya itu.
"Maafkan Mami ya sayang" Ucap Nara sambil mengelus perutnya.
Saat Nara akan berdiri dan melepaskan genggaman tangannya, tangan Cristal bergerak. Nara seketika langsung duduk kembali sambil menunggu Cristal membuka mata.
"Cristal kau bisa mendengarku" Nara memanggilnya saat Cristal perlahan-lahan mulai membuka matanya.
"Mate....." Ucap Cristal dengan sangat lemah.
Jimin segera membawa Mate ke Cristal. Cristal yang melihat Jimin menggendong Mate seketika tersenyum.
"Tolong rawat anakmu dengan baik ya, tugasku untuk merawatnya sudah selesai. Nara kau bantu dia merawat Mate ya" Kata Cristal sambil mengelus kepala Mate yang sedang tertidur.
"Apa maksudmu ini Cristal, kau tak boleh bicara seperti itu" Ucap Nara
"Aku senang Mate bisa bertemu dengan Papanya, pasti dia sangat bahagia. Terimakasih Nara karena kau membantuku dengan sangat banyak. Kalian semua tolong jaga putraku" Setelah berkata seperti itu Cristal mulai menutup matanya secara perlahan.
Tit... tit... titttttttttttttt........
__ADS_1
Monitor di samping Cristal seketika mengeluarkan bunyi yang sangat nyaring, bahkan grafisnya berubah menjadi datang.
"Cristal bangun" Ucap Nara sambil mengguncang tubuh Cristal.
Jimin meletakkan Mate di sofa dan segera melakukan pertolongan kepada Cristal tapi ternyata sia-sia.
"Aku terlambat, dia sudah meninggal. Aku akan memanggil dokter" Ucap Jimin sambil berjalan dan menggendong Mate kembali setelah itu keluar.
"Oppa dia akan selamat kan" Tanya Nara kepada Cenzo sambil menangis.
"Jangan menangis Baby, biarkan dia tenang" Ucap Cenzo sambil memeluk tubuh Nara.
Karena tak bisa mengendalikan dirinya Nara pun pingsan dalan pelukan Cenzo.
"Baby sadarlah" Cenzo sangat panik dan segera membawa Nara agar diperiksa oleh dokter.
"Kenapa keadaannya jadi seperti ini" Ucap Cenzo saat menunggu Nara selesai diperiksa.
"Bagaimana keadaan istri ku?" Tanya Cenzo
"Tubuhnya begitu lemah karena tak mendapatkan makanan yang cukup dan banyak pikiran, jadi kami harus memberinya infus"
"Apa kandungannya baik-baik saja"
"Sejauh ini baik, janinnya begitu kuat. Tapi anda juga harus memperhatikan istri anda agar makan dengan teratur"
"Baiklah"
Cenzo segera masuk keruangan Nara dan terlihat Nara sudah mulai siuman.
__ADS_1
"Oppa, Cristal bagaimana?" Tanya Nara dan mulai meneteskan air matanya
"Baby sudah berhentilah, dia sudah pergi biarkan dia tenang. Kau tak akan menangisinya terus menerus seperti ini kan. Pikirkanlah Junior bagaiman jika dia kenapa-kenapa" Jelas Cenzo
"Lantas aku harus bagaimana Oppa?"
"Lakukan sewajarnya saja. Kau boleh sedih tapi jangan kau menyiksa dirimu juga. Kasian Junior dan kau tak memikirkan Mate jika dia melihatmu seperti ini"
"Maafkan aku. Tolong antarkan aku ke Cristal"
"Akan ku ambilkan kursi roda terlebih dahulu"
Cenzo pergi mengambil kursi roda untuk Nara dan setelah itu membantu Nara duduk dan mengantarkan Nara ke ruangan Cristal.
Saat sampai di sana dokter sudah melepaskan alat-alat di tubuh Cristal dan mayat Cristal akan segera dilakukan upacara pemakaman.
"Cenzo aku titip Mate padamu selagi aku mengurus upacara pemakaman Cristal" Ucap Jimin dengan sangat lemah.
"Tentu saja Mate akan aku bawa ke rumah"
"Terimakasih" Jimin segera pergi untuk mengurus upacara pemakaman Cristal yang akan dilakukan hari ini juga.
"Mate ikut Papa dan Mama ya" Ucap Cenzo
"Yes Papa"
"Biarkan Mate duduk di pangkuanku Oppa" Ucap Nara.
Cenzo segera mendudukkan Mate dipangkuan Nara dan mereka kembali ke ruangan Nara untuk beres-beres setelah itu pulang. Jika mereka tetap dirumah sakit kasian Mate yang akan menanyakan Cristal terus menerus.
__ADS_1
Setelah mendapatkan izin dari dokter mereka pun pulang ke rumah dengan Mate.
Next.