
Nara tidak melupakan janjinya yang akan datang ketempat kerja Cenzo membawakan makan siang.
Sebenarnya Nara sedikit kesulitan untuk meminta izin pulang dulu ke teman-temannya. Tapi berkat pengertian dari Dita akhirnya Nara pun bisa lepas.
Saat ini Nara sudah sampai di kantor Cenzo dan akan masuk. Sebelum itu Nara menuju ke resepsionis untuk menanyakan Cenzo ada apa tidak.
"Permisi, Tuan Cenzo ada apa tidak ya?" Tanya Nara
"Maksud anda Tuan Vincenzo nona?" Jawab resepsionis itu
"Aaahhh iya, Tuan Vincenzo"
"Tuan ada di ruangannya"
"Oke makasih"
Nara pun segera menuju Lift untuk naik ke ruangan Cenzo berada. Saat akan masuk ke dalam lift tiba-tiba ada yang menabrak Nara.
"Aaauuuhhhhh....."
Nara terjatuh dan makanan yang Nara bawa pun berhamburan di lantai.
"Uuppsss..... Aku menabrakmu ya" Ucap perempuan yang menabrak Nara itu.
Suasana dilobi begitu ramai. Para karyawan datang dan melihat kejadian itu.
__ADS_1
Nara pun bangun dan berjalan mengambil kotak bekal yang berhamburan dilantai tanpa memperdulikan orang-orang disekitar.
"Dasar ******. Modal cantik sama tubuh aja bangga godain tuan Vincenzo" Ujar perempuan yang menabrak Nara tadi bersama temannya.
"Kalau nggak gitu kan nggak bisa makan Ros. Kerjanya kan mudah, tinggal buka paha lebar-lebar" Ucap perempuan yang satunya.
Nara tak menghiraukan ucapan mereka. Dia tidak ingin mempermalukan Cenzo dengan membuat ribut di perusahaannya.
Saat Nara akan mengambil penutup bekal yang ada di dekat kaki wanita itu tiba-tiba tangannya diinjak oleh perempuan bernama Rosa itu.
"Aauuuhhhh..... Lepaskan, kau menyakitiku" Ucap Nara
"Ini balasan itu ****** penggoda"
Nara yang sedang kesakitan pun tidak ada yang membantunya sama sekali. Mereka hanya menyaksikan tanpa mau menolong wanita malang itu.
"Bos segeralah turun ke bawah, ini sangat gawat" Ucap Suho
"Apa maksudmu" Tanya Cenzo
"Cepatlah". Suho pun langsung mengakhiri panggilan tersebut.
Saat Suho akan menghampiri Nara ponselnya tiba-tiba berdering dan seorang rekan bisnis penting menghubunginya. Mau tidak mau Suho harus menjawab panggilan tersebut.
"Semoga bos cepat datang"
__ADS_1
Kembali ke Nara. Tak cukup dengan menginjak tangan Nara, wanita itu dan temannya menjambak rambut Nara dan memaki-maki Nara.
Nara hanya bisa menangis merasakan tangan dan kepalanya yang sakit. Bukan itu saja yang sakit sebenarnya, hatinya seakan hancur mendengar dirinya disebut seorang ******.
Nara bahkan belum memberikan tubuhnya kepada Cenzo tapi orang lain menilainya sangat rendah.
Cenzo yang baru saja datang melihat wanitanya dianiaya dan dipermalukan membuatnya sangat marah. Bertepatan saat itu Suho pun datang.
Cenzo langsung menghampiri mereka dan berteriak.
"APA YANG KAU LAKUKAN PADA WANITAKU BRENGSEK" teriak Cenzo
Wanita yang sedang menarik rambut Nara dan menginjak tangan Nara itu langsung melepaskan tangan dan kakinya dan melihat ke arah Cenzo.
Nara hanya terduduk dan menangis sesenggukan. Sungguh kacau harinya saat ini, dipermalukan didepan orang banyak.
Cenzo menghampiri Nara dan mengangkat tubuh Nara ala bridal style.
"Kalian berdua segera keruangan ku" Kata Cenzo.
"Suho. Kau bawa wanita brengsek ini keruanganku" Ucap Cenzo berlalu pergi membawa Nara keruangannya
"Siap Bos"
Wajah dua wanita itu seketika pucat pasi. Mereka tau ini adalah hari mereka di kantor ini. Suho pun membawa mereka ke suatu tempat yang sudah disiapkan oleh Cenzo. Mereka harus diberi pelajaran agar tidak berbuat semena-mena terhadap seseorang.
__ADS_1
Next....