Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
128. Tak sangggup


__ADS_3

Cenzo dan anak-anak sudah sampai dirumah sekarang dan Mate dan Clay tertidur. Cenzo memanggil salah satu maid untuk membantu membawa anak-anak ke kamar, karena Cenzo tak sudah sangat lelah sekali dan ingin istirahat juga.


Saat sudah sampai di dalam Cenzo langsung berbaring diatas sofa, Cenzo tak sanggup lagi untuk menaiki tangga dan pergi ke kamar.


Nara saat itu baru saja pulang dan terkejut melihat Cenzo yang berbaring di sofa dengan baju yang tadi ia gunakan lengkap dengan sepatunya yang belum dilepas. Nara segera menghampiri Cenzo dan membangunkannya.


"Oppa, kenapa tidur disini" Ucap Nara sambil mengguncang tubuh Cenzo


"Aaahhhhhh Baby, aku lelah sekali biarkan aku tidur" Jawab Cenzo dengan lemas


"Kau ini kenapa sih" Kata Nara sambil akan berlalu pergi.


Tapi pada saat Nara akan pergi Cenzo dengan cepat memegang tangan Nara dan menariknya hingga Nara jatuh ke pelukan Cenzo. Cenzo dengan cepat memeluk Nara seperti bantal guling hingga Nara sulit bergerak.


"Oppa aku tak bisa bergerak" Ujar Nara sambil berusaha melepaskan diri.


Cenzo kembali tertidur sambil memeluk Nara. Nara hanya bisa pasrah dan ikut memejamkan mata juga.


"Daddyyyyyyyy" Teriak Mate sambil berlari dari kamarnya.


Mate langsung naik keatas tubuh Cenzo dan Nara sambil mengguncang tubuh mereka.

__ADS_1


"Daddy, mainan mana" Ucap Mate.


Mate terus saja mengoceh sambil menggucang-guncang tubuh mereka berdua hingga Cenzo dan Nara terbangun.


"Kenapa boy" Ucap Cenzo sambil duduk di sofa dan menyuruh Nara untuk berdiri.


"Mainan mainan mainan" oceh Mate


"Baby, tolong ambilkan mainan dia di kantong itu" Kata Cenzo sambil menunjuk kantong belanjaan yang ada di sofa sebelah.


Nara segera berjalan mengambil mainan milik Mate setelah itu memberikannya kepada Mate.


Mate langsung mengambil mainan itu setelah itu duduk di karpet dan bermain sendirian.


"Baby, kau jaga dia ya, pasti Clay juga sudah bangun sekarang. Aku mau tidur dulu" Ucap Cenzo sambil berjalan menuju kamarnya untuk melanjutkan tidur lagi.


"Baru sehari kau menjaga mereka oppa, bagaimana denganku yang mengurusnya setiap hari" Ujar Nara


"Aku lebih cocok bekerja saja Baby mencarikan mereka uang yang banyak"


"Walaupun kau nggak bekerja uangmu sudah cukup untuk hidup sampai cucu-cucu kita nanti Oppa. Sudah sana cepat mandi dan istirahat"

__ADS_1


"Oke Baby" Cenzo mengecup kening Nara terlebih dahulu setelah itu pergi.


Dan benar apa kata Cenzo tadi, baru saja Cenzo masuk kedalam kamar Clay sudah bangun dan meminta mainannya juga. Cenzo jadinya harus turun kebawah lagi untuk memberikan Clay kepada Nara.


"Baby dia bangun" Ucap Cenzo sambil menaruh Baby Clay di sebelah Mate.


"Taruh saja disitu, dia tak mungkin lari juga" Kata Nara sambil memperhatikan Mate dan Clay yang sedang bermain.


Cenzo kembali lagi ke kamar dan Nara hanya memperhatikan dua jagoannya yang sedang bermain itu. Setelah cukup puas memperhatikan mereka, Nara pun menghampiri mereka untuk bermain bersama-sama.


"Serius sekali kalian ini" Ucap Nara dan duduk di tengah-tengah mereka.


Cenzo tadi memberikan mereka mainan mobil-mobilan. Jika membalikan mainan untuk Mate dan Clay harus sama dan tidak boleh ada yang berbeda sedikitpun atau mereka akan saling berebut mainan satu sama lain.


"Kenapa rambutmu tidak panjang-panjang juga Clay, kepalamu sudah seperti bola jika seperti ini" Ucap Nara sambil mengelus kepala Clay.


"Adik bayi botak" Kata Mate.


Setelah mendengar perkataan Mate mereka semua langsung tertawa terbahak-bahak.


Next.....

__ADS_1


__ADS_2