
Jam sudah menunjukkan pukul 12, dan sekarang waktunya untuk makan siang. Seperti yang sudah Nara katakan tadi jika siang ini harus cek kandungan.
Sebelum berangkat mereka memutuskan untuk mampir ke salah satu restoran favorit Nara.
"Chagiya aku ingin makan paha ayam nggak apa-apa kan?" Tanya Nara saat sudah sampai di restoran itu
"Pesanlah sesukamu darling, aku mampu saja membelikannya"
Nara segera memesan makanan yang sedang dia inginkan itu, dan Cenzo memesan spaghetti.
Selama makan mereka tidak akan ada yang berbicara, semua fokus pada makanan mereka masing-masing.
"Kenyangnya........" Ucap Nara saat sudah menghabiskan makanannya.
"Sudah selesai, ayo kita berangkat" Cenzo mulai berdiri dan berjalan sambil menggandeng tangan Nara.
Cenzo membukakan pintu mobil untuk Nara, setelah itu Cenzo memutari mobil dan duduk di belakang pengemudi. Cenzo lebih suka bepergian sendiri tanpa supir jika dengan Nara.
"Aku tidur dulu ya Chagiya, nanti kalau sudah sampai bangunkan aku" Ucap Nara sambil memposisikan badannya
"Iya, kau tidurlah pasti lelah"
Selama perjalanan ke rumah sakit Nara tertidur dengan sangat pulas. Saat Cenzo sedang fokus menyetir tiba-tiba ponselnya berbunyi, Cenzo segera menepikan mobilnya untuk menjawab telepon.
"Ada apa?" Ucap Cenzo saat panggilan sudah terhubung
"Bos saya sudah membawa Angelina kembali ke Italia, dia sudah berjanji tidak akan mengganggu bos lagi, nanti di itali Theo akan mengawasinya" Jelas Suho
"Baiklah kalau begitu, masalah sudah beres.
Kau tanyakan kapan Jimin akan datang kesini"
"Baik bos"
Setelah mematikan panggilan Cenzo segera melajukan mobilnya kembali. Sekitar 5 menit mereka pun akhirnya sampai di rumah sakit.
"Darling bangunlah kita sudah sampai" Ucap Cenzo sambil mengguncang tubuh Nara dengan pelan
"Sudah sampai ya" Jawab Nara dengan suara khas orang bangun tidur
"Perlu ku gendong"
"Tidak, tidak aku bisa jalan sendiri" Nara segera keluar dari mobil tanpa menunggu Cenzo membukakan pintu terlebih dahulu.
"Ayo Chagiya aku sudah tak sabar" Ucap Nara sambil menarik tangan Cenzo
"Pelan-pelan saja, nanti kau bisa jatuh"
Cenzo dan Nara pun segera masuk keruang pemeriksaan. Mereka tidak perlu antri karena Cenzo sudah membuat janji tadi.
"Selamat siang tuan Vincenzo dan Nyonya silahkan duduk" Sapa dokter wanita yang usianya sekitar 40an itu.
"Baik dok" Jawan Nara dan segera duduk
"Baik nyonya selama hamil ada keluhan apa saja?" Tanya dokter itu
"Sepertinya tidak ada dok, saya juga jarang sekali mual-mual"
"Waahhh.... Pasti tidak menyulitkan ya"
"Kata siapa, dia tidak mau makan dok, makannya hanya sedikit. Tapi sekali ingin makan seperti orang rakus'" Sahut Cenzo
"Itu hal biasa bagi ibu hamil tuan, nanti ketika usia kandungannya memasuki bulan kelima semua akan kembali seperti biasa" Jelas dok itu.
__ADS_1
"Baiklah sekarang kita periksa, mari Nyonya" Ucap Dokter itu sambil membantu Nara berbaring.
"Apakah sudah bisa di USG dok?"
"Sudah Nyonya" Jawab dokter itu sambil mengoleskan gel di perut Nara kemudian mengarahkan sebuah alat hingga gambarnya terlihat di layar monitor.
Cenzo segera mendekat kearah layar itu untuk melihat dengan jelas.
"Kenapa begini" Ucap Cenzo
Dokter itu tersenyum mendengar perkataan Cenzo.
"Janin juga butuh waktu untuk berkembang Tuan, tidak langsung besar seperti biasanya" Jelas dokter
"Iya kah"
"Sudahlah Chagiya kau jangan banyak bicara" Kata Nara
"Sudah kalau begitu ya. Silahkan rapikan bajunya dulu saya akan menuliskan vitamin untuk Nyonya" Ucap dokter itu
Cenzo segera membantu Nara merapikan bajunya.
"Darling aku sungguh tak menyangka jika ada anakku disini" Ucap Cenzo sambil mengelus perut Nara
"Kau bahagia" Tanya Nara
"Tentu saja aku bahagia Sayang. Aku tak sabar melihatnya keluar nanti. Aku cinta kamu"
"Aku juga"
Dokter kembali masuk ke ruangan dan menyerahkan resep vitamin yang harus Cenzo tebus nanti.
"Yang rutin untuk cek up ya Nyonya dan jaga pola makan" Kata dokter itu
Cenzo dan Nara pun keluar dan berjalan menuju tempat penebusan obat.
Sambil menunggu Cenzo yang sedang menebus obat Nara duduk di kursi tunggu sambil melihat-lihat sekitar.
Saat Nara sedang melamun tiba-tiba ada wanita yang sedang menangis memohon kepada petugas keamanan sambil menggendong anak kecil yang usianya sekitar 1 tahun. Nara segera menghampiri wanita itu.
"Ada apa ini" Tanya Nara
"Wanita ini memaksa masuk Nyonya tapi dia tak punya uang untuk membayar biaya rumah sakit anaknya" Jelas petugas keamanan itu.
Nara pun berjongkok dan menghadap wanita yang sedang bersimpuh di lantai itu sambil menangis.
"Anak anda sedang sakit apa Nona" Tanya Nara dengan lembut
"Demamnya dari tadi pagi sangat tinggi hingga dia kejang-kejang" Jelas wanita itu sambil menangis
Tangan Nara terulur dan memegang dahi anak laki-laki yang sedang tertidur itu.
"Panas sekali" Ucap Nara
Tak lama setelahnya anak itu langsung kejang-kejang kembali. Mama dari anak itu kembali menangis dan memohon pada petugas keamanan agar mengizinkannya masuk.
"Pak tolong anak saya, hanya dia yang saya punya sekarang" Ucap Wanita itu sambil bersujud di kaki petugas keamanan itu.
Melihat itu Nara menjadi tak tega, Nara segera merebut anak itu dari gendongan mamanya dan segera membawanya ke ruangan perawatan.
"Dokter tolong anak ini segera" Teriak Nara
"Bertahanlah Sayang, bertahanlah demi Mama mu" Ucap Nara
__ADS_1
Anak itu segera ditangani oleh dokter dan dibawa ke ruang UGD. Mama dari anak itu langsung berlari menyusul Nara.
"Nyonya bagaimana anak saya" Tanya Wanita itu
"Tenanglah dia sedang ditangani oleh dokter" Ucap Nara sambil menenangkan wanita itu.
"Kenapa kau membawanya sendiri, kemana suamimu?" Tanya Nara
"Aku tak punya suami Nyonya, waktu itu aku tak sengaja bertemu dengan pria itu dan kita sama-sama mabuk dan melakukan hubungan suami-istri" Jelas wanita itu
"Kenapa tidak mencarinya"
"Saya sudah mencarinya kesana-kemari Nona tapi tidak ketemu. Bahkan saya sampai diusir dari rumah dan hidup sebatang kara"
Mata Nara berkaca-kaca mendengar penjelasan wanita ini. Ternyata masih ada kehidupan yang lebih berat daripada hidupnya.
"Namamu siapa?" Tanya Nara
"Cristal Nyonya"
"Kau kerja apa?"
"Saya kerja di kafe Nyonya tapi saya baru saja di pecat kemarin"
"Kenapa hidupmu seperti ini"
"Entahlah Nyonya, mungkin ini terguran untuk saya. Oh iya Nyonya saya akan pergi mencari pinjaman terlebih dahulu"
Saat Cristal akan pergi Nara menahan tangan Cristal.
"Biar aku yang bayar biaya rumah sakitnya. Kau jaga dia saja"
"Tidak usah Nyonya, saya merepotkan anda nanti"
"Tak masalah"
"Kalau begitu izinkan saya bekerja untuk Nyonya kalau Mate sudah sembuh"
"Baiklah kalau begitu, kau juga bisa membawa anakmu. Ini alamat nomer telepon ku. Nanti hubungi aku saja kalau kau akan kesana"
"Terimakasih banyak Nyonya"
**Cristal**


**Mate**

__ADS_1
Next.....