Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
144. Kemana


__ADS_3

Setelah sampai di markas Lucca, Jimin langsung masuk kedalam. Terlihat disalah satu tempat terdapat bekas darah dan pasti Cenzo dan Lucca baru saja menemukan mangsa baru.


"Mereka bersenang-senang tanpa aku" Ucap Jimin sambil berjalan untuk mencari Lucca dan Cenzo.


Para anak buah Lucca hanya menundukkan kepala dan tak berani mangkat kepa mereka saat Jimin sedang lewat didepannya.


"Aaaiiishhhhh..... Kemana mereka ini" Ucap Jimin sambil terus berjalan sampai belakang gedung tapi Jimin tak melihat batang hidung mereka berdua.


Jimin mendekat kearah kandang Baam sambil membawakan daging sapi yang baru saja Jimin ambil dari dalam freezer yang ada di samping kandang Baam.


"Baam ini makananmu" Ucap Jimin sambil memberikan daging itu kepada Baam. Setelah menemani Baam makan Jimin pun berdiri dan langsung pergi dari sana.


Jimin kembali lagi ke depan untuk bertanya ke anak buah Lucca.


"Hey Shim, dimana Cenzo dan Lucca?, aku mencari mereka tapi tidak menemukannya" Ucap Jimin


"Tuan Lucca dan Cenzo sudah pulang tuan" Jawab Shim


Jimin seketika melongo mendengar jawaban dari Shim. Dia sudah jauh-jauh kesini untuk menemui Cenzo dan Lucca tapi saat dirinya sudah tiba disini mereka malah sudah pulang.


"Dasar kunyuk sialan. Kau tau kemana mereka pergi?" Ucap Jimin


"Yang saya dengar tadi katanya Tuan Cenzo ingin melihat keadaan istrinya sekarang" Kata Shim


"Baiklah, lanjutkan kerjamu aku pergi dulu"


"Siap Tuan"


Jimin langsung masuk kedalam mobilnya dan menjalankan mobilnya pergi dari sana dan menuju rumah sakit. Dalam perjalanan Jimin menghubungi Suho untuk menanyakan alamat rumah sakit tempat Nara dirawat.



Dirumah Cenzo tepatnya di dalam kamar Jimin, terlihat Alice mulai bangun dari pingsannya. Alice memegangi kepalanya yang begitu pusing.


__ADS_1


"Sialan, gara-gara si brengsek itu menyuntikkan obat bius kepadaku kepalaku jadi sakit" Ucap Alice sambil memperhatikan ruang sekitarnya.



"Astaga aku baru sadar dimana aku sekarang" Alice langsung bangun dan berjalan menuju pintu yang ada disana. Alice dengan sekuat tenaga berusaha membuka pintu tersebut tapi pintunya dikunci. Alice berlari ke arah jendela dan melihat keluar.



"Ini sangat tinggi, kalau aku keluar dari sini memang bisa tapi aku yang mati" Ucap Alice sambil melihat-lihat pemandangan diluar jendela.



"This is very beautiful" Ucap Alice.



Alice cukup lama berdiri disana dan memperhatikan. sekitar.


"Aaaggghhhh..... Biarlah terserah si brengsek itu" Ucap Alice dan kembali ke tempat tidur.




Saat membuka lemari kecil disamping tempat tidur Alice menemukan satu botol air putih tanpa menunggu lagi Alice langsung meneguk air tersebut sampai habis.



"Lumayan untuk mengganjal perut" Kata Alice sambil berjalan kearah kamar mandi



"Waahhhh..... Sudah lama aku tidak berendam, aku akan berendam terlebih dahulu" Alice langsung melepas semua bajunya dan mengisi bathub tersebut dan bergegas mandi.


__ADS_1


Cenzo sekarang sedang memperhatikan Nara yang sedang tertidur karena efek dari obat bius tadi.


Raut wajah Cenzo tidak bisa bohong bahwa sekarang dia sedang khawatir terhadap Nara.


"Pasti sakit ya saat tertembak tadi" Ucap Cenzo sambil memegang tangan Nara.


Lucca dan Suho hanya duduk diam di sofa sambil memperhatikan Cenzo. Sebenarnya mulut Lucca sudah tak tahan ingin mengomeli Cenzo yang sangat bucin itu tapi karena situasinya seperti ini Lucca mengurungkannya.


"Kak bisakah kau diam dan duduk saja disini. Sudah setengah jam kau berada disana sambil terus berbicara hal yang sama" Ucap Lucca


"Kau tidak tau aku sedang sedih ya" Jawab Cenzo


"Ya pak Tua, Kau boleh sedih tapi pikirkan anakmu ini, tanganku kram karena terus menggendongnya" Lucca berjalan kerah Cenzo dan langsung memberikan Clay kepada Cenzo


"Waahhhh.... Akhirnya tanganku yang berharga. Ini si kunyuk Jimin juga kemana tak datang-datang" Ucap Lucca sambil duduk kembali di sofa.


Suho dari tadi hanya diam saja sambil mengerjakan pekerjaannya yang dia tinggalkan di kantor lewat ponselnya.


Setelah beberapa saat terlihat ada seseorang yang membuka pintu dan muncullah Jimin dari sana.


"Ya kalian, bagaimana bisa ini terjadi" Ucap Jimin yabg tiba-tiba datang. Perkataan Jimin yang sangat kencang membuat Mate dan Clay yang sedang tertidur jadi terkejut dan bangun.


"Si bodoh yang satu lagi datang" Ucap Lucca.


"Nara tertembak saat dalam perjalanan ke rumahku, dan pelakunya sudah aku tangkap" Jawab Cenzo


"Anak buahku yang menangkapnya" Ujar Lucca


Jimin berjalan kearah Mate dan langsung menggendong Mate yang baru saja terbangun.


"Anak Papa sudah bangun" Ucap Jimin


"Yes Papa. Papa Mate lapar" Kata Mate


"Wah Anak Papa lapar ya, ayo kita beli makanan yang enak sekarang" Ucap Jimin sambil membawa Mate pergi dari sana.

__ADS_1


Lucca seakan muak melihat dua orang didepannya ini. Tadi sudah melihat Cenzo yang sangat bucin, sekarang melihat Jimin yang sangat bodoh. Indah sekali hubungan mereka.


Next.....


__ADS_2