
Setelah kepergian Mate dan juga Clay, Cenzo langsung duduk disamping Nara setelah itu meminta Nara untuk menyuapinya makan.
"Baby suapi aku ya" Ucap Cenzo
"Tadi sebelum berangkat aku menyuapi Clay sekarang harus menyuapi Daddy nya Clay" Kata Nara sambil mengambil sendok dan segera menyuapi Cenzo.
Dengan senang Cenzo membuka mulutnya lebar-lebar saat Nara mengarahkan sendok kepadanya.
"Oppa apa aku boleh mengunjungi mama nanti?" Ucap Nara mencoba meminta izin kepada Cenzo
"Kau mau kesana bersama Clay dan Mate?" Tanya Cenzo
"Iya"
"Tidak usah Baby, bukannya aku benci kepada Mama mu, tapi aku tak ingin terjadi sesuatu lagi kepadamu. Sudah cukup semua penderitaan waktu itu, sekarang kita hanya perlu bahagia membesarkan Mate dan Clay" Ucap Cenzo panjang lebar.
Nara tak bisa lagi menjawab pertanyaan Cenzo. Semua yang Cenzo bilang adalah kebenaran. Nara hanya berusaha menjadi anak yang berbakti kepada orang tuanya tapi kalau Cenzo sudah memberitahunya Nara hanya bisa menurut.
Cenzo sekarang sudah menghabiskan makan siangnya setelah itu pergi meninggalkan Nara ke kamar mandi.
"Baby tunggu sebentar ya" Ucap Cenzo
"Hemm" Jawab Nara sambil memainkan ponselnya.
Setelah beberapa saat Cenzo kembali dari kamar mandi dan langsung duduk di sebelah Nara. Dengan tiba-tiba Cenzo mengangkat tubuh Nara dan mendudukkan Nara dipangkuannya.
__ADS_1
"Oppa apa yang kau lakukan" Ucap Nara sambil tersipu dan mengalungkan tangannya di leher Cenzo
"Makanan penutup apa boleh?" Tanya Cenzo sambil menciumi tengkuk leher Nara
Nara tak bisa menolak lagi saat ini, Cenzo terlalu pintar merayu hingga Nara tak tau harus menjawab apa lagi.
Sebelum memulai aksinya, Cenzo mengunci pintu terlebih dahulu setelah itu menutup tirai jendela kaca didepannya.
"Come to me Baby" Ucap Cenzo sambil merentangkan tangannya.
Nara segera berjalan menghampiri Cenzo yang sedang berdiri di depan meja kerjanya setelah itu langsung masuk kedalam pelukan Cenzo.
Cenzo dengan cepat langsung mengangkat dagu Nara setelah itu ******* bibir Nara dengan lembut. Beberapa saat kemudian ciuman itu manjadi memanas mereka mulai saling memangut satu sama lain merasakan sesuatu yang berdesir di tubuh mereka.
Cenzo dengan cepat membuka seluruh baju yang dikenakan oleh Nara. Setelah melahirkan tubuh Nara menjadi berisi sedikit. Setelah berhasil melepaskan semua baju Nara, Cenzo memandangi Nara mulai dari ujung kaki hingga ujung kepala.
Nara kembali dibuat tersipu oleh Cenzo. Cenzo menggendong Nara dan membawa Nara keatas sofa setelah itu membaringkan Nara diatas tempat tidur.
"Ayo kita mulai sekarang" Ucap Cenzo dan langsung membuka semua pakaiannya hingga berserakan dilantai.
Cenzo memulai dengan menjelajahi setiap tubuh Nara dengan kecupan dengan bibirnya bibirnya dan meninggalkan bekas kepemilikan di setiap inci tubuh Nara.
Siang ini Cenzo tak hanya dibawakan bekal makanan oleh Nara, tapi juga dibawakan makanan penutup oleh Nara.
Suara ******* mereka berdua memenuhi seisi ruangan. Untung saja ruangan Cenzo sudah kedap suara, jika tidak mungkin suara mereka akan terdengar hingga satu lantai ini.
__ADS_1
Ditempat lain Suho sedang memakan es krim bersama dengan Mate dan Clay. Mate memakan es krim hingga membuat wajahnya belepotan. Jika Clay jangan tanyakan lagi. Semua makanan akan Clay makan tanpa terkecuali.
Nara waktu itu juga bilang kepada Suho kalau Clay tidak ada pengecualian makanan, semua makanan Clay suka.
Tadi sebenarnya Suho juga tak berniat untuk membelikan Clay es krim juga. Tapi pada saat Mate dan Suho makan tiba-tiba Clay menangis dengan sangat kencang. Suho bingung harus apa karena tak mengerti Clay menangis karena apa.
Mate yang sudah mengerti watak adiknya itu langsung menyuapi Clay dengan es krim miliknya. Seketika Clay langsung terdiam dan menikmati es krim yang ada di mulutnya.
"Bagaimana bisa?" Ucap Suho yang kebingungan
"Adik bayi mau makan" Kata Mate
Suho sungguh mengakui kemampuan makan Clay ini. Bayangkan saja jika kalian ada diposisi Suho. Melihat Clay yang menangis dengan kencang kemudian disuapi oleh makanan langsung terdiam seperti tak terjadi apa-apa.
__ADS_1
Next....