Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
134. Kacau


__ADS_3

Setelah membersihkan tubuhnya, Cenzo langsung mengenakan pakaian formal seperti biasanya dengan sangat cepat. Entah kenapa pikirannya sangat tidak enak sekarang.


Saat Cenzo turun kebawah, Cenzo teringat perkataan Nara kemarin waktu mereka di taman.


"Sebenarnya apa yang terjadi hingga Bara berkata seperti itu kemarin" Ujar Cenzo


Saat Cenzo sudah sampai dibawah bertepatan dengan Jimin dan Suho yang baru saja datang.


"Apa Nara sudah pulang" Tanya Jimin


"Belum, aku juga tak tau kemana perginya dia, tadi saat aku tidur Mate datang ke kamar dan membangunkan ku dia bertanya kepadaku kemana perginya Nara dan Clay" Jelas Cenzo


"Baiklah kita tunggu setengah jam lagi, jika tidak kita akan mencarinya" Ucap Jimin


"Kenapa bos tidak mengecek CCTV saja" Saran Suho.


"Benar, kenapa aku tak kepikiran dari tadi" Dengan cepat mereka bertiga menuju ruang kerja Cenzo untuk mengecek CCTV.


Sekarang waktunya Suho yang bekerja. Suho dengan teliti mengecek setiap CCTV yang ada dirumah tersebut.


"Bagaimana Suho" Tanya Cenzo


"Disini terlihat dari Sore sampai malam Nyonya masih terlihat ada di rumah" Jawab Suho dengan tak mengalihkan pandangannya dari depan monitor.


"Stoppppp......." Ucap Jimin


"Pukul 11 malam terlihat Nara keluar dari dalam kamar dan berjalan masuk kedalam kamar sebelah, putar lagi Suho perlahan-lahan saja" Ujar Jimin


"Ini.... Tak lama setelah itu Nara keluar sambil menggendong Clay dan menuruni tangga menuju ke dapur" Jelas Jimin


Cenzo hanya melihat dan mendengarkan penjelasan dari Jimin dan Suho


Suho pun langsung mengecek CCTV yang ada di lantai bawah dan terlihat Nara sedang menuju dapur. Semuanya baik-baik saja sampai Nara akan kembali keatas tapi tidak jadi dan kembali lagi menuju dapur. Mereka melihat dengan jelas saat ada seorang perempuan yang memukul Nara dari belakang.


Ternyata yang menculik Nara bukan hanya satu orang tapi dua orang. CCTV dirumah Cenzo adalah CCTV yang paling canggih dan bagus. Mereka bisa melihat dengan jelas wajah orang orang memukul Nara.


"Damn it....." Ucap Cenzo

__ADS_1


"Bukankah dia salah satu maid dirumah Cenzo, cepat kumpulkan semua Maid yang ada disini" Kata Jimin dan segera turun kebawah.


Suho pun dengan cepat langsung melaksanakan perintah dari Jimin tadi. Sementara Cenzo hanya duduk di ruang kerjanya dan melamun. Otaknya masih tak bisa mencerna semua kejadian yang terjadi kepada Anak dan Istrinya ini.


Cenzo dengan pelan berjalan menyusul Jimin dan Suho yang sedang berada dibawah untuk mengintrogasi para Maid.


Para pekerja di rumah Cenzo saat ini sedang berkumpul di ruang tengah.


Jimin dan Suho melihat dengan teliti semua wajah Maid yang ada didepannya ini tapi mereka tidak bisa menemukannya.


"Dia tidak ada disini" Bisik Suho


"Apa belum ada yang berkumpul disini sekarang" Tanya Jimin


Kepala Maid pun mulai melihat semua teman kerjanya dan dia baru menyadari bahwa salah satu Maid tidak ada disana.


"Simi tidak ada disini tuan" Ucap kepala Maid itu


Sekarang mereka mengerti siapa penyebab keributan ini.


"Apa kau tau dimana tempat tinggalnya?" Tanya Suho


Cenzo yang mendengar itu langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Lucca.


"Lucca aku mohon cepat datanglah kesini dan bantu aku" Ucap Cenzo dengan suara yang terdengar sangat lemah


"Kau ini kenapa kak?" Tanya Lucca dari sebrang telpon


"Aku mohon cepat datanglah" Cenzo langsung mengakhiri panggilan tersebut dan pergi keluar untuk mencari Nara sendiri.


Suho dan Jimin yang melihat Cenzo pergi keluar langsung berlari menyusul Cenzo.


"Kalian jaga Mate dirumah, antar dia ke kantor Cenzo dan berikan kepada Raya" Teriak Suho sambil berlari.


Jimin pun akhirnya menyuruh Cenzo untuk duduk dibelakang bersamanya dan Suho yang mengemudikan mobilnya.


__ADS_1



Ditempat lain terlihat Nara yang masih pingsan dari semalam. Clay yang menangis karena ketakutan berada ditempat yang asing baginya. Tangisan Clay yang sangat keras pun akhirnya menyadarkan Nara dari pingsannya.



Nara terbangun dan melihat tempat sekitarnya. Sebuah kamar tadi sangat sederhana. Nara langsung menggendong Clay untuk menenangkannya.


"Hust hust.... Tenanglah sayang, tidak apa-apa selagi Clay bersama dengan Mommy semuanya akan baik-baik saja" Ucap Nara sambil menepuk-nepuk punggung Clay.



Clay pun akhirnya berhenti menangis dan tidur kembali. Saat Clay sudah tertidur, seorang perempuan masuk kedalam kamar tempat Nara disekap.



"Wah wah.... dia sudah bangun ternyata" Ucap wanita tersebut.


Nara langsung mengalihkan pandangannya kearah suara tersebut.


"Kamu" Nara terkejut melihat orang yang sedang berdiri di depannya tersebut.


"Kau terkejut ya"



"Apa-apa ini, kenapa kau lakukan ini?" Tanya Nara


"Eeeemmm.... Kasih tahu apa tidak ya" Ucap wanita tersebut sambil menghampiri Nara


"Dita aku tidak bercanda, apa-apa semua ini" Tanya Nara


"Aku mau suamimu" Bisik Dita tepat di telinga Nara



Tak bisa dipungkiri Nara pun sangat terkejut mendengar jawaban dari Dita. Sahabat yang sudah dia anggap seperti keluarganya sendiri sangat tega melakukan ini kepadanya.

__ADS_1



Next.....


__ADS_2