Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
115. Baby Clay


__ADS_3

Malam harinya Mate ikut menginap dirumah sakit. Katanya dia ingin ikut menjaga adik bayinya dan menjadi kakak yang baik. Tapi saat jam menunjukkan pukul 7 malam Mate sudah tertidur lelap diatas sofa.


Cenzo menghampiri Nara yang sedang duduk sambil menyusui Junior yang kehausan.


"Baby" Panggil Cenzo


"Jangan lagi, ini semua punya Junior. Bagaimana jika kau menghabiskannya dan tidak ada yang tersisa untuk Junior" Tolak Nara dengan tegas


"Kau tidak boleh pelit. Sebelum ada Junior itu semua milikku".


"Kau cemburu dengan anakmu sendiri?" Tanya Nara


"Tapi aku tak suka berbagi milikku pada orang lain"


Waahhh.... Nara tak habis pikir dengan Cenzo saat ini, sifat protectivenya bukan hanya berlaku untuk orang lain tapi untuk anaknya juga.


"Oppa, Kau tau kan kalau dia anakmu, darah dagingmu sendiri, kau yang membuatnya"


"Tidak bagaimana aku bisa lupa, Kita kan membuatnya bersama-sama dan juga menikmatinya"


"Tapi kau memaksaku"


Cenzo terus saja memperhatikan Junior yang sedang menyusu itu, Pandan mata Cenzo yang seperti itu membuat Nara merasa tak nyaman. Jadi Nara berhenti menyusui Junior dan menyuruh Cenzo meletakkan Junior di box bayi.


"Oppa ayolah jangan seperti itu, Kau ini sudah tua" Ucap Nara

__ADS_1


Cenzo mendekat kearah Nara, semakin mendekat hingga wajah mereka saling berhadapan cukup dekat.


"Kau milikku Baby, semua yang ada di tubuhmu ini milikku" Ucap Cenzo sambil tangannya menyusuri tubuh Nara


"Jangan lakukan itu, aku masih tak boleh kelelahan. Jika aku kelelahan kepalaku akan pusing lagi" Ucap Nara


Cenzo segera menjauh dan memberikan jarak pada Nara.


"Baiklah demi dirimu aku akan menahannya" Ucap Cenzo.


"Oppa apa kau sudah terpikirkan nama yang cocok untuk Junior?" Tanya Nara


"Sebenarnya aku sudah mendapatkannya beberapa hari lalu, tapi aku menunggu kita baikan dulu" Jelas Cenzo


"Jadi siapa Namanya?" Nara sudah tak sabar ingin mengetahui nama anaknya ini.


"Clay, Aku suka. Baiklah mulai sekarang kita memanggilnya Clay"


Malam itu setelah memberi nama untuk Junior Cenzo dan Nara bersiap akan tidur. Cenzo akan tidur satu ranjang bersama dengan Nara, Sebenarnya Nara sudah bilang ke Cenzo untuk tidur bersama dengan Mate saja takutnya Mate jatuh saat sedang tidur tapi Cenzo tak mendengarkan alhasil Nara marah ke Cenzo.


"Oppa kalau kau tak mau tidur dengan Mate aku akan marah lagi padamu" Ancam Nara


"Kenapa kau terus saja marah padaku Baby, ayolah"


"No. Tidak ada penolakan lagi. Kau memilih tidur bersama Mate tapi aku tidak marah, atau sekarang tidur denganku tapi besok pagi aku akan mendiamkanmu"

__ADS_1


"Baiklah kau menang"


Semua orang yang ada di ruangan tersebut pun akhirnya tertidur. Baru saja Nara dan Cenzo terlelap dalam tidurnya, Baby Clay menangis dengan sangat keras hingga membangunkan Cenzo. Cenzo segara mendekat kearah Junior dengan setengah sadar dan mencoba untuk menenangkan Junior.


Usaha Cenzo sia-sia, Junior tak kunjung berhenti menangis hingga Nara terbangun Juga.


"Oppa, Clay menangis" Ucap Nara


"Iya Baby, bagaimana ini aku tak bisa mendiamkannya"


"Lihatlah mungkin popoknya basah" Kata Nara


Cenzo langsung mengecek popok milik Junior dan benar saja, Junior baru saja buang air kecil.


"Clay kenapa tak bilang ke Daddy jika kau ingin buang air kecil, Daddy bisa membawamu ke kamar mandi" Ucap Cenzo


"Kah jangan gila Oppa, dia masih bayi"


Cenzo hanya tersenyum mendengar perkataan Nara.


Cenzo mengganti popok Junior dengan pelan-pelan, Walaupun sudah mengikuti kelas bayi, tapi Cenzo baru kali ini mempraktekkan kepada bayi langsung walaupun hasilnya tak begitu rapi tapi Cenzo sudah sangat puas melihatnya.


"Sudah kan oppa, aku tidur lagi ya, aku tidurkan Junior" Kata Nara


Setelah mengganti popok Junior, Cenzo masih harus menggendong Junior hingga Junior tidur lagi. Cukup lama Cenzo menggendongnya sekitar setengah jam dan Junior baru saja terlelap.

__ADS_1


Setelah menidurkan Junior, Cenzo langsung menuju sofa dan tidur lagi sambil memeluk Mate.


Next....


__ADS_2