Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
142. Rencana


__ADS_3

Cenzo dan Lucca telah sampai di markas tempat penyekapan musuh Lucca.


"Dimana mereka?" Tanya Lucca kepada Salah satu anak buahnya yang berjaga didepan pintu masuk.


"Mereka didalam Bos, ditempat biasa" Jawab Anak buahnya sambil menundukkan kepalanya


Cenzo langsung masuk mendahului Lucca. Mereka berdua harus memasang wajah yang garang sekarang agar musuh mereka sekali melihat wajah Cenzo dan Lucca langsung ketakutan.


Setelah sampai ditempat 2 orang yang disekap tadi. Cenzo melihat 2 orang pria yang sedang digantung dengan posisi terbalik didepannya.


"Wah wah.... Ternyata hanya 2 ekor tikus kecil yang mencari gara-gara dengan seekor Singa" Ucap Cenzo sambil mendekat kearah dua orang tersebut.


"Lepaskan kami sialan" Ucap salah satu orang tersebut


"Iya cepat lepaskan kami atau kau akan tau sendiri akibatnya jika berurusan dengan bos kami" Kata orang yang satunya lagi.


"Sebelum itu kasih tahu kami siapa nama kalian" Ucap Lucca sambil duduk didepan kedua orang tersebut


"Aku Jay dan dia El" Ucapnya dengan tampang sombongnya. Mereka belum tau sedang berhadapan dengan siapa sekarang


"Baiklah salam kenal untuk kalian berdua, perkenalkan namaku adalah Lucca Wartheimer dan ini kakakku Vincenzo Wartheimer" Kata Lucca dengan seringai di bibirnya.


Nyali Jay dan El seketika langsung menciut mengetahui fakta bahwa orang yang sedang ada didepannya ini adalah orang paling berpengaruh. Semua orang sering mendengar nama Lucca tapi tidak seorangpun yang tau.


Siapa yang tidak mengetahui Lucca, seorang mafia terbesar di negara Italia bahkan mungkin seluruh dunia juga tau itu, dan sialnya Jay dan El sangat sial karena harus berurusan dengan Lucca.

__ADS_1


"Tuan tolong ampuni kami, kami hanya menjalankan perintah" Ucap Jay sambil menunjukkan belas kasihnya kepada Lucca


"Tidak seru jika aku langsung mengampuni mu seperti itu. Kita harus bersenang-senang terlebih dahulu, bagaimana menurutmu?" Tanya Lucca


Cenzo hanya memperhatikan bagaimana cara main Lucca selama ini. Sebenarnya Cenzo sudah tidak sabar untuk menghajar dua orang didepannya ini.


"Tolonglah tuan, kami rela melakukan apa saja jika tuan-tuan mau mengampuni kami" Ucap El


"Mudah sekali kau bicara maaf setelah apa yang telah kau lakukan kepada istriku" Ujar Cenzo dan segera berjalan kearah berangkas yang sangat besar. Cenzo mengambil sebuah pedang dari dalam sana.


"Setelah ini aku akan mempertimbangkan lagi permintaan maaf kalian"


Cenzo langsung mengayunkan pedangnya dan.....


Ruangan tersebut seketika penuh dengan teriakan Jay dan El yang kesakitan. Jika boleh memilih mereka rela melompat dari atas gedung daripada disiksa seperti ini.


Cenzo dan Lucca seakan tuli dan tak mendengarkan perkataan dari El dan Jay. Dirasa situasinya semakin memanas, Lucca berjalan menghampiri Cenzo yang akan menusuk Jay.


"Berhentilah, jika kau membunuhnya maka kita tidak dapat informasi apapun" Ucap Lucca


"Tapi bagaimana bisa aku berhenti, melihat wajah bajingan ini saja sudah membuatku marah. Aku belum menguliti mereka berdua" Kata Cenzo


"Kau duduklah disana biar aku yang melanjutkan rencana ini"


Kondisi Jay dan El cukup parah, Cenzo sengaja tak melukai mereka berdua dengan dalam agar mereka bisa merasakan rasa sakit di setiap luka yang Cenzo berikan.

__ADS_1


Mulai dari kaki, tangan, dada, dan wajah mereka berdua sudah dipenuhi dengan luka dan darah.


Cenzo duduk di kursi sambil melihat Lucca yang sedang berbicara dengan dua bajingan tersebut. Cenzo sudah sangat kesal karena Lucca menghentikan aksinya tadi.


"Bagaimana jika kita buat kesepakatan sekarang" Ucap Lucca kepada dua orang tersebut.


"Baik tuan, tapi tolong jangan bunuh saya" Kata El.


"Dalam waktu sehari jika kalian tidak berhasil menangkap semua orang yang sudah mengganggu kakak ipar ku beserta atasannya maka nyawa kalian yang akan menjadi bayarannya" Ucap Lucca


"Baik tuan, saya akan segera menangkap mereka tuan" Jawab Jay


Lucca mengambil pedang yang ada di samping Cenzo dan segera mengayunkan pedang itu untuk memutus tali yang mengikat kaki Jay dan El.


"Bruaakkk......"


El dan Jay langsung terjatuh. Mereka langsung berlutut di kaki Cenzo dan Lucca.


"Terimakasih banyak Tuan, saya akan segera melaksanakan perintah anda" Ucap Jay


"Hemmm"


Sebelum Jay dan El pergi Lucca dengan diam-diam memasang alat pelacak dan penyadap suara agar mereka lebih mudah memantau para cecenguk itu.


Next......

__ADS_1


__ADS_2