
Sebelum berangkat ke kantor Cenzo pulang kerumahnya dulu untuk berganti pakaian dan sarapan.
"Kak kau sudah pulang" Sapa Lucca saat melihat Cenzo baru saja datang.
"Tidak aku akan ganti baju dan sarapan terlebih dahulu kemudian berangkat kekantor"
"Apa aku boleh ikut ke kantor dengan mu"
"Tidak. Kau urus saja pekerjaan yang sudah kuberikan"
"Baiklah-baiklah"
Cenzo pun meninggalkan Lucca yang sedang menonton Televisi dan Naik menuju kamarnya untuk berganti pakaian.
Tak lama kemudian Cenzo turun dari atas dengan pakaian yang rapi dan langsung ke meja makan untuk sarapan.
"Kau tak mau ikut makan denganku" Tanya Cenzo yang melihat Lucca sedang sibuk menonton televisi
"Aku datang"
Lucca pun menghampiri Cenzo dan duduk didepan Cenzo.
Sambil makan Cenzo mendiskusikan tentang masalah yang akan diselidiki oleh Lucca tentang penculikan Nara waktu itu.
"Kak kau audah bertanya kepada wanita mu tentang kejadian itu" Tanya Lucca
Bukannya menjawab pertanyaan Lucca, Cenzo malah memukul kepala Lucca dengan sumpit.
"Aaauuhhhh........ Apa yang kau lakukan" Ucap Lucca
"Berhentilah memanggilnya wanitaku, Namanya Nara dan sebentar lagi dia akan menjadi kakak iparmu"
"Aaiisshhhh..... Iya iya"
__ADS_1
"Jadi sudah apa belum?" Tanya Lucca untuk yang kedua kalinya
"Belum. Aku belum sempat bertanya padanya. Jika kau mau tanyakan saja sendiri selagi aku pergi kekantor, dia sedang sendirian"
"Baiklah kalau begitu"
Merek berdua pun mulai melanjutkan makannya kembali. Makanan di piring Cenzo masih belum habis tapi Cenzo harus berangkat sekarang jika tidak Cenzo bisa telat.
"Aku berangkat dulu. Kau lakukan tugasmu dengan benar tuan mafia" Ucap Cenzo sambil berlari
"Oke bos"
Lucca melanjutkan makannya dengan cepat karena Lucca akan mengintrogasi Nara setelah ini.
Setelah makannya habis Lucca segera keatas mengambil jaket dan ponselnya setelah itu segera pergi ke rumah sakit dengan menggunakan mobil Sport milik Cenzo.
Dengan kecepatan penuh Lucca mengendarai mobilnya, oh bukan maksudnya mobil Cenzo, akhirnya Lucca telah sampai dirumah sakit dan langsung menuju keruangan Nara.
"Pagi calon kakak ipar" Sapa Lucca dan langsung duduk di sofa
Nara langsung menghapus air matanya dan menoleh kearah Lucca.
"Oohhh kau... Kapan sampai?" Tanya Nara sambil bangkit dari atas ranjang dan duduk di sofa depan Lucca
"Baru saja aku sampai" Jawab Lucca
"Eeemmm begitu"
"Bagaimana keadaanmu?"
"Besok sudah boleh pulang. Oh ya, kau datang kesini untuk mencari Cenzo? Dia sedang kekantornya karena ada rapat"
Lucca sepat memandang Nara beberapa detik. Pasalnya Lucca heran bagaimana Kakaknya yang sudah tua itu bisa mendapatkan gadis yang masih muda seperti Nara.
__ADS_1
"Aaahhhhh... tidak. Aku datang kesini karena ada perlu denganmu"
"Apa?" Tanya Nara
"Apa kau ingat siapa orang yang menculikmu waktu itu"
"Dia, dia mantan kekasihku"
Seketika kejadian dikamar mandi dimana Nata sedang disiksa oleh Soobin berputar kembali diingatan Nara.
Nara mencoba menghilangkan pikiran itu dengan mengatur nafasnya secara perlahan.
"Kau tak perlu takut, Aku disini sedang membantumu. Katakan siapa nama dan alamat orang itu"
"Namanya Park Soobin. Dia tinggal di gedung X apartemen nomor 402 dan dia waktu itu juga menyekapku disana" Jelas Nara
Lucca pun akhirnya mengerti. Lucca segera mengambil ponselnya dan menghubungi anak buahnya.
"Tangkap seseorang bernama Park Soobin, dia tinggal di gedung X apartemen nomor 402" Ucap Lucca dan langsung mematikan panggilan tersebut.
"Sudah selesai. Kalau begitu akau pulang dulu ya kakak ipar"
"Kenapa kau terus saja memanggilku kakak ipar, usiamu masih jauh diatasku"
"Kau mau jika aku dipenggal oleh Kak Cenzo jika memanggil namamu"
"Terserah kau saja. Pulanglah sana aku masih harus melanjutkan menonton drakor"
"Selamat beristirahat"
Lucca pun langsung menuju kekantor Cenzo untuk memberi tahu penjelasan Nara barusan.
Next.....
__ADS_1