
Cenzo segera melepas ciumannya saat Nara mulai kehabisan nafas dan memukul-mukul dada Cenzo.
"Kenapa kau mencium ku" Ucap Nara
"Kau juga menikmatinya, jadi jangan munafik" Jawab Cenzo dan langsung melajukan mobilnya kembali.
Sepanjang perjalanan Nara hanya diam dan memasang wajah yang cemberut hingga sampai di rumah.
Nara langsung turun tanpa menunggu Cenzo dan menutup pintu dengan sangat kencang.
"Dasar tukang gengsi, padahal dia juga menikmatinya tadi tapi malah marah" Ujar Cenzo dan berjalan menyusul Nara
Saat Cenzo akan masuk kedalam rumah Nara keluar kembali dan menuju mobil.
"Mau apa" Tanya Cenzo
"Ramyeon ku" Jawab Nara dengan pelan
"Tunggu saja disini akan ku ambilkan"
Nara pun menganggukkan kepalanya. Cenzo segera berjalan lagi ke mobil dan mengambil belanjaan Nara yang ada di bagasi mobil.
Setelah belanjaan itu ada ditangan Cenzo, Nara segera merebut kantong yang berisi ramyeon dan langsung membawanya berlari ke dapur.
Sesampainya di dapur Nara segera memasak air untuk merebus ramyeon. Cenzo berjalan menghampiri Nara.
"Kita perlu bicara" Ucap Cenzo sambil menarik tangan Nara menuju ke sofa di depan televisi
"Sekarang apa lagi" Tanya Nara
"Kenapa kau kabur tadi?"
"Aku tidak kabur, kau saja yang terlalu berlebihan"
"Kalau bukan kabur apa tadi, kau pergi tanpa pamit"
"Kau lupa kalau aku sedang tak mau bicara denganmu"
"Iya juga ya, terus kau dapat uang dari mana untuk membeli belanjaan sebanyak ini?"
"Aku mengambil kartu kredit yang ada di laci kamarmu tadi lagi saat kau mengantar Lucca ke bandara"
"Dasar pencuri" Ucap Cenzo
"Terserah aku"
Setelah perdebatan yang tidak penting itu mereka sama-sama terdiam dengan saling membuang muka.
__ADS_1
"Baby, apa kau sudah memaafkan ku" Ucap Cenzo dengan lembut
"Apa ini?" Kata Nara bingung melihat perubahan sifat Cenzo yang tadinya marah-marah sekarang lembut seperti ini.
"Jadi kau sudah memaafkan ku apa belum"
"Entahlah aku masih belum tau"
"Ayolah Baby ini sudah 3 minggu kau marah padaku"
Nara hanya diam tak menjawab perkataan Cenzo dan hanya melihat Cenzo dengan tatapan sinis.
"Aku akan melakukan apapun jika kau memaafkan ku"
"Apa kau mau mengabulkan semua perkataanku" Tanya Nara
"Tentu saja, apapun akan ku kabulkan"
"Baiklah aku memaafkan mu sekarang"
Cenzo yang mendengar itu langsung mendekat kearah Nara dan memeluk Nara dengan sangat erat.
"Kita akan segera menikah, Aku akan meminta Suho untuk mempersiapkan pernikahan kita 1 minggu lagi"
"Satu minggu?" Ucap Nara
Cenzo dengan cepat mendekatkan jawahnya kearah wajah Nara bersiap untuk mencium Nara.
Nara segera mendorong wajah Cenzo agar menjauh.
"Kenapa?" Tanya Cenzo
"Airku sudah mendidih dari tadi" Ucap Nara sambil meninggalkan Cenzo dan berjalan kembali ke dapur.
Nara langsung memasak ramyeon itu, tak tanggung-tanggung Nara memasak 3 bungkus ramyeon sekaligus.
"Kenapa banyak sekali, kau bisa menghabiskan sendiri" Tanya Cenzo yang baru saja sampai di dapur
"Tentu saja ku habiskan sendiri memangnya aku mau berbagi denganmu"
"Kita sudah baikan kenapa nada bicaramu tetap jutek seperti itu"
"Aku belum terbiasa berbicara lembut padamu" Ucap Nara
"Tapi kau dulu berbicara sangat lembut kepadaku"
"Itu sebelum kau menghancurkan perasaanku"
__ADS_1
Cenzo langsung diam mendengar jawaban dari Nara. Entah masalah apa yang Cenzo hadapi hingga Cenzo minum sebanyak itu, Cenzo pun tak tau.
Ramyeon yang Nara masak sudah matang, Nara langsung membawa ramyeon itu ke meja makan dan memakannya.
"Kamu tak bisa menunggu mienya dingin dulu, itu masih sangat panas" Ucap Cenzo
"Nanti mienya keburu lembek"
Cenzo duduk didepan Nara dan memperhatikan Nara yang sedang memakan ramyeon kesukaan Nara itu. Cenzo dibuat tajuk, pasalnya yang Nara masak tadi adalah 3 bungkus ramyeon dan Nara dalam sekejap sudah menghabiskan ramyeon itu.
"Kau kelaparan" Tanya Cenzo
"Tidak, memangnya kenapa? aku sudah lama tak makan ramyeon seperti ini. Tolong ambilkan cola di kantong yang ku taruh di dapur" Ucap Nara
"Kau menyuruhku"
"Ya sudah aku tak jadi memaafkan mu"
Cenzo langsung pergi ke dapur mengambil cola yang Nara minta. Cenzo tak ingin jika Nara menarik kembali perkataanya dan tak jadi memaafkannya.
"Ini" Cenzo menyerahkan cola itu kepada Nara sebelum itu Cenzo sudah membukakan minuman itu untuk Nara
"Thanks"
"Baby, berarti mulai nanti malam aku sudah boleh tidur denganmu lagi" Tanya Cenzo
"Terserah kau saja. Tapi sepertinya aku lebih suka tidur sendiri"
"Tidak ada penolakan, aku akan tidur bersamamu nanti malam"
Nara tak mendengarkan perkataan Cenzo dan pergi menuju ke kamarnya, sebelum itu Nara sudah mengambil belanjaanya tadi yang berisi sekantong camilan.
Cenzo yang melihat Nara tak memperdulikannya lagi segera menyusul Nara ke kamar. Sesampainya dikamar Cenzo melihat Nara yang sedang menonton drama di laptop sambil memakan sebungkus camilan yang sangat besar.
"Boleh aku iku menonton" Ucap Cenzo sambil mendekati Nara
"Boleh, kemarilah"
Cenzo dengan girang mendekat kearah Nara dan duduk disamping Nara. Nara yang melihat Cenzo duduk disampingnya langsung tiduran di paha Cenzo.
Cenzo dengan sayang mengelus-elus kepala Nara sambil memainkan rambut Nara.
Nara yang merasa nyaman dan tenang kemudian tertidur di paha Cenzo. Cenzo yang melihat Nara tertidur pun mematikan laptop Nara dan mengangkat tubuh Nara ketempat tidur.
Cenzo membaringkan Nara dengan sangat pelan dan menyelimuti tubuh Nara. Cenzo ikut berbaring disamping Nara dan memeluk tubuh Nara dengan sangat erat hingga Cenzo tertidur.
Next.......
__ADS_1