Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
62. Bunuh diri


__ADS_3

Waktu silih berganti. Pagi ini Nara sudah terbangun dari efek obat bius tadi malam. Nara melihat sekeliling dan menemukan Cenzo yang sedang tertidur di sampingnya.


Seketika Nara meneteskan air matanya.


"Kenapa kau kembali lagi" Ucap Nara sambil membelai rambut Cenzo


Cenzo seketika memegang tangan Nara.


"Kau sudah bangun" Ucap Cenzo dengan suara khas orang bangun tidur.


Nara pun langsung menarik tangannya dari genggaman Cenzo. Nara bangun dan berjalan menuju kamar mandi sambil membawa tiang infus.


Cenzo yang melihat Nara mengabaikannya langsung mendekati Nara dan membantu Nara berjalan.


"Aku bisa sendiri" Ujar Nara dengan cuek


"Baby ayo lah"


"Aku bisa sendiri jadi pergilah" Teriak Nara dan meninggalkan Cenzo yang mematung.


Cenzo terkejut mendengar perkataan Nara yang terdengar sangat kasar. Cenzo tau ini adalah salahnya, jadi Cenzo akan berusaha sekuat tenaganya untuk membuat Nara kembali seperti dulu.


Cenzo hanya bisa sabar sekarang. Cenzo pun kembali duduk di sofa sambil menunggu Nara keluar.


Sudah 20 menit waktu berlalu tapi Nara tidak keluar juga. Cenzo jadi khawatir dan menggedor pintu kamar mandi.


"Baby kau bisa dengar aku" Teriak Cenzo dari luar.


"Berisik sekali" Ujar Nara

__ADS_1


Saat Nara akan berjalan keluar tiba-tiba....


Gubrakkkkkkkk......


Cenzo seketika langsung panik dan dengan refleks mendobrak pintu kamar mandi. Pintu pun langsung terbuka.


Cenzo terkejut melihat Nara yang sudah terduduk dilantai karena terpeleset tadi. Tangannya mengeluarkan banyak darah karena infus ditangan Nara tertarik sangat kuat hingga terlepas.


"Tolong" Ucap Nara dengan lemas


Cenzo mengangkat tubuh Nara dan membaringkan di ranjang, setelah itu Cenzo pergi memanggil Dokter.


Dokter sudah datang dan langsung memeriksa Nara. Saat pemeriksaan Cenzo diharuskan menunggu diluar terlebih dahulu.


Dokter itu pun sudah selesai memeriksa Nara dan Cenzo segera menghampiri dokter itu.


"Nona tidak apa-apa Tuan. Sekarang beliau kasih belum diperbolehkan untuk pergi sendiri tanpa ada yang mendampingi"


"Baiklah, kau boleh pergi"


Cenzo pun langsung masuk kedalam ruangan Nara setelah dokter tadi pergi.


"Bagaimana keadaanmu" Tanya Cenzo pada Nara


"Aku baik, jadi kau bisa pergi sekarang wanita mu sedang menunggumu dirumah" Jawab Nara sambil membelakangi Cenzo.


"Itu tidak seperti yang kamu kira. Dia hanya.." Ucap Cenzo terpotong oleh perkataan Nara


"Sudahlah. Aku mohon padamu tinggalkan aku sendiri. Aku sedang tak ingin bertemu dengan siapapun"

__ADS_1


Cenzo menjadi sedih mendengar perkataan Nara, mau tak mau Cenzo harus pergi dan membiarkan Nara sendiri terlebih dahulu sampai Nara bisa menenangkan pikirannya.


Selepas kepergian Cenzo, Nara kembali menangis meratapi nasibnya yang terus dipermainkan seperti ini.


"Aku sudah lelah, Jika memang sudah tak ada lagi kebahagiaan untukku kenapa aku tak mati saja" Ucap Nara dengan berlinang air mata.


Nara mengambil pisau buah yang ada di atas laci sebelah tempat tidurnya. Nara mengiris pergelangan tangannya dengan pisau itu hingga darah keluar dari tangannya.


"Aagggghhhhhhh......."


Perlahan-lahan Nara mulai kehilangan kesadarannya.


Bertepatan saat itu suster sedang berkunjung keruangan Nara untuk membawakan makanan dan mengecek keadaan Nara.


Saat masuk Suster itu terkejut melihat Nara yang sudah tak sadarkan diri dengan pergelangan tangan yang terluka dan mengeluarkan darah.


"Dokterr......." Teriak Suster itu sambil berlari memanggil dokter.


Cenzo saat itu baru saja kembali. Sebenarnya Cenzo sedang pergi membelikan Nara makanan dan akan kembali lagi.


Saat kembali Cenzo sudah melihat Nara yang terbaring tak sadarkan diri dengan pergelangan tangan terluka dan tangan Nara yang satunya memegang sebuah pisau kecil.


Cenzo akan menghampiri Nara dan melihat keadaan Nara tapi Dokter sudah datang akan menangani Nara dan meminta Cenzo menunggu di luar.


Entah sudah berapa kali dokter datang keruangan Nara.


Cenzo begitu frustasi melihat wanita yang dia cinta menjadi seperi ini karena kesalahannya.


Next.....

__ADS_1


__ADS_2