Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
176. Pembalasan


__ADS_3

Baru menunggu beberapa saat benar saja anak buah Lucca sudah memberi tahu kabar kalau mereka sudah berhasil menangkap Sea dan telah membawanya ke markas Lucca.


"Bagaimana kerja mereka kak kau masih belum yakin kemampuan para anak buah ku" Ucap Lucca dengan sombongnya.


"Kau diam jangan berisik" Kata Cenzo dengan suara yang sangat pelan sambil menunjuk kearah Nara yang sudah mulai terlelap dalam tidurnya.


Lucca yang saat itu ingin mengoceh lagi mulutnya langsung dibungkam oleh Jimin agar tidak membangunkan Nara.


"Jangan kencang-kencang nanti kalau Nara bangun aku tidak akan boleh pergi" ucap Cenzo dengan setengah berbisik


Lucca hanya memberikan isyarat dengan menganggukkan kepalanya saja tanda mengerti baru setelah itu Jimin melepaskan bungkaman tangganya dari mulut Lucca.


Mereka bertiga hanya diam sambil memperhatikan Nara yang sepertinya sekarang sudah terlelap dalam tidurnya.


Dirasa Nara sudah tertidur pulas mereka bertiga pun dengan pelan berjalan keluar ruangan. Lucca yang berjalan didepan sendiri dengan sangat-sangat perlahan membuka pintu ruangan itu.


Setelah berhasil keluar dari sana perasaan mereka bertiga begitu sangat lega. Saat merek baru saja berjalan beberapa langkah mereka berpapasan dengan Suho.


Tanpa berfikir panjang lagi Lucca langsung menarik tangan Suho agar ikut bersama mereka bertiga.


"Hey aku mau dibawa kemana?" Tanya Suho sambil sedikit memberontak


"Diamlah bodoh perhatian semua orang melihat kearah mu sekarang" Ucap Jimin


"Kalian jangan banyak bicara bisa apa tidak sih, berisik sekali" Bentak Cenzo dan seketika membuat mereka bertiga langsung terdiam.


Tanpa banyak bicara lagi mereka semua berjalan menuju parkiran mobil.


Lucca sekarang bertugas sebagai supir karena Cenzo hanya percaya kepada Lucca untuk masalah mengebut di jalanan.


"Aku tak sabar sekali untuk menjahit mulut wanita ular itu yang sudah memaki-maki anak-anak ku" Ucap Jimin

__ADS_1


"Stay calm bro" Kata Lucca sambil menoleh sekilas kearah Jimin yang ada disampingnya


"Aku bilang jangan banyak bicara fokus saja mengemudinya" Ucap Cenzo


"Kau ini kenapa marah-marah terus sih V, kau sedang datang bulan ya" Ujar Jimin


"Sialan kau Duda sudah diamlah" Bentak Cenzo


Perjalan pun akhirnya dilalui dengan sunyi karena mereka takut kalau Cenzo akan emosi lagi kalau mereka ribut.


Beberapa saat kemudian mereka pun sampai di markas penyekapan milik Lucca. Cenzo turun dari dalam mobil dengan memancarkan aura garangnya berbeda dengan Suho yang turun dari dalam mobil dengan ekspresi kebingungan.


"Ayo cepat masuk aku sudah tak sabar sekali ingin menghajarnya" Ucap Cenzo sambil berjalan masuk mendahului yang lain.


Didalam ruangan Cenzo melihat seorang wanita yang sedang terikat diatas kursi dengan mulut yang di plester.


Sea begitu melihat Cenzo dan yang lain masuk begitu kegirangan. Sea mengira jika Cenzo akan datang untuk menyelamatkannya.


"Jadi dia orangnya" Bisik Lucca


"Bos kenapa dia bisa ada disini?" Tanya Suho


"Kau tau kan istilah membangunkan singa yang lapar dab itu lah yang akan terjadi pada wanita itu sebentar lagi" Jelas Jimin


Suho yang mendengar itu dengan susah payah menelan ludahnya. Suho memang sering mendengar cerita-cerita seram bagaimana kejamnya mereka menyiksa orang tapi Suho tak pernah menyaksikannya secara langsung jadi dia begitu ketakutan.


"Kita mulai" Ucap Cenzo sambil mendekat kearah Sea


Setelah sampai didepan Sea, Cenzo dengan cepat langsung menampar pipi Sea dengan sangat keras sampai kursi yang diduduki oleh Sea terbalik.


"Kalian tunggu saja dibelakang aku akan menyelesaikan sendiri" Ucap Cenzo dengan dingin.

__ADS_1


Sea mulai ketakutan melihat Tatapan Cenzo yang berubah menjadi menyeramkan. Harapannya yang tadi begitu besar melihat kedatangan Cenzo yang dikira akan menyelamatkannya langsung sirna seketika.


Cenzo langsung menyiramkan air keras tepat di wajah Sea. Sea yang belum memiliki kesiapan pun langsung merasa kesakitan akibat ulah Cenzo itu.


Sea hanya bisa teriak tanpa suara karena mulutnya yang masih terplaster itu. Cenzo yang melihat itu dengan kasar melepas plaster yang ada di mulut Sea.


"Panas tuan panas ambilkan aku air" Teriak Sea karena wajahnya terasa terbakar karena cairan itu.


"Jangan banyak bicara, kau tunggu saja ajal mu disini sampai kau membusuk disini" Ucap Cenzo langsung pergi dari sana.


"Tuan tolong lepaskan saya, saya tak tau salah saya apa tapi saya minta maaf tolong lepaskan saya" Teriak Sea tapi Cenzo terus saja pergi tak mendengarkan perkataan Sea.


"Kalian semua ayo pulang atau aku pulang sendiri" Teriak Cenzo dengan kencang.


Mereka bertiga pun dengan cepat berlari kearah Cenzo yang ternyata sudah ada di luar.


Suho begitu terkejut saat berjalan melewati Sea yang tersungkur dilantai dengan keadaan masih terikat dan kulit wajahnya yang sudah melepuh itu.


"Tolong aku" Ucap Sea sambil memegang kaki Suho


Suho yang memang orangnya tidak bisa melihat orang kesulitan berniat melepaskan ikatan Sea. Baru saja Suho memegang tali itu Lucca langsung menahannya.


"Jangan kau lepas kalau tidak mau kau yang menggantikannya disini" Ucap Lucca


Suho begitu ketakutan sekarang. Dengan cepat dia berlari keluar dari sana. Melihat orang dengan keadaan seperti itu saja sudah membuatnya merasa sakit apa lagi terjadi kepada dirinya sendiri.


Sampai di depan mobil mereka langsung masuk dengan posisi sama seperti tadi Lucca menjadi supir. Suho sampai didalam mobil langsung bersandar dan memejamkan matanya.


Cenzo sudah meminta kepada para anak buah Lucca agar tidak ada yang menolong wanita itu bahkan memberinya makan. Jika ada yang melanggar mereka akan merasakan hal yang sama seperti Sea tadi.


Next....

__ADS_1


Sorry banget ya readers author beberapa hari ini tidak bisa update karena ada urusan penting sekali. Sekali lagi maaf.


Happy reading


__ADS_2