
Saat Nara mulai tertidur Lucca berpamitan pada Cenzo jika dirinya harus pulang dan beristirahat. Cenzo meminta Lucca untuk pulang kerumahnya karena Cenzo sudah beberapa hari ini tidak kembali kerumahnya.
"Kau bisa pulang ke rumah. Pakailah semua fasilitas yang sudah tersedia sesukamu" Ucap Cenzo
"Baiklah jika kau memaksa aku pulang dulu"
"Aggghhhh....... Aku ingin tidur" Ujar Lucca saat sudah diluar ruangan Nara dan langsung bergegas pulang.
Sepeninggalnya Lucca Cenzo berjalan kearah kamar mandi dan mulai menghubungi Suho untuk menanyakan bagaimana perkembangan dari tugas yang sudah Cenzo berikan.
"Hallo Suho. Bagaimana?" Tanya Cenzo saat panggilan sudah terhubung.
"Saya sedang mencurigai seseorang bos" Ucap Suho
"Siapa?"
"Dia adalah mantan Nona Nara. Mereka baru saja putus"
"Baiklah kau pantau saja dia"
"Kami masih menyelidiki alamatnya bos"
"Kau sekarang datanglah kesini dan bawakan aku makanan. Besok Lucca akan ikut bersamamu menyelidiki masalah ini"
"Baik bos"
Setelah mengakhiri panggilan itu Cenzo langsung keluar dari dalam toilet dan duduk di sofa menunggu Nara yang sedang istirahat.
Sebenarnya Cenzo tau jika Nara hanya pura-pura tidur untuk menghindarinya. Maka dari itu Cenzo menghubungi Suho di toilet barusan.
Sambil menunggu makanannya datang Cenzo memeriksa beberapa dokumen lewat ponselnya yang sudah Raya kirimkan dari kemarin tapi Cenzo baru sempat memeriksanya sekarang.
Beberapa saat kemudian Suho datang dengan membawakan makan Cenzo yaitu pizza dan hamburger.
"Kau makanlah juga" Ucap Cenzo saat melihat Suho hanya duduk disampingnya menyaksikan Cenzo sedang makan.
__ADS_1
"Tidak bos, bos saja yang makan"
"Aku tau kalau kau mau"
Mendengar perkataan Cenzo itu Suho langsung menyengir kuda dan mengambil makanan itu lalu memakannya.
"Bagaimana kabar dari Angelina?" Tanya Cenzo
"Setiap malam para penjaga mendengar teriakan dari wanita itu meminta untuk menyalakan lampu ruangan" Jawab Cenzo
"Baiklah biarkan hingga dia jera" Ucap Cenzo dan melanjutkan makannya lagi.
Di sebuah ruangan kantor terlihat Papa Nara sedang bercumbu dengan sekertarisnya yang bernama Shana. Mereka berciuman dengan sangat panas. Wanita itu duduk dipangkuan Sam dan kancing dari kemeja itu sudah terbuka semua.
Saat kejadian hot itu sedang terjadi, tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan muncullah mama Nara dari balik pintu.
Sam langsung mendorong wanita itu hingga jatuh, sambil merapikan pakaiannya Sam berjalan kearah Yura yang terlihat sangat Syok.
"Ma.... dengarkan penjelas Papa dulu" Kata Sam
"Sudah jelas Pa"
"Dia menggoda Papa ma, dia memaksa Papa untuk tidur dengannya agar dia bisa naik jabatan" Ucap Sam mencoba meyakinkan istrinya itu.
__ADS_1
Sekertaris yang Sam tuduh itu langsung bangun dan bersimpuh di kaki Yura.
"Bukan begitu bu... Saya tak pernah merayu Tuan"
"Lihat Ma, dia mencoba merayumu juga"
Yura pun sudah termakan oleh perkataan Sam langsung menyeret wanita itu keluar dari ruangan sam dengan menjambak rambutnya.
"Pergi dari sini kau \*\*\*\*\*\*. Dasar tak tau diri, sudah dikasih pekerjaan malah merayu bos sendiri" Ucap Yura memaki wanita itu dengan sangat keras.
"Tolong jangan pecat saya nyonya"
"Hey \*\*\*\*\*\*. pergilah kau dari sini, aku tak mau melihatmu lagi atau aku akan melaporkanmu ke kantor polisi karena sudah merusak rumah tangga orang"
Wanita itu pun seketika langsung ketakutan dan memilih pergi dari situ karena dia tak ingin masuk penjara.
Para karyawan yang melihat kejadian itu sangat kasian kepada Shana karena mereka sudah tau bagaimana bejatnya bos tempat mereka bekerja ini.
Setiap satu bulan sekali bosnya itu akan mencari Sekretaris baru dan wajib meniduri sekretarisnya.
__ADS_1
Next.....