Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
98. Mate


__ADS_3

"Nara saya tinggal ke depan dulu ya, tolong jaga Mate sebentar" Ucap Cristal


"Hem... Kau pergi lah, biar aku yang menjaga anak imut ini" Jawab Nara


Selepas kepergian Cristal, Nara berjalan menghampiri Mate yang sedang sibuk dengan makanannya.


"Sudah selesai boy" Ucap Nara


"Apakah tidak apa-apa walaupun makanannya tak habis aunty, Mate sudah kenyang" Jawab Mate


Nara tersenyum mendengar perkataan Mate.


"Tidak apa-apa yang penting Mate sudah mau makan. Sekarang minum obat dulu ya"


"Yes aunty, tapi aunty suapi ya"


"Tentu saja Aunty suapi" Nara membantu Mate meminum obatnya.


"Sudah selesai, sekarang Mate ingin melakukan apa?" Tanya Nara


"Bagaimana dengan ice krim dan brownisnya Aunty"


"Hampir saja aunty lupa. Sebentar ya aunty tinggal dulu"


Nara pergi keluar dari ruangan Mate dan meminta bodyguard yang bersamanya tadi untuk membelikan Ice krim dan brownis untuk Mate.


"Tolong belikan Ice krim dan brownis ya, ini uangnya" Ucap Nara


"Baik Nyonya" Bodyguard itu segera pergi


Nara kembali lagi kedalam dan melihat Mate sedang bersedih.


"Kenapa bersedih sayang" Tanya Nara sambil membersihkan sisa-sisa makanan yang ada di wajah Mate.


"Aunty, apa aunty punya Papa?" Ucap Mate sambil melihat kearah Nara. Nara dapat melihat mata Mate yang berkaca-kaca, itu membuat hati Nara tersentuh.


"Tentu saja punya sayang. Memangnya kenapa?"


"Tapi Mate tak punya Papa. Kata Mama, Papa Mate menghilang" Kata Mate sambil tersenyum.


Melihat itu Nara tak bisa menahan air matanya. Anak sekecil ini tidak pernah merasakan kasih sayang dari papanya, melihat wajah papanya pun tidak pernah.


"Apa Mate mau bertemu dengan Uncle Cenzo, Mate bisa memanggilnya Papa dan Mate juga bisa memanggil Aunty Mama" Ucap Nara sambil mengelus kepala Mate


"Bolehkah Aunty. Berarti Mate punya dua Mama ya?"


"Iya sayang"


"Yeyyy.... Ayo sekarang kita ke Papa"


"Tidak sekarang sayang, tunggu saat kau sudah boleh pulang dari sini"


"Tapi aku maunya sekarang Ma" Rengek Mate.

__ADS_1


"Baiklah Mama tanyakan ke dokter dulu ya"


"Yes Mama"


Nara pun segera pergi untuk menemui dokter, dan saat Nara baru saja keluar Cristal datang.


"Kamu mau kemana Nara?" Tanya Cristal


"Aku akan menemui dokter untuk menanyakan kapan Mate sudah boleh pulang" Jawab Nara


"Biar aku saja Nara"


"Tidak usah aku saja, kau jaga saja Mate didalam" Nara pun segera pergi ke ruangan dokter tersebut.


Cristal masuk kedalam dan duduk di samping Mate.


"Sudah minum obat sayang?"


"Sudah Ma. Tadi Mama Aunty yang bantuin"


"Mama Aunty siapa Mate?"


"Kata Aunty tadi Mate tidak apa-apa jika memanggilnya Mama, lalu Kata Mama Aunty akan mengajak Mate bertemu Papa Uncle" Jelas Mate dengan kepolosannya.


Cristal tersentuh mendengar perkataan Mate. Entah kenapa Nara begitu baik padanya dan Mate padahal mereka tidak saling mengenal sebelumnya.


"Tapi Mate harus berjanji tidak boleh nakal ya, Mate harus menjadi anak yang baik dan pintar" Ucap Cristal


"Yes Mam"


"Bagaimana dok?" Tanya Nara


"Kondisinya sekarang sudah baik-baik saja, tapi masih harus istirahat dengan cukup dan meminum obatnya dengan teratur" Jelas Dokter itu


"Apa sudah boleh pulang sekarang?"


"Sudah Nyonya Vincenzo, Mate sudah diperbolehkan pulang"


Mate yang mendengar itu pun menjadi sangat senang.


"Yeyy.... Mate sudah boleh pulang, Mate tak sabar ingin bertemu Papa uncle" Perkataan Mate barusan membuat semua orang tertawa.


"Baiklah kalau begitu saya permisi nyonya, selamat siang" Ucap Dokter itu dan segera pergi meninggalkan ruangan rawat Mate.


"Baiklah boy, ayo sekarang beres-beres dan kita segera pulang" Ucap Nara.


"Yes Mama Aunty"


Cristal dan Nara pun mulai beres-beres dan Mate menunggu sambil menonton kartun di televisi.


Tok... tok... tok....


"Masuk saja" Ucap Nara dari dalam.

__ADS_1


Orang tersebut pun langsung masuk.


"Ini pesanan anda Nyonya" Kata bodyguard itu yang ternyata sudah kembali.


"Berikan Padaku. Kau angkat ini dan bawa ke mobil ya"


"Baik nyonya"


Nara segera membawa makanan itu ke sofa dan setelah itu menggendong Mate dan membawa Mate ke sofa.


"Apa yang kamu bawa Nara" Tanya Cristal


"Sini duduk dan ikut makan" Jawab Nara


Cristal berjalan menghampiri Nara dan Mate dan duduk di sebelah Nara.


"Ini untuk Mate, ini Mama Cristal, dan yang satu lagi untuk Mama Aunty" Ucap Nara sambil membagikan satu cup Ice krim


"Waahhhh.... Mama aunty baik sekali, terimakasih"


Mate segera memakan Ice krim tersebut tanpa memperdulikan Nara dan Cristal yang sedang memandanginya.


"Pasti akan belepotan lagi, sini biar Mama saja yang menyuapi" Ucap Cristal


"No mama, Mate akan menjadi anak yang mandiri"


Semua Ice krim pun sudah habis, mereka segera pergi ke mobil dan pulang ke rumah. Setelah mengurus beberapa dokumen mereka pun akhirnya diperbolehkan pulang dan Nara akan mengantar Cristal dan Mate ke rumahnya.


Sesampainya dirumah Cristal, Nara bisa melihat rumah sewa yang sangat kecil tapi bersih dan rapi. Cristal sungguh sosok ibu yang sangat baik.


"Terimakasih Nara sudah mau mengantar kami" Ucap Cristal sambil menggendong Mate.


"Sama-sama Cristal"


"Mama Aunty, Mate ingin bertemu dengan Papa Uncle" Rengek Mate


"Oohh iya..... Mama Aunty lupa, Mate minta izin ke Mama dulu ya"


"Mama boleh ya Mate bertemu dengan Papa uncle" Ucap Mate pada Cristal.


"Tapi Mate harus janji tidak boleh nakal ya"


"Siap Mama"


Nara pun turun dan membawa Mate masuk lagi kedalam mobil.


"Mate aku bawa dulu ya, nanti aku antarkan. Kau istirahat saja dulu selama Mate pergi" Ucap Nara


"Iya Nara. Sudah berangkat sana, hati-hati dijalan"


"Dahhh.... Mama"


Setelah kepergian Mate dan Nara, Cristal masuk kedalam dan segera mengistirahatkan tubuh sebelum dia pergi mencari kerja nanti.

__ADS_1


Next......


__ADS_2