
Setelah tiba di rumah Cenzo langsung mengantarkan Nata ke kamar dan menyuruh Nara untuk segera istirahat, masalah Clay, Cenzo akan memanggil Raya agar datang kerumahnya untuk menjaga Clay selama Nara istirahat.
"Baby kau istirahat dulu ya, aku ada urusan sebentar" Ucap Cenzo
"Oppa mau kemana?" Tanya Nara
"Ada urusan sebentar saja ya" Kata Cenzo
"Baiklah"
"Oh iya Baby, sebentar lagi Raya akan datang biarkan dia yang menjaga Clay, Mate juga sepertinya sebentar lagi pulang jadi kau istirahat saja dengan tenang" Nara hanya menganggukkan kepala menjawab perkataan Cenzo
Cenzo pun setelah berbicara seperti itu langsung turun kebawah menghampiri Suho.
"Suho ayo cepat ke rumahmu, kita bangunkan para kunyuk itu" Ucap Cenzo sambil masuk kedalam mobil.
"Baik bos" Suho pun dengan cepat langsung masuk kedalam mobil dan menjalankan mobilnya menuju rumahnya.
Benar yang Cenzo katakan tadi, mungkin sekitar setengah jam Raya datang ke rumah mereka dan langsung menuju ke kamar Cenzo dan Nara. Sebelum masuk Raya mengetuk pintu kamar terlebih dahulu.
Tok... tok... tok
"Siapa?" Sahut Nara dari dalam kamar
"Saya Raya Nyonya" Jawab Raya
"Masuk saja Raya pintunya tidak saya kunci kok" Ucap Nara
Raya memutar kenop pintu dan langsung masuk kedalam. Terlihat Nara sedang duduk diatas tempat tidur bersama dengan Clay yang sedang bermain.
"Pagi menjelang siang Nyonya" Sapa Raya
"Duduk sini saja Raya jangan sungkan-sungkan" Ucap Nara.
Raya pun dengan malu-malu duduk diatas tempat tidur milik Nara. Entah bagaimana bisa tiba-tiba pikiran kotor memenuhi kepala Raya.
"Pasti Tuan Cenzo dan Nyonya Nara tidur disini. Bagaimana kegiatan panas mereka berlangsung ya diruangan yang sangat besar ini, pasti sangat mengasikan" Begitulah isi pikiran Raya
"Raya.... Raya are you oke" Panggil Nara beberapa kali tapi Raya malah sibuk dengan pikirannya hingga Nara memegang tangan Raya
"Aaaaa.... Iya nyonya, nyonya panggil saya ya" Ucap Raya yang terkejut. Saat Nara memegang tangannya semua pikiran kotor itu jadi hilang seketika.
"Raya kenapa bengong, pasti kamu cepak ya" Kata Nara
__ADS_1
"Tidak nyonya, saya tidak capek kok, pekerjaan di kantor juga tidak begitu banyak" Ucap Raya berbohong. Padahal saat ini tumpukan berkas sedang menanti dimeja kerjanya karena Cenzo dan Suho cuti kerja beberapa hari ini.
"Oh baiklah kalau begitu, kalau kau lelah bilang saja padaku"
Raya menjadi sangat kikuk karena perlakuan Nara yang begitu baik dan perhatian kepadanya. Pantas saja Tuan Cenzo sangat mencintai istrinya ini.
"Maaf Nyonya kalau saya lancang, tapi ada apa ya Tuan Cenzo memanggil saya kesini?" Tanya Raya
"Loh jadi Oppa belum memberitahumu ya. Kata Oppa tadi kau sudah tau kalau kau akan menjaga Clay disini selama aku istirahat" Kata Nara
Raya seketika langsung terdiam. Bagaimana bisa seorang bos dengan mudahnya menyuruh sekertaris pribadinya menjadi pengasuh bayi. Raya tak habis pikir lagi dengan bosnya itu, seenaknya sendiri memberikan perintah.
"Siapapun tolonglah biarkan aku menang lotre agar uangku banyak dan aku tidak perlu bekerja lagi" Ucap Raya dari dalam hatinya.
"Kau tidak keberatan kan Raya, soalnya aku masih harus istirahat total karena luka tembakannya masih belum begitu membaik" Ucap Nara
"Nyonya masih tertembak ya, baiklah Nyonya kau tak perlu khawatir aku akan menjaga Tuan muda ini" Raya begitu terkejut mengetahui bahwa Nara baru saja tertembak jadi jiwa kecil Raya sedikit tersentuh dan kasihan.
"Baiklah Tuan Muda, ayo kita main diluar agar Mommy bisa istirahat," Kata Raya sambil menggendong Clay
"Nyonya tasnya saya taruh disini ya" Ucap Raya sebelum pergi
"Iya, kau letakkan saja disana"
"Buka pintunya" Ucap orang dari dalam ruangan tersebut. Suaranya begitu kecil tapi Raya samar-samar masih bisa mendengarnya. Raya melihat ada kunci yang masih menggantung di pintu luar. Raya pun inisiatif membuka pintu tersebut dan menemukan seorang wanita yang ada di dalam sana sedang terduduk diatas lantai.
"Akhirnya terbuka" Ucap wanita tersebut.
Raya hanya diam melihat wanita didepannya itu. Alice berjalan keluar dan berhenti tepat di depan Raya.
"Terimakasih" Ucap Alice dengan bahasa Italia
Raya yang sedikit mengerti ucapan Alice hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Alice yang melihat tampang wajah Raya yang seperti orang Asia pun akhirnya dia mengerti kalau wanita ini tidal mengerti apa yang dia ucapkan tadi.
"Clay, kau kah itu, dimana mamaku Clay" Ucap Alice kali ini dengan bahasa Inggris
"Kau mengenal Nyonya Nara?" Tanya Raya
"Ya, aku mengenalnya, kita dimana sekarang dan Nara sedang ada dimana?" Tanya balik Alice
"Kita sedang dirumah Nyonya Nara dan Nyonya Nara sedang berada di kamarnya" Jelas Raya
__ADS_1
"Bisakah kau mengantarkan aku bertemu dengan Nara, ada hal penting yang ingin aku bicarakan" Ucap Alice
"Tentu saja, mari" Raya pun akhirnya mengantarkan Alice ke kamar Nara
Tok... tok... tok....
Raya mengetuk pintu terlebih dahulu seperti tadi setelah itu masuk. Terlihat Nara masih belum tertidur dan sedang membaca sebuah buku.
"Nyonya ada yang ingin bertemu denganmu" Ucap Raya
"Siapa Raya?" Tanya Nara sambil menutup bukunya dan melihat kearah Raya yang sedang bersama dengan seorang wanita.
Nara langsung membulatkan matanya melihat wanita yang sedang berdiri di samping Raya itu.
"Nyonya Alice, bagaimana bisa kau ada disini?" Tanya Nara dengan terkejut.
Alice langsung berjalan menghampiri Nara dan duduk disamping Nara. Alice mulai menceritakan semua kejadian yang dia alami saat Nara baru turu dari mobilnya. Nara begitu terkejut bagaimana bisa merek salah menangkap orang seperti ini. Nara akan memberikan pelajaran kepada siapapun yang sudah memperlakukan Alice seperti ini.
Nara pun meminta Alice untuk membersihkan tubuhnya dan Nara memberikan baju miliknya yang belum pernah Nara pakai kepada Alice. Setelah itu Nara meminta Alice agar istirahat dikamar tamu.
Di kediaman Suho sekarang Lucca, Jimin dan Cenzo sedang melacak dua bajingan yang sudah Lucca perintahkan kemarin. Satu persatu orang yang terlibat dalam penculikan Nara sudah tertangkap, Jay dan El langsung membawa mereka ke markas tempat mereka disekap kemarin.
Suho sendiri saat ini sedang mengantarkan Mate pulang ke rumah Cenzo sekaligus agar tak mengganggu kerjaan orang dewasa.
"Sekarang tinggal dalang dibalik ini semua yang akan tertangkap" Ucap Lucca
"Benar katamu Lucca, kita tidak perlu capek-capek menangkapnya mereka ternyata datang sendiri kepada kita" Ujar Jimin
"Diamlah kalian berdua jangan banyak bicara" Kata Cenzo
Mereka bertiga hanya perlu menunggu semua berkumpul dan setelah itu jika mereka sudah berkumpul semua saatnya bagi Cenzo, Lucca dan Jimin untuk bersenang-senang.
__ADS_1
Next.....