Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
175. Ketemu


__ADS_3

"Waahhh.... Sudah lama sekali aku tidak minum-minum seperti ini, enak sekali" Ucap Jimin sambil meneguk wine tersebut.


"Kau itu terlalu sibuk bekerja dan tak menyenangkan dirimu sendiri" Kata Lucca


"Kau benar Lucca, aku juga sedikit bingung gara-gara masalah dengan Mamanya Mate waktu itu. Kau tau rasanya tubuhku seperti ditimpa batu yang begitu besar" Jelas Jimin


"Itu juga semua Jimin karena salahmu sendiri, bagaimana bisa kau meninggalkan perempuan setelah kau perkosa"


"Mana aku tau juga dia akan langsung hamil seperti itu. Itu artinya bibitku begitu subur"


"Sialan kau"


Saat mereka sedang asik mengobrol telpon Lucca berbunyi. Lucca segera mengangkatnya dan anak buah Lucca ternyata memberitahukan jika mereka sudah berhasil mendapatkan CCTV itu.


"Kalian cepat kirim filenya ke padaku aku akan mengeceknya sendiri. Kalian tunggu perintah dariku selanjutnya" Ucap Lucca dan langsung mematikan panggilan tersebut.


Beberapa saat kemudian file itu sudah terkirim ke ponsel Lucca. Lucca segera mengeceknya dan di CCTV itu terlihat dengan jelas peristiwa yang Nara alami saat itu.


Terlihat Nara yang baru saja akan menuruni tangga bersama dengan Alice tapi Alice kembali kebelakang untuk menerima telepon dan Nara berjalan terlebih dahulu.


Dari arah belakang Nara terlihat seorang wanita yang berdiri tepat di belakang Nara dan jaraknya pun sangat dekat dengan Nara. Saat Nara sudah sampai di pertengahan tangga wanita itu langsung mendorong Nara dengan sangat kencang hingga Bara kehilangan kendali.


Lucca bisa melihat dengan jelas wajah wanita yang mendorong Nara itu tapi Lucca tak mengenali dia bahkan baru pertama kali melihatnya sekarang.


"Jimin, sepertinya kita harus segera ke kak Cenzo ada yang akan aku tanyakan padanya" Ucapnya dan langsung berdiri sambil membawa tasnya


"Lucca tapi ini belum habis bagaimana aku bawa pulang ya" Kata Jimin


"Kau jangan buat malu seperti orang susah saja, nanti ku belikan sepuas mu"


Mendengar perkataan Lucca itu dengan cepat dan semangat Jimin langsung menyusul Lucca yang berjalan terlebih dahulu itu.

__ADS_1


Mereka dengan cepat langsung menuju ke rumah sakit untuk menemui Cenzo. Sekitar 40 menit akhirnya mereka sampai disana.


Kalian bisa bayangkan kan bagaimana keadaan Jimin yang minum cukup banyak tadi.


"Kak" Panggil Lucca setelah masuk keruangan Cenzo malam itu.


"Ada apa kau teriak-teriak" Kata Cenzo sambil berdiri


"Aku ada berita penting untukmu sangat penting" Ucap Lucca sambil mengajak Cenzo untuk duduk di sofa


Nara hanya memperhatikan kelakuan Lucca dan Cenzo itu dari jauh.


"Bagaimana keadaanmu Nara?" Tanya Jimin sambil duduk di kursi sebelah ranjang rawat Nara


"Aku baik kok tidak apa-apa" Jawab Nara


"Syukurlah kalau begitu"


"Kau yakin ini penting apa tidak?" Tanya Cenzo


"Sangat-sangat penting ini cepat lihat" Ucap Lucca sambil memperlihatkan bukti itu kepada Cenzo.


Cenzo melihat rekaman CCTV itu dengan sangat serius. Saat pertama kali lihat Cenzo masih tak mengenali wanita yang mendorong Nara itu. Tapi setelah Cenzo melihatnya lagi Cenzo langsung bisa mengenalinya.


"Kau kenal dia kak?" Tanya Lucca


"Dia dulu mantan pegawai di kantorku. Dia aku pecat gara-gara sudah memaki-maki Nara dan anak-anak waktu itu" Jelas Cenzo


"Anak-anak siapa maksudmu V?" Tanya Jimin


"Mate dan Clay siapa lagi"

__ADS_1


Jimin langsung berdiri dan mendekat kearah Cenzo dan juga Lucca.


"Berani sekali dia memaki-maki anak-anak ku yang imut itu, tunggu saja pembalasanku" Kata Jimin


Mereka bertiga berdiskusi dengan sangat pelan agar Nara tak bisa mendengarnya. Cenzo memerintahkan Lucca agar menyuruh anak buahnya untuk menangkap wanita ular itu dan menyekapnya di markas biasanya.


Lucca pun mengirimkan pesan saja kepada anak buahnya yang tadi dan dengan cepat anak buahnya membalas pesan itu tanda setuju.


Sambil menunggu kabar dari anak buah Lucca mereka bertiga pun mengobrol-ngobrol biasa dan Cenzo sekarang sedang duduk di kursi sebelah ranjang Nara untuk menidurkan Nara karena hari sudah mulai malam.


"Apa mereka bisa menangkapnya hari ini juga?" Tanya Cenzo yang sudah kembali duduk di sofa sebelah Jimin karena Nara sudah tertidur


"Kau meremehkan kemampuan anak buah ku ya kak" Kata Lucca


"Kita tunggu saja V, mungkin sekitar beberapa menit lagi mereka pasti menghubungi Lucca dan bilang kalau tugas selesai" Ucap Jimin


"Sebaiknya Kakak hubungi saja dulu Suho agar kesini menemani Jimin nanti disini" Lucca memberi saran kepada Cenzo


Benar juga kenapa Cenzo tak kepikiran untuk mengabari Suho sejak tadi pasti sekarang Suho sedang asik berbaring di tempat tidurnya.


"Suho, cepat datang kesini" Ucap Cenzo saat panggilan sudah terhubung


"Kemana bos?, aku sedang tidur ini" Jawab Suho


"Rumah sakit biasa, awas kau jika telat datangnya ya" Ancam Cenzo dan langsung mematikan panggilan tersebut.


Dirumah Suho begitu frustasi. Baru saja dirinya terlelap tidur Cenzo sudah menyuruhnya untuk ke rumah sakit malam. Perasaannya sudah tak enak sekarang.


"Bos sialan" Maki Suho sambil memakai jaketnya dan segera keluar dari dalam rumah menuju ke rumah sakit menggunakan mobil.


Next....

__ADS_1


__ADS_2