
Pagi ini Cenzo menepati janjinya datang ke rumah orang tua Nara meminta restu untuk menikahi anaknya.
Cenzo sengaja datang pagi-pagi karena Nara sudah memberi tahunya jika orang tuanya akan berangkat ke kantar pukul 8 jadi Cenzo berangkat ke sana pukul 7 pagi.
Saat Cenzo sampai disana terlihat orang tua Nara sedang sarapan bersama sebelum berangkat ke kantor.
"Selamat pagi" Ucap Cenzo menyapa mereka berdua.
Sam dan Yura pun langsung mengalihkan pandangan mereka kearah Cenzo. Begitu melihat yang datang adalah Cenzo mereka berdua pun langsung berdiri.
"Pagi" Jawab papa Nara dengan raut wajah bingung.
"Maaf mengganggu waktu kalian di pagi ini karena ada hal penting yang ingin saya bicarakan" Jelas Cenzo.
Posisi Cenzo saat ini dia sedang berdiri di depan meja makan tempat papa dan mama Nara sedang sarapan. Tadi Cenzo langsung masuk ke dalam saat salah satu pembantu dirumah orang tua Nara bilang kalau tuan dan nyonya sedang sarapan.
Papa Nara seketika langsung mengajak Cenzo ke ruang kerjanya yang ada dilantai atas.
"Duduklah tuan" Ucap Papa Nara saat mereka sudah sampai di ruangan itu.
__ADS_1
Cenzo pun langsung duduk dan tak lama kemudian mama Nara datang membawakan minuman untuk Cenzo.
"Apa yang ingin anda bicarakan Tuan Vincenzo" Tanya Papa Nara
"Baiklah saya tidak ingin membuang-buang waktu, jadi saya akan langsung ke intinya saja. Saya akan menikahi Nara secepatnya. Saya datang kesini untuk meminta restu kalian berdua"
Kedua orang tua Nara pun langsung terkejut mendengar perkataan Cenzo. Jujur Papa Nara tak rela jika putrinya harus menikah dengan seorang duda.
"Saya keberatan" Ucap mama Nara
"Alasannya" Tanya Cenzo dengan santai sambil meminum tehnya
"Karena kau seorang duda. Apa putriku tau kalau kau seorang duda?" Kata Mama Nara dengan sedikit gugup
"Putriku. Haha.... Sejak kapan kau mengakuinya kalau dia adalah putrimu, putri yang kau terlantarkan ya"
Ucap Cenzo itu sukses memancing emosi mama Nara.
"Dia memang putriku. Aku yang melahirkannya. Aku tak menelantarkannya, Nara ku berikan banyak uang selama ini walaupun aku tak ada didekatnya tapi uangku ada didekatnya"
__ADS_1
Cenzo tak habis pikir dengan orang tua yang punya pikiran seperti itu. Dia kira kasih sayang bisa dibeli dengan uang.
"Buktinya walaupun ada uangmu tapi Nara selalu kesepian" Ucap Cenzo
"Dasar brengsek" Teriak mama Nara
"Sudah berhenti. Kau keluarlah Yura. Kau hanya membuat ribut saja" Ucap papa Nara dan menyeret mama Nara agar keluar dari ruang kerjanya.
Cenzo hanya melihatnya dengan pandangan yang sinis.
Papa Nara pun kembali duduk dan mulai berbicara dengan serius.
"Jadi maksud anda, anda akan menikahi Nara begitu" Tanyanya pada Cenzo
"Benar. Kalian setuju apa tidak aku tetap akan menikahi Nara" Ucap Cenzo dengan pendiriannya.
Papa Nara tak bisa berkutik lagi mendengar itu. Dia tau Cenzo bisa melakukan apa saja jika Sam menentang keinginannya ini. Jika Cenzo menghancurkan perusahaannya itu akan membuat Sam menjadi gila. Lebih baik Sam mengorbankan anaknya daripada perusahaannya hancur.
"Baiklah kau lakukan saja sesukamu. Kau bisa memberi tahuku jika kau sudah menentukan tanggalnya" Kata Papa Nara
__ADS_1
"Baiklah. Kalau begitu saya pamit" Cenzo pun langsung pergi dari ruangan itu dan akan langsung berangkat ke kantornya.
Next.....