Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
14. Pria tak dikenal


__ADS_3

Nara berlari sekuat tenaga sambil tertatih-tatih dan merapikan bajunya keluar dari hotel tersebut. Nara benar-benar sangat ketakutan.


Nara berjalan dengan menangis di sepanjang jalan, dia memutuskan akan pergi ke bar saat ini untuk melupakan kejadian tadi.


Nara memesan bir dan duduk di depan bartender. Nara begitu syok akan kejadian tadi, entah bagaimana nasibnya jika dia tak bisa kabur tadi mungkin dia sudah ditiduri oleh Soobin.


Saat Nara sedang melamun ada seorang pria yang tiba-tiba menyapanya


"Apakah aku boleh duduk disini Nona?" Tanya pria tersebut sambil duduk di dekat Nara.


Nara pun langsung menoleh kepada pria itu dan tersenyum


"Tapi kau sudah duduk"


"Apa kau ada masalah Nona? Kenapa wajahmu murung sekali" Ucap pria itu pada Nara


"Hemm iya tuan, masalah yang sangat menyakitkan" kata Nara sambil menyeka air matanya yang jatuh


"Aku kan keluar apa kau mau ikut Nona"


"Baiklah ayo"


Saat hendak jalan pria itu melihat Nara yang kesulitan berjalan.


"Apa kakimu baik-baik saja Nona" Tanyanya pada Nara

__ADS_1


"Emm... tak apa, hanya sedikit sakit"


Pria itu membantu Nara berjalan keluar dan mereka duduk didepan bar sambil pria itu menyalakan rokok.


"Kau mau" Ucap Pria itu


"Aku tidak merokok" Jawab Nara


Nara memandang langit malam sambil menemani pria itu merokok. Sebenarnya ini sudah cukup larut, tapi Nara tak tau harus apa jika pulang ke rumah nanti.


"Sebentar lagi saja pulang" Ujar Nara dalam hati.


Saat Nara sedang melihat-lihat sekitar dan Nara menghadap kesampaian hingga pandangan mereka bertemu.


Nara hanya diam dan memandang pria itu. Pria tersebut yang dipandang seperti itu oleh Nara perlahan-lahan menunduk dan mendekatkan wajahnya pada Nara.


Setelah sama-sama kehabisan oksigen mereka pun melepaskan ciuman itu. Suasana seakan menjadi canggung setelah kejadian itu. Kemudian pria itu mulai mencari topik pembahasan baru.


"Apa kau mau menghilangkan masalahmu dengan jalan-jalan bersamaku" Ucap pria itu dan memandang wajah Nara dengan ekspresi yang sulit ditebak


"Boleh saja"


Mereka pun berjalan-jalan mencari tempat yang banyak sekali permainan untuk menghibur diri masing-masing mungkin.


Nara berjalan sambil terus memandang wajah pria tersebut.

__ADS_1


"Aku menyukainya saat pertama kali melihatnya, dan apakah ini kami bahkan sudah berciuman dan jalan-jalan bersama tapi aku belum tau siapa namanya" Gumam Nara dalam hati.


Mereka pun telah sampai ditempat bermain. Orang lain yang melihat mereka pasti akan mengira bahwa mereka adalah pasangan kekasih yang sangat harmonis nyatanya itu tidaklah benar, bahkan mereka tidak mengetahui nama satu sama lain, sungguh gila.


Nara begitu menikmati waktu kebersamaannya dengan pria ini, mereka bercanda dan tertawa seakan masalah yang ada didalam hati dan pikirannya hilang seketika.


Saat sedang asik bermain pria itu mendapat panggilan telpon dari seseorang.


"Aku angkat telpon dulu"


"Hemm... silahkan"


Nara kemudian asik bermain dengan permainan yang ada didepannya. Setelah beberapa saat pria itu kembali


"Maaf tapi aku harus kembali karena ada urusan, apa kau tak keberatan Nona"


"Iya tak masalah kau pergilah, aku juga sudah akan pulang" Ucap Nara


Mereka pun berjalan keluar bersama dan berpisah didepan tempat tersebut.


Nara pulang ke rumahnya dengan taksi karena dia sudah sangat lelah dan tak mau menunggu bus begitu lama.


"Yaaahhhh.... Aku bahkan belum bertanya siapa namanya tadi, kenapa langsung pergi begitu saja" Nara merasa kecewa karena tidak mengetahui nama seseorang yang membuatnya tertarik saat pandangan pertama itu.


Nara masuk ke dalam rumahnya dengan perasaan lemas, begitu bodohnya dirinya.

__ADS_1


Nara langsung membaringkan tubuhnya tanpa membersihkan diri terlebih dahulu, dia sungguh sangat sangat lelah saat ini.


Next......


__ADS_2