
Saat dalam perjalanan pulang ke rumah Jimin hanya melajukan mobilnya dengan pelan karena dia juga sedang tidak buru-buru.
Sambil mendengarkan musik Jimin terus saja bernyanyi mengikuti musik yang di putar dan menikmati pemandangan sekitarnya.
Sudah lama sekali Jimin tidak jalan-jalan sendirian seperti ini. Jimin ingin mengajak Mate untuk pergi berlibur berdua agar hubungan mereka lebih dekat lagi.
"Udara disini begitu sejuk" Ucap Jimin sambil membuka jendela mobilnya.
Saat sedang enak-enaknya menikmati perjalanan yang begitu tenang itu Jimin tidak tau jika dari arah belakang mobilnya ada mobil lain yang melaju dengan sangat kencang.
Brrruuuaakkkkkk...........
Mobil itu kehilangan kendali karena remnya yang blong. Mobil itu langsung menabrak mobil Jimin yang ada didepannya hingga mobil Jimin menabrak salah satu pohon besar yang ada di pinggir jalan. Mobil Jimin membentur pohon itu cukup kuat hingga bagian dengan mobil Jimin rusak parah kaca mobilnya pun pecah.
"Sial ucap Jimin dari dalam mobil" Kepala Jimin terbentur stir mobil dengan sangat keras dan kaki kiri Jimin terjepit.
Jimin sudah sekuat tenang untuk keluar dari sana tapi usahanya sia-sia. Sangat sulit untuk keluar dari dalam mobil karena Jimin juga sudah terjepit.
Orang yang menabrak mobil Jimin juga tidak keluar dari dalam mobilnya. Mungkin dia juga terjepit sama dengan Jimin atau juga orang itu kabur dari sana.
"Aaaggghhhh.... sial" Teriak Jimin dari dalam mobil sambil terus berusaha untuk menarik kakinya yang terjepit itu.
Jimin mengambil ponselnya dari dalam saku dengan salah satu tangan yang memegangi keningnya yang terluka itu.
Jimin mencoba menghubungi Lucca tapi Lucca tak mengangkatnya terus Jimin mencoba menghubungi Cenzo dan beberapa saat kemudian Cenzo menjawab panggilan telepon dari Jimin itu.
"Ada apa Jimin?" Tanya Cenzo dari sebrang telepon
"V tolong datang kesini sekarang aku kecelakaan" Ucap Jimin dengan suara yang sedikit mengerang sambil menahan rasa sakit kaki dan kepalanya.
"Bagaimana bisa sampai kecelakaan kau diaman sekarang" Suara Cenzo sudah terdengar sangat khawatir dengan keadaan Jimin
"Aku tak tau dimana sekarang" Ucap Jimin dengan suara yang sangat pelan
"Kau tenanglah aku akan segera kesana. Kau kirimkan saja lokasimu sekarang juga"
"Oke"
Jimin langsung mematikan panggilan tersebut dan mengirimkan lokasinya sekarang kepada Cenzo.
Perlahan-lahan Jimin mulai kehilangan kesadarannya karena benturan di kepalanya begitu keras dan juga terus saja mengeluarkan darah. Beberapa detik kemudian Jimin pun pingsan.
Ditempat itu juga begitu sangat sepi karena jalan yang Jimin lalui ini seperti area hutan jadi sangat jarang orang melintas.
Mobil Jimin juga sudah mulai mengeluarkan asap sepertinya akan siap untuk meledak. Asap terus saja keluar dari bagian depan mobil karena.
Tiba-tiba ada salah satu mobil yang melintas disana dan melihat kecelakaan orang tersebut langsung menepikan mobilnya.
__ADS_1
Seorang pria sekitar usia 30an keluar dari dalam mobil dan berjalan kearah mobil yang belakang terlebih dahulu tapi tak menemukan orang di dalam mobil tersebut. Pria itu pun lantas langsung menghampiri mobil milik Jimin dan menemukan Jimin sudah dalam keadaan pingsan.
"Wah mobil ini sepertinya akan terbakar aku harus mengeluarkan dia dari dalam sini" Ucap Pria tersebut.
Dengan susah payah pria itu mengeluarkan Jimin dari dalam mobil setelah sekitar 15 menit Pria itu akhirnya berhasil mengeluarkan Jimin dari sana.
"Untung saja aku tepat waktu" Ucap pria itu sambil susah payah membawa Jimin masuk kedalam mobilnya karena tubuh Jimin yang sangat tinggi dan berat.
Pria itu langsung membawa Jimin ke rumah sakit terdekat disana agar Jimin langsung mendapatkan perawatan.
Pria itu sendiri tadi baru saja pulang dari rumah Ibunya yang tidak jauh dari jalanan tersebut. Begitu melihat ada kecelakaan pria tersebut langsung inisiatif menolongnya.
Pria yang bernama Jhonny itu melajukan mobilnya dengan sangat kencang takutnya kondisi Jimin sudah sangat parah dan butuh penanganan dokter dengan cepat.
Benar saja setelah Jhonny membawa Jimin pergi sekitar beberapa menit kemudian mobil Jimin mulai mengeluarkan api dan terbakar.
Tepat saat itu juga Cenzo sampai bersama dengan Suho dan Lucca. Mereka bertiga terkejut melihat Mobil Jimin yang sudah terbakar. Apinya tidak terlalu besar tapi asapnya sudah memenuhi seisi mobil. Jadi mereka tidak bisa melihatnya dari luar bagaimana keadaan didalam mobil sekarang.
"Bagaimana ini kak kita terlambat dia mungkin sudah terbakar didalam" Ucap Lucca
"Sial bagaiman ini. Aku juga tidak bisa melihat kedalam karena asapnya begitu banyak" Kata Cenzo
"Bos saya akan melihat mobil dibelakang" Kata Suho dan langsung berlari menghampiri mobil dibelakang yang menabrak mobil Jimin tadi.
Suho menghampiri Cenzo dan Lucca kembali setelah mengecek mobil itu.
"Tidak ada orang didalam. Mungkin saja mereka sudah dibawa ke rumah sakit terdekat dari sini" Kata Suho
"Kau benar juga, ayo masuk ke mobil dan segera mencari Jimin. Sebelum itu kau hubungi pemadam kebakaran dan kirimkan lokasi ini ke mereka agar api cepat dipadamkan" Cenzo langsung masuk kedalam mobil dan Lucca melaksanakan perintah Cenzo.
"Tunggu tunggu, jangan pergi dahulu tunggu saja sampai pemadam kebakaran datang. Kalau apinya semakin besar nanti bagaimana" Ucap Lucca
"Baiklah tapi bagaimana dengan Jimin nanti" Kata Cenzo
"Jika dia memang sudah dibawa ke rumah sakit terdekat pasti dia sudah ditangani oleh dokter dengan cepat bos" Ujar Suho
Lima menit setelah itu terdengar suara sirine pemadam kebakaran dan ya mereka sudah sampai. Cenzo langsung keluar dari dalam mobil dan melambaikan tangannya agar pemadam kebakaran itu menghampirinya.
"Cepat padamkan apinya" Ucap Cenzo saat para petugas kebakaran sudah turun dari mobil dan mempersiapkan peralatannya.
"Apakah tuan-tuan ini sudah mencoba memadamkannya tadi?" Tanya salah satu petugas itu
"Tidak pak" Jawan Cenzo
Pemadam kebakaran itu segera menyemprot mobil Jimin dengan air dan Cenzo langsung menjauh dari Saat. Beberapa beberapa saat kemudian api sudah padam dan Asap sudah berangsur-angsur menghilang.
Cenzo, Lucca dan Suho langsung menghampiri petugas pemadam kebakaran itu untuk berterima kasih.
__ADS_1
"Terima kasih sudah bersedia datang" Ucap Suho
"Sudah kewajiban kami tuan, untung saja kami datang tepat waktu karena mobil sudah hampir meledak tadi" Jelas salah satu petugas itu
"Wahhh kalau benar meledak bukan hanya mobilnya yang hangus kita juga akan hangus kak" Ucap Lucca
"Sudahlah kau diam saja ayo cepat kita cari Jimin" Kata Cenzo
"Pak kami pamit dulu ya ada urusan" Ucap Cenzo
"Baiklah pak selamat siang"
Mereka bertiga langsung masuk kedalam mobil dan melajukan mobil. Saat didalam mobil mereka semua hanya diam sambil memperhatikan jalan sekitar, tiba-tiba ponsel milik Cenzo berbunyi dan yang menghubungi adalah nomor tidak dikenal.
Cenzo langsung mengangkat panggilan tersebut siapa tau panggilan itu sangat penting.
"Hallo dengan siapa?" Tanya Cenzo saat panggilan sidah terhubung
"Apakah benar ini dengan Tuan Vincenzo V" Tanya seorang perempuan dari sebrang telpon
"Benar"
"Saya mendapatkan nomor anda dari ponsel Tuan Jimin dan beliau sedang ada dirumah sakit X sekarang"
"Baiklah saya akan segera kesana" Cenzo langsung mematikan panggilan tersebut
"Ke rumah sakit X Jimin ada disana" Ucap Cenzo kepada Suho yang mengemudi.
"Baik bos"
Sambil menghidupkan lokasi di ponsel mereka melaju ke rumah sakit X tersebut ternyata rumah sakit itu sudah dekap dengan posisi mereka sekarang. Hanya butuh waktu sekitar 5 menit mereka sudah sampai disana.
Mereka bertiga langsung keluar dari dalam mobil dan masuk kedalam rumah sakit tersebut. Cenzo langsung menghampiri resepsionis untuk menanyakan ruang rawat Jimin.
"Tuan Jimin ada di kamar Nomor 105 di lantai atas tuan" Jawab resepsionis tersebut.
Mereka langsung berlari kesana dan orang-orang memperhatikan mereka semua entah mungkin karena ketampanan mereka atau heran melihat mereka lari-lari seperti itu tidak ada yang tau juga.
Setelah sampai didepan ruang rawat Jimin, Cenzo langsung masuk kedalam dan kondisi Jimin saat ini adalah Kepala yang diperban, kaki bagian kiri Jimin di gips.
"Wahh lihatlah kondisinya begitu parah" Ucap Lucca
"Kalian tunggu disini aku akan menemui dokter" Kata Cenzo dan langsung pergi dari sana.
Dari penglihatan mereka luka Jimin ini sudah cukup patah, kepala yang terbentur stir mobil kakinya di gips dan luka-luka kecil di bagian tubuhnya yang lain.
Jimin juga masih dalam keadaan tidak sadarkan diri, entah dia sedang pingsan atau tidur meraka tidak tau.
__ADS_1
Next....