
Sekitar jam 3 pagi Cenzo terbangun karena dirinya ingin pergi ke kamar mandi. Cenzo buru-buru dengan cepat pergi ke kamar mandi karena sudah tak bisa menahannya lagi.
Sekitar 10 menit Cenzo pun kembali ke tempat tidur lagi. Saat Cenzo baru saja membuka selimut pemandangan indah ada di depan matanya.
"Wow.... Aku tak tau jika dia tidur dengan pakaian seperti ini" Ucap Cenzo. Mata Cenzo yang sedari tadi masih mengantuk langsung segar setelah melihat pemandangan itu.
Bagaimana tidak segara, Cenzo melihat kemejanya yang sedang dikenakan oleh Nara tersibak-sibak karena gaya tidur Nara yang tidak pernah bisa diam.
Baju yang Nara kenakan tersibak hingga paha bagian atasnya dan untuk masih bisa menutupi bagian intimnya. Tapi begitu saja sudah hasrat Cenzo bangkit seketika melihat paha mulus milik Nara. Jika boleh menghidupkan lampu mungkin pandangan itu akan semakin indah, begitulah pikir Cenzo.
Cenzo berbaring kembali di samping Nara dengan menahan hasratnya yang sudah bergejolak. Cenzo tau Nara masih sedih karena harus pindah rumah sejauh ini dan Cenzo juga masih mengerti jika Nara lelah karena perjalan tadi.
Diatas tempat tidur Cenzo masih tak pisan terlelap juga karena Nara terus saja bergerak dari tadi dan terus saja mendekat kearah Cenzo ingin memeluk Cenzo.
Cenzo juga laki-laki normal jika seperti ini terus Cenzo bisa kehilangan kendali akan dirinya dan memperkosa Nara. Cenzo tak mau membuat Nara marah jadi Cenzo pergi dari tempat tidur sambil membawa bantalnya dan tidur diatas sofa saja.
"Persetan denhan punggungku besok yang penting aku sudah menjauhi area berbahaya" Ucap Cenzo dan segera memejamkan matanya.
.
.
Pukul 7 tepat Nara terbangun karena suara kicauan burung dari luar kamarnya. Nara masih belum menyadari bahwa Cenzo tidak ada di sampingnya.
Kebiasaan Nara setelah bangun tidur tidak langsung pergi ke kamar mandi melainkan masih berbaring diatas tempat tidur sambil memperhatikan langit-langit kamarnya.
Nara sudah melakukan kebiasaan itu mulai dari dia kecil. Jadi Nara sangat tak suka jika ada yang buru-buru membangunkannya.
Nara pernah mencoba saat baru saja bangun Nara langsung berdiri dan berjalan kearah kamar mandi alhasil kepala Nara langsung pusing sampai Nara menabrak pintu kamar mandi hingga membuat dahinya memar.
Sekitar 15-20 menit kemudian Nara meraba tempat tidur disampingnya tapi tak menemukan keberadaan Cenzo disana. Untuk memastikan dengan jelas Nara menoleh kesamping kananya dan menang benar tidak ada orang disana.
__ADS_1
"Kenapa dia pergi pagi-pagi begini" Ucap Nara sambil duduk dan meregangkan otot-ototnya.
Pandangan Nara teralihkan kearah Kiri ditempat sofa dan Nara baru tau jika Cenzo tidur disana.
"Dasar kunyuk, sudah tau ada istrinya malah ditinggal tidur di sofa" Ucap Nara sambil bangun dan berjalan menghampiri Cenzo yang terlihat sangat pulas itu.
Nara dengan usil menutup hidung Cenzo dengan tangannya hingga Cenzo mulai bergerak-gerak dan langsung membuka matanya.
Melihat itu Nara langsung tertawa terbahak-bahak. Cenzo saat bangun tidur dengan rambut yang acak-acakan dan muka bantal seperti ini sangat berbeda dengan Cenzo yang sangat disegani oleh semua orang.
"Baby jangan seperti itu akau masih mengantuk" Ucap Cenzo dan tidur kembali.
Nara tak kehabisan ide untuk menjahili Cenzo seperti sekarang Nara langsung ikut berbaring di atas tubuh Cenzo dan menindih tubuh Cenzo.
Cenzo yang merasakan benda kenyal menyentuh dadanya langsung membuka matanya lebar-lebar.
"Baby jangan melewati batas. Aku tak akan tanggung jawab jika aku menerkam dirimu jika kau tak segera pergi" Ucap Cenzo yang sudah memberi peringatan kepada Nara.
Nara masih belum mengerti apa yang Cenzo ucapkan. Saat tangan Cenzo meremas bukit kembarnya Nara baru ingat jika dia tak mengenakan dalaman apapun sekarang.
"Oppa maafkan aku" Teriak Nara sambil berlari.
Cenzo hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan istrinya itu. Ini yang membuat rasa Sayang dan cinta Cenzo semakin bertambah setiap harinya.
Ada kalanya Nara menjadi sosok yang dewasa dan bisa diandalkan lalu ada juga saatnya Nara menjadi sosok yang begitu manja dan selalu ingin diperhatikan dan dimengerti oleh Cenzo.
Cenzo tak akan keberatan jika Nara hanya meminta itu darinya karena bagi Cenzo kebahagian Nara adalah kebahagiannya. Tapi Cenzo juga tak bisa langsung memutuskan semua permintaan Nara. Cenzo akan memikirkan terlebih dahulu kira-kira permintaan itu pasti bersifat baik bagi Nara jika permintaan Nara itu sangat sulit.
Setelah kepergian Nara ke kamar mandi Cenzo langsung bangun dan mengembalikan bantal yang dia gunakan tadi malam ke atas tempat tidur.
Cenzo berjalan kearah jendela dan membuka gorden yang menutupi jendela tersebut. Sudah lama Cenzo tak merasakan suasana pagi hari di itali dan Cenzo sangat merindukan itu.
__ADS_1
Sebenarnya sebelum berangkat waktu itu Cenzo sudah memiliki rencana jika Cenzo akan membawa anak dan Istrinya untuk mengunjungi mamanya disini. Mungkin jika Cenzo datang kesana bersama Nara dan Clay hati mamanya akan luluh.
Tapi Cenzo masih mempertimbangkan itu semua. Kemungkinan jika jadi kesana Cenzo akan mengajak mereka berkunjung besok kalau tidak Lusa karena Cenzo juga masih mengambil cuti kerja selama satu minggu ke depan karena Cenzo masih harus istirahat dan mengatur kehidupan barunya disini.
Lebih tepatnya adalah Nara, Clay dan Mate. Mereka bertiga masih harus menyesuaikan kehidupan disini sekaligus suhu disini karena cuaca dan suasana disini tidak sama dengan di Korea.
Saat Cenzo sedang menikmati pemandangan sekitar tiba-tiba Nara memanggilnya dari dalam kamar mandi.
"Oppa tolong ambilkan bajuku, kopernya masih ada di bawah aku tidak bawa baju sama sekali sekarang" Ucap Nara dari dalam kamar mandi
"Iya" Cenzo langsung keluar dari dalam kamar dan ternyata koper mereka ada didepan pintu jadi Cenzo tak perlu capek-capek turun kebawah lagi.
Cenzo mengambilkan dress pendek warna pink beserta dalaman milik Nara dengan warna yang senada juga.
Cenzo mengetuk pintu kamar mandi setelah itu Nara membuka pintu sedikit hanya tangan Nara saja yang keluar untuk mengambil baju di Cenzo.
"Thanks Oppa" Ucap Nara dan segara menutup pintunya kembali serta tak luma penguncinya lagu.
"Baby kau mengunci pintunya, tega sekali" Kata Cenzo dari balik pintu sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi secara terus-menerus.
Nara dengan cepat langsung mengenakan bajunya dan segera keluar dari dalam kamar mandi untuk menghajar Cenzo yang terus saja berisik dari tadi.
"Oppa aku sudah selesai, sekarang oppa cepatlah bersihkan tubuhnya dan segara turun kebawah untuk sarapan" Ucap Nara sambil mendorong Cenzo masuk kedalam kamar mandi.
Setelah 20 menit Nara menunggu Cenzo keluar dari dalam kamar mandi sudah lengkap dengan pakaiannya.
"Ayo turun Baby" Ucap Cenzo sambil merangkul Nara
Saat mereka sudah sampai di meja makan ternyata semua orang sudah makan dan hanya Nara dan Cenzo saja yang belum. Jadi mereka hanya makan berdua saja.
Nara melihat Clay dan Mate yang sedang bermain dengan Lucca dan juga Jimin. Kapan lagi Jimin menghabiskan waktu dengan anaknya selagi waktu dia senggang Jimin harus lebih sering menghabiskan waktunya bersama dengan Mate agar Mate lenih dekat dengannya.
__ADS_1
Next....
Terimakasih yang udah dukung author terus dan masih membaca karya author. Jangan lupa like dan komennya ya......