Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
23. Membuka hati secara perlahan


__ADS_3

Nara terus berjalan tanpa menghiraukan Cenzo yang dari tadi memanggil namanya.


"Baby, tunggulah sebentar, aku akan mengurus administrasi sebentar saja" Ucap Cenzo sambil memegang tangan Nara supaya mau berhenti.


Nara duduk di ruang tunggu samping resepsionis sambil melihat sekeliling. Dia memperhatikan Cenzo tanpa berkedip. Sempurna, hanya kata itu yang menggambarkan Cenzo saat ini.


Cenzo melebarkan pandangannya mencari keberadaan wanitanya itu, ternyata dia sedang duduk bersandar sambil memperhatikan Cenzo dari tadi.


Pandangan mereka pun bertemu, Nara sontak langsung mengalihkan pandangannya ke tempat lain. Cenzo hanya tersenyum melihat itu.


Dari arah samping tiba-tiba ada seorang dokter yang menghampiri Cenzo dan menepuk pundak Cenzo.


"Sedang apa kau malam-malam disini bung?" Tanya Jimin


"Bukan urusanmu" Jawab Cenzo dengan dingin


Jimin hanya memutar matanya malas mendengar jawaban dingin dari temannya itu. Jimin kemudian memperhatikan sekeliling dan mendapati wanita dari temannya itu sedang duduk sendirian. Jimin berencana akan mengerjai Cenzo si cuek itu.


Jimin pun berjalan mendekati Nara dan duduk di sebelah Nara. Cenzo hanya melihat Jimin menghampiri wanitanya.


"Hay Nona, sendirian saja" Tanya Jimin dengan ramah


"Oh tidak dok, saya dengan orang itu" Jawab Nara sambil menunjuk Cenzo


"Apa sakitmu serius Nona sampai malam-malam seperti ini kau dibawa kesini"


"Tidak ada yang serius dok, dia saja yang sangat berlebihan. Ini hanya luka goresan" Jelas Nara


Saat mendengar jawaban Nara, Jimin pun langsung tertawa dengan sangat kencang.


"Hahahahahhaha........."


"Ccccttaakkkkkk...."


Cenzo tiba-tiba memukul kepala Jimin yang sedang menertawakannya.


"Sudah puas kau mengejekku brengsek" Ucap Cenzo


Jimin langsung menghentikan tawanya dan menatap Cenzo.


"Sakit bodoh, sialan" Ujar Jimin sambil mengelus kepalanya.

__ADS_1


"Kenapa kau disini?" Tanya Cenzo


" Seharusnya aku yang tanya padamu tuan Cenzo" Jawab Jimin


"Jawab saja dengan benar jika orang bertanya"


"Aku habis kerja lembur, ada pasien yang harus dioperasi tadi"


Cenzo hanya diam seperri tidak mendengarkan perkataan Jimin malah sibuk memandangi Nara yang terlihat bingung dengan dua orang didepannya ini.


"Kau tak mendengarkan ku sialan" Ucap Jimin dengan emosi.


"Dia adalah temanku dari Itali" Kata Cenzo mencoba menjelaskan kepada Nara agar mengerti


Jimin sekali lagi dibuat melongo oleh Cenzo. Bisa-bisanya dirinya mempunyai sahabat yang sangat tidak memiliki akhlak seperti Cenzo.


"Oohhh iya" Jawab Nara dengan singkat.


Cenzo kemudian menarik tangan Nara dan mengajaknya pulang.


"Aku pulang dulu. Kau cepatlah pulang sudah sangat larut" Ucap Cenzo pada Jimin dan menepuk pundak Jimin


"Baiklah, hati-hati di jalan"


"Antarkan aku pulang ke apartemenku saja tuan" Ujar Nara memecah kesunyian


"Alamatmu diamana?"


"Jalan xx Gedung x"


"Baiklah. Tapi ingat perkataanku, jangan memanggilku tuan, aku bukan tuanmu"


"Lantas aku harus memanggilmu apa?"


"Terserah kau saja, asal jangan Tuan"


Mereka pun terdiam kembali sampai tiba di parkiran gedung apartemen Nara.


Cenzo segera turun dan membukakan pintu mobil Nara.


"Ayo cepatlah turun Baby, aku sudah sangat mengantuk" Ucap Cenzo

__ADS_1


"Kau.... Apa kau tak pulang?"


"Tidak aku akan tidur disini, ini sudah terlalu larut sangat berbahaya jika aku mengendarai mobil dalam kondisi mabuk" Jelas Cenzo sambil berjalan melingkarkan tangannya di pinggang Nara.


Nara hanya bisa pasrah menghadapi Sugar Daddy-nya ini, percuma saja menolak tidak akan merubah apapun.


Mereka pun telah sampai di apartemen Nara. Nara segera membersihkan tubuhnya dan Cenzo langsung berbaring di tempat tidur Nara sambil menunggu Nara selesai membersihkan diri.


"Luka di dahimu jangan sampai terkena air Baby" Teriak Cenzo


"Aku tau"


Setelah beberapa saat Nara pun keluar dari kamar mandi dan sudah menggunakan baju tidurnya.


"Kau cucilah muka terlebih dahulu Chagiya" Ucap Nara pada Cenzo


Cenzo yang mendengar Nara memanggilnya seperti itu langsung berbinar.


"Cuba ucapkan sekali lagi Baby"


"Tidak ada pengulangan cepatlah"


Cenzo pun langsung bergegas mencuci wajahnya. Nara kemudian membaringkan tubuhnya di tempat tidur dan bersiap untuk tidur.


Tiba-tiba Cenzo datang dan ikut berbaring di samping Nara.


"Yakkkk... Apa yang kau lakukan?" Tanya Nara


"Aku akan tidur, disini hanya ada satu tempat tidur dan kau harus berbagi denganku" Ucap cenzo dengan santainya dan masuk kedalam selimut kemudian memeluk Nara


Sekali lagi Nara hanya bisa mengalah. Hanya malam ini saja.


Mereka pun akhirnya sama-sama tertidur dengan saling berpelukan seperti pengantin baru.


.


.


.


.

__ADS_1


Jagiya/Chagiya itu bahasa Korea dalam bahasa Indonesia artinya Sayang ya reader.....


Next......


__ADS_2