Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
137. Orang baik


__ADS_3

Pagi ini Cenzo terbangun cukup siang. Jam telah menunjukkan pukul 10 pagi tapi Cenzo baru saja bangun, mungkin itu semua efek dari obat tidur yang tadi malam dia minum.


Cenzo terbangun dan tak menemukan siapa pun dalam ruangan. Cenzo pun langsung bergegas membersihkan tubuhnya dan setelah itu menyusul yang lain.


.


.


Lucca dan Jimin saat ini sedang dalam perjalanan untuk menjemput Nara. Ya mereka sudah menemukan keberadaan Nara.


Jam 3 pagi tadi Lucca dapat informasi dari anak buahnya yang sudah berhasil menangkap seseorang yang bersekongkol untuk menculik Nara.


Lucca dan Jimin sengaja tak mengajak Cenzo karena mereka tahu Cenzo tak akan bisa mengontrol dirinya nanti maka dari itu Lucca meminta Suho untuk menjaga Cenzo selagi mereka pergi.


"Kau yakin informasi itu benar adanya?" Tanya Jimin. Saat ini mereka sudah ada didalam pesawat pribadi milik Cenzo


"Mereka sudah menyiksa orang tersebut habis-habisan, jadi mau tak mau mereka akan mengaku" Jawab Lucca dengan santai.


"Mereka bodoh sekali malah membawa kabur Nara ke Itali yang jelas itu adalah rumah Cenzo" Ucap Jimin dengan sedikit meledek


"Mereka tak tau kehidupan tentang kakak, jadi mungkin mereka asal membawanya kesana" Kata Lucca


"Kau sudah memerintahkan anak buahmu berpencar mencari Nara dan Clay kan?" Tanya Jimin.


"Haaaiisss.... kau ini banyak tanya sekali. Anak buah dari Theo, Kai, Nicholas dan Jeno pun sudah berpencar ke seluruh Itali untuk mencari Nara"


Selama perjalanan Lucca dan Jimin memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu karena dari kemarin mereka tidak tidur sama sekali karena kekacauan ini.



__ADS_1


Nara saat ini sedang berjalan menyusuri jalan sepi itu. Tubuh Clay yang semakin panas membuat Nara semakin panik.



"Kenapa tidak ada kendaraan yang lewat" Ucap Nara sambil setengah berlari.



Setelah berjalan hampir satu Jam, Nara mulai menemukan beberapa rumah didepannya.


Nara segera berlari kesana untuk meminta bantuan.



Mungkin karena terlalu lelah Nara sempat terjatuh beberapa kali hingga memuat lututnya terluka. Tapi Nara tak akan menyerah, dengan sekuat tenaganya Nara menghampiri salah satu rumah tersebut.




Baru saja Nara mengetuk pintu itu beberapa kali tapi Nara sudah kehilangan kesadarannya. Fisik Nara yang sangat lemah sangat memungkinkan ini akan terjadi.



Saat mendengar suara ketukan pintu pemilik rumah tersebut langsung berjalan kearah depan untuk melihat siapa tamu yang datang kerumahnya.



Baru saja dia membuka pintu, dia terkejut melihat seorang perempuan yang sedang menggendong anaknya pingsan didepan pintu rumahnya.


__ADS_1


" Oh astaga, apa yabg terjadi dengan wanita ini?" Ucap orang tersebut dalam bahasa Itali sambil berjongkok melihat keadaan Nara.



Orang tersebut langsung membawa Nara untuk masuk kedalam rumahnya.



Pemilik rumah tersebut adalah seorang wanita yang berprofesi sebagai dokter di salah satu rumah sakit disana. Wanita tersebut bernama Alice usianya kira-kira sekitar 27 tahun.



Alice dengan sigap langsung mengambil Clay dari gendongan Nara dan membaringkan Clay di atas sofa miliknya.


"Sepertinya dia demam karena terlalu lama diluar" Ucap Alice setelah menyentuh tubuh Clay yang begitu panas itu.



Alice mengambil tas dokternya setelah itu memberikan Clay obat penurun panas. Pandangan Alice beralih ke Nara yang sedang pingsan itu. Alice dengan sigap langsung mengecek keadaan Nara juga.



Setelah semua sudah selesai, Alice pun akhirnya tidur juga disebelah Nara dan Clay, takut-takut nanti Clay akan bangun dari tidurnya dan menangis.



.


.


.

__ADS_1


Next......


__ADS_2