
Soobin terbangun dari pingsannya dengan kondisi badan terikat.
"Gue dimana" Ucap Soobin sambil berusaha melepas ikatan ditangannya
Saat Soobin sedang berusaha melepas ikatan tersebut datang seorang pria yang tiba-tiba muncul didepannya.
"Sudah bangun tikus kecil" Ucap Lucca
"Kau, apa yang kau lakukan, lepaskan aku sialan" Teriak Soobin
Lucca hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Soobin. Soobin tak tau dirinya sedang diambang hidup dan mati sekarang
"Kau sendiri apa yang kau lakukan hingga menculik mantan kekasihmu"
"Bukan urusanmu, Cepat lepaskan aku. Kita tidak saling mengenal kenapa kau mengikatku seperti ini"
"Aku memang tidak mengenalmu, tapi aku mengenal mantan kekasihmu"
"Wah wah..... Apa kau selingkuhan ****** kecil itu"
Setelah berbicara seperti itu, tanpa Soobin duga pukulan melayang dan tepat mengenai rahangnya.
"Siapa yang kau maksud ****** kecil bajingan" Teriak Cenzo
"Kau sudah datang kak" Tanya Lucca
"Sudah. Kau jangan ikut campur dulu, aku akan selesaikan masalahku dengan orang ini. Kau hanya perlu memperhatikan saja"
"Terserah kau saja, aku juga sudah merasa bosan bermain-main seperti ini" Ucap Lucca
Cenzo kembali mendekat kearah Soobin.
__ADS_1
"Kenapa kau menculik Nara. Cepat katakan bajingan" Tanya Cenzo dengan pelan.
"Kenapa kau mau tau. Itu bukan urusanmu" Ujar Soobin mencoba memancing emosi Cenzo
"Cepat katakan atau aku akan membunuhmu" Ucap Cenzo sambil menodongkan pistol ke kening Soobin
Soobin mencoba menenangkan diri agar tidak takut.
"Jangan mengancam dengan trik murah seperti itu. Aku tau itu hanyalah pistol mainan yang digunakan anak kecil bermain"
Cenzo pun langsung menembakkan peluru kearah atas.
Doorrrrr........
"Cepat beri tahu aku, atau kepalamu akan ku lubangi dengan peluru ini"
Wajah Soobin sudah pucat pasi mendengar suara tembakan itu. Soobin tak ingin mati konyol seperti ini.
"Kak kau lama sekali" Ucap Lucca sambil menodongkan pistol kesayangannya di kepala Soobin dan meminta Cenzo mundur.
"Cepat katakan dalam hitungan ketiga kau tidak menjawab aku akan menembak kepala kesayanganmu ini" Ancam Lucca
Soobin mencoba berfikir bagaimana caranya agar dirinya bisa bebas walaupun sudah menjelaskan kronologi yang sesungguhnya.
"Satu" Lucca sudah mulai menghitung.
"Dua" Pada hitungan kedua Lucca sudah mulai menarik pelatuk pistolnya
"Tig......"
"Baiklah, baiklah akan aku jelaskan. Tapi tolong jangan bunuh aku" Ucap Soobin
__ADS_1
"Katakan"
Cenzo pun mulai mendekat kearah Soobin dan Lucca untuk mendengar cerita yang sesungguhnya.
Soobin mau tak mau harus memberi tahu Cenzo agar dirinya bisa hidup dengan tenang.
"Sebenarnya itu bukan kemauanku. Aku melakukan itu karena diperintahkan oleh Tuan Sam papa Nara sendiri"
Cenzo dan Lucca yang mendengar itu pun terkejut. Bagaimana bisa seorang ayah menyuruh mantan kekasih anaknya untuk menculik anaknya sendiri.
"Katakan dengan jujur" Teriak Cenzo
"Aku sudah mengatakannya dengan jujur" Ucap Soobin
"Lantas apa alasannya menyuruhmu melakukan itu" Tanya Lucca
"Aku tak tau. Kalian bisa menanyakannya sendiri"
"Apa sudah kau rekam" Tanya Cenzo pada Lucca
"Sudah. Ambillah ponselnya disaku jas ku"
Setelah mendengar pernyataan dari Soobin, Lucca langsung menembak Soobin tepat di kepalanya.
Cenzo pun langsung mengajak Lucca untuk mendatangi rumah orang tua Nara. Orang tua seperti itu tidak bisa dibiarkan terlalu lama.
"Kalian urus mayat itu. Pastikan lakukan dengan benar dan bersih"
Lucca dan Cenzo segera masuk kedalam mobil.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedang mengikuti mereka.
__ADS_1
Next.....