
Nara tak menemukan seseorang didalam ruangan Cenzo. Nara pikir Cenzo sedang ada rapat diluar jadi Nara menunggu Cenzo di ruangannya sambil bermain ponsel.
Tak lama kemudian terdengar suara seseorang laki-laki dan perempuan tapi Nara tak begitu menghiraukan.
Tiba-tiba Cenzo keluar dari dalam kamar mandi itu dengan seorang wanita. Baju yang digunakan wanita itu basah dan Cenzo hanya menggunakan kemeja saja.
Padahal jas yang digunakan Cenzo tadi pagi saat berangkat kekantor ada di atas kursi Cenzo kenapa Nara tak menyadarinya.
Cenzo tak tau kalau Nara ada disana dan memapah wanita itu.
Nara yang melihat itu seakan hatinya menjadi hancur. Satu-satunya orang yang dia percaya mengkhianatinya.
"Oppa" Panggil Nara dengan pelan dan air mata yang sudah membasahi pipinya.
Cenzo menoleh kearah sumber suara itu dan melihat Nara yang sedang berdiri sambil menangis.
"Baby"
Cenzo langsung meninggalkan wanita itu dan menghampiri Nara. Saat Cenzo akan memegang tangan Nara, Nara seketika langsung menghindar dan menepis tangan Cenzo.
"Dengarkan penjelas ku dulu Baby, ini tak seperti yang kau kira" Ucap Cenzo
"Sudah jelas"
Nara Mengambil tasnya dan langsung pergi dari ruangan Cenzo.
Nara berlari ke dalam lift, Cenzo mengejar Nara tapi pintu lift sudah tertutup. Jadi Cenzo mau tak mau harus lewat tangga untuk mengejar Nara.
Melihat Bosnya sedang bertengkar dengan wanitanya. Raya langsung memberitahu Suho untuk menyusul Cenzo agar Cenzo tidak kehilangan kendali.
Di dalam lift Nara menangis sejadi-jadinya. Bagaimana tidak, kenapa orang yang dekat dengan Nara mengkhianati Nara seperi ini.
__ADS_1
"Hikss.... Kenapa kau jahat sekali" Ujar Nara dengan terisak
Saat pintu lift sudah terbuka, Nara segera lari ke luar dan menghentikan taksi.
Cenzo baru saja sampai di bawah saat Nara akan naik ke dalam taksi.
"Nara berhenti" Teriak Cenzo dari dalam lobi sambil berlari
Semua karyawan menyaksikan kejadian itu. Tapi Nara tak mendengarkan perkataan Cenzo dan langsung pergi.
"Sialan" Ucap Cenzo
Cenzo pun bergegas ke parkiran untuk mengambil mobilnya dan mengejar Nara.
Dalam perjalan Cenzo menghubungi Suho untuk membawa wanita itu dan mengurungnya ditempat biasa hingga Cenzo kembali Nanti.
Cenzo melajukan mobilnya dengan sangat kencang. Cenzo menuju ke rumahnya dan mencari Nara didalam kamar tapi Nara tidak ada. Jadi Cenzo berangkat kembali ke apartemen Nara.
Sementara Nara di apartemen sudah selesai mengemasi barang-barangnya. Sekarang Nara hanya akan hidup sendiri tanpa percaya kepada seseorang.
Di kantor Suho sedang melaksanakan tugas yang diperintah Cenzo tadi.
"Lepaskan aku bodoh. Kau mau membawaku kemana" Ucap wanita itu sambil melawan Suho
"Ikutlah denganku, ini perintah bos Cenzo. Aku orang yang tidak sabaran, jadi ayo ikutlah" Kata Suho
__ADS_1
"Kau tak tau siapa aku?, Aku mantan istri Cenzo Angelina. Cenzo akan memecat mu jika kau kasar padaku"
Suho hanya tersenyum menanggapi perkataan Angelina. Menurut Suho Angelina seperti wanita gila yang sedang berhalusinasi.
Tapa banyak basa-basi karena Angelina dari tadi terus saja bicara Suho pun langsung memukul tengkuk leher belakang Anggelina hingga dia pingsan.
"Aku sudah memberitahu mu tapi kau tak mendengarkan, jadi terima saja konsekuensinya"
Suho menggendong tubuh Anggelina seperti sedang membawa karung beras.
Semua karyawan yang ada disana sudah diberi tahu bahwa kejadian yang sedang terjadi kantor tidak boleh dibicarakan di luar kantor.
Jika ada salah satu pegawai yang melanggar akan mendapat hukuman berupa denda sebesar gaji mereka selama satu tahun dan harus dibayar dengan kontan jika tidak mampu membayar akan dipidanakan.
Suho membawa wanita itu ke salah satu apartemen Cenzo yang ada di puncak. Apartemen itu memang sengaja Cenzo gunakan untuk memberi pelajaran kepada orang-orang yang berani menggangu hidup dan ketentramannya.
__ADS_1
Next......