Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
160. Si lemot


__ADS_3

Setelah mengantarkan Jimin ke rumah sakitnya tadi Cenzo, Lucca dan Suho langsung kembali ke rumah dan membiarkan Jimin istirahat terlebih dahulu.


Saat sudah sampai dirumah Nara ternyata masih berada diruang tengah sendirian dengan raut wajah yang terlihat begitu gelisah.


Cenzo langsung masuk kedalam dan menghampiri Nara disana.


"Baby" Panggil Cenzo


Nara bergegas bangun dan menghampiri Cenzo.


"Oppa bagaimana keadaan Jimin" Tanya Nara dengan air mata yang sudah menggenang di matanya


"Dia baik-baik saja nanti malam kita kesana sekarang biarkan Jimin istirahat terlebih dahulu" Jelas Cenzo


Lucca dan Suho langsung masuk kedalam kamar mereka masing-masing karena mereka begitu lelah ingin mengistirahatkan tubuhnya juga.


"Gara-gara aku Jimin jadi kecelakaan andai saja tadi aku tak memaksanya untuk mengantarkan Alice pulang Jimin tidak ada jadi seperti ini" Nara mulai menangis sambil menundukkan kepalanya


Cenzo mendekat kearah Nara dan memeluk Nara.


"Ini bukan salahmu Baby. Kita tak tau kapan nasib baik ataupun sial akan menimpa kita. Jadi jangan katakan lagi jika itu salahmu" Ucap Cenzo sambil mengelus-elus kepala Nara.


Flashback tadi saat kepergian Jimin di rumah Cenzo.


Selepas kepergian Jimin dan Alice tadi mereka semua masih berkumpul diruang tengah bermain bersama anak-anak dan mengobrol bersama.


Sampai saat Ponsel Cenzo berbunyi dan Cenzo melihat Jimin yang menghubunginya. Tanpa pikir panjang Cenzo langsung menjawab panggilan tersebut.


"Ada apa Jimin?" Tanya Cenzo


"V tolong datang kesini sekarang aku kecelakaan" Ucap Jimin dengan suara yang sedikit mengerang sambil menahan rasa sakit kaki dan kepalanya.


"Bagaimana bisa sampai kecelakaan kau diaman sekarang" wajah Cenzo langsung terlihat pucat pasi mengetahui Jimin yang sedang kecelakaan sekarang


"Aku tak tau dimana sekarang" Ucap Jimin dengan suara yang sangat pelan


"Kau tenanglah aku akan segera kesana. Kau kirimkan saja lokasimu sekarang juga"


"Oke"

__ADS_1


"Jimin kecelakaan" Ucap Cenzo kepasa Lucca dan Suho yang saat itu sedang sama-sama sibuk memainkan ponselnya.


"Bagaimana bisa?" Tanya Lucca dan Suho secara bersamaan


"Aku juga tak tau, ini Jimin baru saja mengirimkan lokasinya yo cepat kesana" Ucap Cenzo dengan panik


Nara yang saat itu baru saja kembali dari kamar mandi bingung melihat Cenzo, Lucca dan Suho yang raut wajahnya terlihat sangat khawatir dan juga sibuk berjalan kesana-kemari.


"Kalian ini kenapa?" Tanya Nara tapi mereka bertiga tak ada yang menjawab pertanyaan Nara.


Nara langsung berjalan menghampiri Cenzo yang sedang mengambil kunci mobilnya.


"Oppa mau kemana?" Tanya Nara lagi


"Jimin kecelakaan baby, aku harus segera kesana" Ucap Cenzo sambil berlalu pergi keluar


Nara langsung terdiam mendengar perkataan Cenzo. Sedangkan Cenzo, Lucca dan Suho sudah masuk kedalam mobil tapi Nara dengan cepat menghentikan mobil mereka.


"Kak kau urus istri mu dulu" Ucap Lucca dan meminta Cenzo agar segera menyelesaikan urusannya.


"Baby kau ini sedang apa, aku harus segera menyusul Jimin dan menolongnya" Ucap Cenzo


"Jangan seperti itu. Kau tinggu dirumah saja sekarang dan jaga anak-anak dirumah ya, aku akan segera kembali" Cenzo mencoba memberi pengertian kepada Nara


"Janji cepatlah pulang dan hubungi aku jika sudah bertemu dengan Jimin" Untung saja Nara mau mengerti.


Cenzo langsung masuk kedalam mobil kembali dan segera bergegas menuju ketempat Jimin berada.


Nara sendiri setelah kepergian Cenzo langsung masuk kedalam rumah dengan lemas. Saat sudah sampai di dalam rumah Nara menyuruh Mate dan Clay untuk tidur. Jadi Nara mengantarkan Anak-anak ke kamar dan menemani mereka sampai mereka tertidur.


Pikiran Nara masih dipenuhi bagaimana keadaan Jimin sekarang.


Flashback Off


"Sudah ya jangan menangis lagi" Ucap Cenzo


"Tapi Jimin benar-benar tidak apa-apa kak" Tanya Nara lagi


"Iya dia tidak apa-apa, ayo ke kamar aku sangat lelah"

__ADS_1


Mereka berdua pun akhirnya pergi ke kamar untuk beristirahat juga.


.


.


Setelah semua orang istirahat tak terasa hari sudah malam. Sekarang saatnya untuk menjenguk Jimin ke rumah sakit.


Nara dan Cenzo terlihat sedang bersiap-siap didalam kamarnya bersama dengan Clay dan Mate.


"Oppa ayo cepat kami sudah selesai, tak biasanya kau lama seperti ini" Ucap Nara karena Cenzo dari tadi masih belum selesai mandi saja.


"Sabar dulu baby, Lucca dan Suho juga pasti belum siap juga" Teriak Cenzo dari dalam kamar mandi.


"Aku akan melihatnya dan menyuruh mereka untuk cepat" Nara pun turun ke bawah untuk melihat Lucca dan Suho.


Baru saja Nara turun dari tangga ternyata Lucca dan Suho sudah rapi duduk diatas sofa sambil memainkan ponselnya.


"Kalian sudah selesai semua?" Tanya Nara


"Sudah nyonya" Jawab Suho


"Sudah kubilang jangan memanggilku nyonya, aku ini bukan nyonya mu, panggil Nara saja"


"Kakak dimana kenapa tidak turun juga" Tanya Lucca


"Tau lah dia lama sekali, padahal cuma mandi" Jawab Nara sambil berlalu pergi ke kamarnya lagi.


Saat Nara baru masuk ke kamarnya dan bertepatan saat itu Cenzo baru keluar dari dalam kamar mandi.


"Oppa apa yang kau lakukan dikamar mandi selama itu" Ucap Nara hingga Mate dan Clay melihat kearah Mereka berdua.


"Aku sedang ritual Baby, sudahlah kamu diam saja duduk dengan cantik dan menunggu aku mengenakan baju" Kata Cenzo dengan santainya.


Nara pun mengajak Mate dan Clay untuk turun terlebih dahulu.


"Kalau Oppa tidak keluar dalam waktu 20 menit aku akan berangkat sendiri dengan Lucca, Suho dan anak-anak" Teriak Nara dan langsung keluar dari dalam kamar.


Next....

__ADS_1


__ADS_2