Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
109. Pemburuan akan segera berlangsung


__ADS_3

Jam telah menunjukkan pukul 9 malam, terlihat di bandara banyak sekali orang yang baru saja tak off. Orang-orang dengan pakaian hitam dan ada satu pemimpin mereka, pria yang sangat tampan. Mereka adalah Lucca dan anak buahnya yang baru saja sampai di Korea.


Penerbangan dari Itali menuju Korea Selatan membutuhkan waktu sekitar 12 jam lamanya. Saat sudah sampai di bandara Lucca segera mengaktifkan ponselnya dan segera menghubungi Cenzo.


Ternyata Cenzo sudah menyiapkan mengawalnya untuk menjemput Lucca di bandara. Cenzo mengirimkan 5 mobil, karena Cenzo sudah memerintahkan Lucca untuk membawa akan buah sebanyak-banyaknya.


"Kak, aku baru saja sampai kau dimana?" Tanya Lucca saat panggilan sudah terhubung


"Kau sudah sampai ya. Kau istirahat saja dulu dirumah besok temui aku" Ucap Cenzo


"Kenapa begitu, memangnya kau dimana?"


"Rumah sakit"


"Pasti terjadi sesuatu lagi. Aku akan kesana sekarang" Ujar Lucca dan segera mematikan panggilan


"Kalian pulang ke markas seperti biasa, aku akan ke rumah sakit sekarang" Perintah Lucca pada Anak buahnya


"Baik bos" Jawab mereka serempak


Lucca mulai masuk kedalam mobil dan menuju ke rumah sakit tempat Cenzo berada.


.


.


.


.


Dari bandara menuju rumah sakit membutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar 1 jam lebih.


Akhirnya Lucca pun sampai dan segera menghubungi Cenzo kembali untuk bertanya Cenzo sedang ada diruang berapa.


Setelah mengetahui keberadaan Cenzo, Lucca segera menghampiri Cenzo.


"Sebenarnya siapa yang sakit, kalau Nara dia sedang hamil, apa dia baru saja melahirkan?" Selama berjalan Lucca berbicara pada dirinya sendiri


Saat sudah tiba di depan ruangan rawat itu Lucca segera masuk kedalam sebelum itu Lucca mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Kakk....."Sapa Lucca


"Kau sudah sampai, duduklah" Ucap Cenzo.


Lucca melihat Nara yang terbaring di ranjang rumah sakit, dan pandangannya fokus kepada Cenzo yang duduk di sofa dengan pandangan mata yang sendu. Lucca segera menghampiri Cenzo dan duduk di sampingnya.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Lucca


"Nara jatuh dari tangga tadi pagi" Jawab Cenzo sambil memandang Nara yang masih belum sadarkan diri.

__ADS_1


"Kenapa bisa jatuh, kau kemana?"


"Aku sedang ada meeting di kantor jadi aku tinggal"


"Bayinya bagaimana?"


"Selamat, dia sedang ada diruang NICU"


Lucca mencoba berfikir sejenak. Jika ini kejadian biasa Cenzo tidak akan menyuruh Lucca datang bersama anak buahnya yang begitu banyak. Pasti ini terjadi karena campur tangan seseorang.


"Katakan semuanya yang lengkap kak" Ucap Lucca


"Ada seorang wanita yang masuk kedalam rumah dan dia mendorong Nara dari atas tangga, untung saja Nara berada di tangga yang tidak terlalu tinggi, jika tidak mungkin Istri dan anakku tidak akan selamat" Jelas Cenzo


"Kau mengenal wanita itu?" Tanya Lucca


"Dia adalah Anak dari rekan bisnisku bernama Tuan Albert. Dia selalu saja berniat menikahkan putrinya denganku" Ucap Cenzo sambil memberikan rekaman CCTV yang sudah dia ambil tadi.


.


.


.


.


"V, aku akan memeriksa keadaan Nara, tolong pegang dia, aku begitu frustasi mendengar Mate terus saja menangis dan memanggil- mangga Nara" Ucap Jimin begitu masuk.


Jimin tak tau kalau Lucca sedang ada di sana karena Cenzo tak bilang bahwa Lucca sedang ke Korean.


"Berikan dia padaku" Ucap Cenzo


Saat Jimin akan menghampiri Cenzo begitu terkejutnya dia melihat Lucca yang memandangnya dengan tatapan tajam.


"Ka.. Kau sejak kapan kau disini?" Tanya Jimin


"Sejak tadi, kau saja tak melihat. Siapa dia" Ucap Lucca sambil menunjuk Mate yang sudah di pangkuan Cenzo.


"Bukan urusanmu. Sudah jangan menggangguku aku akan memeriksa keadaan Nara" Jimin mulai memeriksa keadaan Nara.


"Keadaannya baik, mungkin besok pagi dia akan sadar. Aku kembali bekerja dulu" Ucap Jimin dan segera pergi dari sana untuk menghindari pertanyaan dari Lucca.


"Kenap dia?" Ucap Lucca saat Jimin sudah pergi


"Haha.... Sudahlah dia sedang menghindari mu"


"Daddy, Mami sedang tidur ya, kapan dia bangun?" Tanya Mate


"Besok pagi Mami bangun, sekarang Mate tidur juga ya" Jawab Cenzo

__ADS_1


"Siap Dad" Mate segera memejamkan matanya dalam perlukan Cenzo


Lucca memandang mereka berdua dengan sangat curiga. Apa mungkin anak ini adalah anak Cenzo, tapi mereka tidak mirip sama sekali.


"Siapa dia kak?" Tanya Lucca


"Dia Mate, anaknya Jimin" Jawab Cenzo


"Whattttttttttt....... Bagaimana bisa, dia saja tak mempunyai istri" Lucca begitu bingung dengan ini.


Akhirnya Cenzo menceritakan kejadian Jimin beberapa tahun lalu dengan sangat rinci dan jelas.


"Dasar kunyuk, lari dari tanggung jawab sendiri dan membuat orang lain menderita. Aku akan menghajarnya sekarang" Ucap Lucca dan bersiap untuk menghajar Jimin


Dengan cepat Cenzo segera menahan Lucca.


"Jangan. Kematian Cristal sudah menjadi penyesalan yang mendalam bagi Jimin, dan sekarang Jimin harus membesarkan Mate sendiri" Jelas Cenzo


"Benar katamu kak. Si kunyuk itu harus menjadi ayah sekaligus ibu dari anak ini"


Banyak sekali yang Lucca tidak ketahui. Tapi melihat Mate yang tidur dengan sangat lelap di pelukan Cenzo membuat Mate kasihan pada anak ini.


"Dia sangat tampan kak tidak seperti kunyuk itu" Ucap Lucca


"Sepertinya dia menurun wajah dari Mamanya. Mamanya begitu cantik"


"Wanita itu juga bodoh, kenapa bisa-bisanya mau pada kunyuk sialan itu"


"Sudahlah, sekarang kau pulanglah dan istirahat, aku akan tidur disini"


"Tidak, aku akan menemanimu disini"


"Terserah kau saja kalau begitu"


"Pembalasan akan kita mulai besok pagi, kau istirahatlah dengan nyenyak" Ucap Cenzo


"Walau sekarang pun aku siap kak. Kau jangan meragukan kemampuanku"


"Baiklah tuan Mafia yang terhormat, dikarang tidurlah bocah"


"Dasar pak tua. Baiklah"


.


.


.


Next....

__ADS_1


__ADS_2