
Setelah 10 menit Cenzo pun turun dari kamar. Nara sudah memandang Cenzo dengan ekspresi wajah yang sangat seram.
"Ayo berangkat" Ucap Cenzo
"Kau ini seperti anak perempuan saja yang mandinya lama" Ejek Lucca
Mereka semua pun menuju mobil dan setelah itu langsung berangkat menuju rumah sakit untuk menjenguk Jimin.
Di dalam mobil tidak ada pembicaraan sama sekali karena mereka semua sibuk dengan pikirannya masing-masing. Hanya terdengar suara anak-anak yang sedang bermain.
Beberapa saat kemudian mereka sampai di rumah sakit. Cenzo berjalan terlebih dahulu sambil menggendong Clay dan Nara menuntun Mate dibelakang bersama dengan Lucca dan Suho.
Saat akan masuk kedalam lift ada seorang wanita yang menabrak Nara. Wanita itu baru keluar dari dalam lift dan Nara akan masuk kedalam.
Bruukkkkkkk.....
"Aaaauuhhhh....." Ucap Nara karena langsung jatuh terduduk diatas lantai.
"Kalau jalan dilihat dong" Ucap wanita itu jelas-jelas dirinya yang menabrak Nara tapi malah menyalahkan Nara.
"Hey nyonya, kau itu buta apa matamu sedang terpejam, jelas-jelas kau yang menabrak kakakku" Ucap Lucca
"Aku tidak merasa kalau aku menabraknya" Kata wanita itu.
Cenzo membantu Nara untuk berdiri setelah itu memberikan Clay kepada Suho dan langsung mendekat kearah wanita itu. Wanita itu yang tau Cenzo akan mendekat kearahnya merapikan rambutnya.
Cenzo melihat dari ujung kaki hingga ujung rambut wanita itu kemudian tersenyum sinis.
"Kau ini ****** dari mana yang berkeliaran di rumah sakit ku" Ucap Cenzo tepat didepan wajah wanita itu.
"Apa ******, kau tak lihat penampilanku yang berkelas ini, mungkin saja wanita itu yang ****** secara dia bersama dengan 3 laki-laki sekaligus"
Wanita itu sudah sukses memancing amarah Cenzo. Wanita bodoh mana lagi yang Cenzo temui sekarang.
Cenzo sudah bersiap mengayunkan tangannya untuk menampar wanita lancang didepannya ini tapi Nara dengan cepat langsung memegang tangan Cenzo.
__ADS_1
"Oppa sudah ya tak baik ribut-ribut didepan lift seperti ini ayo kita cepat keruangan Jimin saja" Ucap Nara
"Baiklah ayo Baby" Cenzo akhirnya mau mendengarkan perkataan Nara dan mereka semua pergi meninggalkan Wanita itu.
"Dasar jalan sialan, menggangu waktuku saja"
Mereka pun akhirnya sampai di rumah sakit dan terlihat Jimin sedang memainkan ponselnya.
"Sudah sadar kau, aku kira kau akan langsung mati" Ucap Lucca dan langsung duduk diatas sofa
"Kunyuk sialan"
Nara perlahan-lahan mendekat kearah Jimin dan berdiri disamping Jimin. Mata Nara tak berani untuk menatap Jimin dan terus menunduk saja.
"Jimin maafkan aku ya, gara-gara aku memaksamu untuk mengantarkan Alice pulang kau jadi kecelakaan seperti ini, andai saja aku tak memaksamu kemarin kau tidak ada berada dirumah sakit sekarang" Kata Nara dengan air mata yang sudah menetes
"Yaaaa.... Kau ini kenapa menangis ini semua bukan salahmu aku belum beruntung saja" Ucap Jimin mencoba menenangkan Nara.
Nara terus saja menunduk sambil menangis hingga membuat Jimin panik sendiri.
"V bagaimana istrimu ini aku tak bisa melihat perempuan menangis seperti ini" Ucap Jimin
"Aku kan sudah bilang ini bukan salahmu, kalau kau terus menangis seperti ini kita pulang saja ya" Kata Cenzo
Nara pun dengan perlahan menghapus air matanya dan berlalu duduk di sofa sebelah Lucca.
Mate juga baru menyadari jika orang yang tidur di ranjang rumah sakit itu adalah papanya. Kate langsung berlari kearah Cenzo.
"Daddy, dia Papa Mate ya?" Tanya Mate
"Yes boy, dia Papamu, bagaimana bisa kau tidak mengenali papamu sendiri" Ucap Cenzo
Mate pun langsung melihat seluruh tubuh Jimin dan pandangannya berhenti di kaki Jimin yang di gips dan kepala Jimin yang diperban itu.
Mate langsung menangis dengan kencang saat itu juga.
__ADS_1
"Papa maafkan Mate yang tak bisa menjaga Papa" Ucap Mate
"No boy, jangan menangis kalau kau menangis kaki dan kepala Papa jadi tambah sakit" Kata Jimin sambil mengelus-elus kepala Mate.
Cenzo membantu Mate naik agar ikut berbaring di samping Jimin juga.
"Kau tidak boleh menangis boy, kau ini adalah kekuatan Papa, kalau kekuatan Papa sendiri menangis bagaimana dengan Papa, Papa akan merasa sangat sakit lagi" Ucap Jimin
"I'm sorry Pa"
Mate langsung memeluk Jimin dengan erat seperti tak mau melepaskan pelukannya dari Jimin.
Semua orang yang melihat Mate dan Jimin hanya bisa tersenyum.
"Apa kau sudah merasa baikan sekarang?" Tanya Suho
"Sedikit lebih baik dari pada tadi" Jawab Jimin
"Hey duda kau sudah makan apa belum?" Tanya Lucca
"Sudah tadi. Aku mau pulang saja besok aku bosan kalau ada dirumah sakit sendirian seperti ini" Ucap Jimin
"Tapi kalau kau pulang tidak ada yang merawat mu dirumah nanti" Kata Cenzo
"Aku begitu bosan disini V, kau tidak mengerti bagaimana rasanya kesepian memang" Ucap Jimin
"Bagaimana jika aku meminta Alice untuk merawat mu dirumah dia kan juga seorang dokter" Nara langsung menyela pembicaraan Cenzo dan Jimin
"Boleh juga, apa dia mau" Kata Lucca
"Pasti dia mau, nanti aku kan membantu Alice untuk merawat mu juga" Ucap Nara
"Kau tidak usah ikut merawat ku Nara, Cukup kau jaga anakku saja aku sudah berterimakasih kepada mu" Ucap Jimin
"Baiklah nanti aku akan coba membicarakan ini kepada Alice"
__ADS_1
Nara akan melakukan apapun untuk menebus kesalahannya kepada Jimin. Walaupun semua orang bilang bukan salahnya tapi Nara tetap merasa tidak enak kepada Jimin
Next....