
Jimin membantu Cenzo di kursi samping tempat tidur Nara. Cenzo terlihat begitu menyedihkan, baru sekarang Jimin melihat Cenzo dengan ekspresi wajah seperti itu.
"Tenanglah, Nara pasti sadar kau tunggu saja" Ucap Jimin sambil mengelus punggung Cenzo
"Bagaimana aku bisa tenang istriku jadi seperti ini gara-gara aku lalai menjaganya"
"Ini bukan salahmu V. Tapi apa kau tidak penasaran siapa yang telah melakukan ini kepada Nara?" Tanya Jimin
Seketika Cenzo langsung berdiri hingga membuat Jimin terkejut. Raut wajah Cenzo pun dengan sekejap langsung berubah menyeramkan seperti hendak menerkam mangsanya.
"Kau benar, aku akan kembali ke rumah untuk mengecek CCTV dan menangkap tikus kecil itu" Ucap Cenzo dan segera berlalu
"V, kau tak mau melihat anakmu terlebih dahulu" Tanya Jimin
"Benar juga, aku akan menengoknya dulu, Kau dan Suho tolong jaga Nara"
Cenzo pergi keruangan NICU tempat bayinya berada. Sesampainya disana Cenzo melihat Bayi yang sangat mungil dengan kulitnya yang putih dan bersih. Tanpa Cenzo sadari air matanya tiba-tiba menetes.
"Kau anakku, Maafkan Daddy karena tak bisa menjagamu dan Mommy hingga sampai terjadi hal yang tak diinginkan seperti ini" Ucap Cenzo
"Boss....." Panggil Suho yang entah datang dari mana sambil menggendong Mate.
Cenzo dengan cepat menghapus air matanya kemudian melihat Suho.
"Suho kau tolong jaga Nara, aku akan pulang terlebih dahulu untuk menyelidiki sesuatu" Ucap Cenzo
"Baik bos percayakan kepada saya"
Cenzo pun langsung pergi meninggalkan rumah sakit dan segera menuju rumahnya dan melajukan mobil dengan sangat kencang. Cenzo mengemudi seperti orang tak waras, menyalip satu persatu mobil di depannya dengan sangat brutal, klakson selalu berbunyi hingga memekik telinga pengendara lain. Tapi begitulah Cenzo.
Hanya membutuhkan waktu 30 menit Cenzo pun sudah sampai di rumahnya. Biasanya akan membutuhkan waktu satu jam tapi Cenzo mempercepat waktunya 30 menit.
Cenzo langsung masuk kedalam dan membuka pintu dengan sangat kencang.
"Semuanya berkumpul diruang tengah" Teriak Cenzo.
__ADS_1
Para pelayan yang bekerja dirumah Cenzo langsung berlari ke tempat yang sudah Cenzo bilang tadi.
Dalam hitungan detik mereka sudah berkumpul. Cenzo menarik nafas terlebih dahulu sebelum mengeluarkan semua kemarahannya.
"Dimana kalian tadi pagi?" Tanya Cenzo dengan pelan
"Kami ada di belakang rumah tuan sedang membersihkan taman" jawab kepala pelayan itu.
"AKU MEMPEKERJAKAN 10 ORANG PEMBANTU DIRUMAH INI DAN KALIAN SEMUA MEMBERSIHKAN TAMAN BERSAMA-SAMA" Teriak Cenzo
"Iya tuan"
"KALIAN SEMUA SEDANG BEKERJA ATAU MENGOBROL. AKU SUDAH MEMBERIKAN KALIAN TUGAS MASING-MASING. APA KALIAN TAK MENGERTI"
"Maafkan kami tuan"
"Tidak ada maaf untuk kalian, aku sudah meminta kalian untuk menjaga istriku selagi aku pergi tapi kalian mengabaikannya. Mulai hari ini kalian dipecat. cepat bereskan barang-barang kalian dan pergi dari sini dalam waktu 30 menit"
Cenzo segera pergi dan menuju ke ruang kerjanya. Cenzo tak mau mempekerjakan orang yang tidak bertanggung jawab seperti mereka. Mereka hanya akan membuang-buang uang Cenzo dan tak melakukan kerja dengan benar.
Saat sudah sampai di ruang kerjanya, Cenzo segera mengecek monitor CCTV pagi lalu.
Cenzo dapat melihat dengan jelas wanita itu memukul dan mendorong Nara dari atas tangga.
"Jadi dia putri tuan Albert sialan itu. Baiklah, tunggu saja pembalasanku. Sekalipun kau bersembunyi di lubang semut pun aku bisa menangkap mu dengan sangat mudah" Ucap Cenzo dengan menampilkan seringai diwajahnya.
Cenzo segera mengopy rekaman CCTV itu dan memindahkannya ke ponsel. Setelah itu Cenzo segera pergi ke rumah sakit terlebih dahulu, sebelum itu Cenzo membawa keperluan untuk Nara dan dirinya selama dirumah sakit.
Disebuah rumah yang besar Laura sedang mengemasi barang-barangnya dan akan bersiap pergi ke Amerika.
"Aku harus pergi dengan cepat sebelum Vincenzo itu menangkap ku" Ucap Laura.
__ADS_1
Laura melihat sekeliling rumahnya sebelum pergi. Saat Laura sudah bersiap keluar dari kamarnya sambil membawa koper besarnya itu tiba-tiba Albert menghadang Laura.
"Kau mau kemana lagi?" Tanya Albert
"Ak... aku mau liburan ke Amerika pa untuk bertemu teman-teman ku" Jawab Laura dengan gugup.
Albert segera merebut tas dari tangan Laura dan mengambil paspor milik Laura.
"Papa tak mengizinkan dirimu pergi. Kau tau kan papa sedang mati-matian menjodohkan mu dengan Tuan Vincenzo itu. Kau tak bisa pergi sesukamu seperti ini" Ucap Albert
Albert segera pergi meninggalkan Laura tanpa mendengar perkataan Laura. Laura begitu frustasi saat ini, Kemana lagi dirinya harus pergi sekarang.
"Agghhhhhh..... Sialan. Kemana aku harus pergi sekarang" Laura mencoba berfikir sejenak dimana tempat yang akan dia jadikan sebagai persembunyian yang aman.
"Benar. Aku akan ke penginapan milik Papa di puncak, ya aku akan kesana saja. Vincenzo brengsek itu tidak akan bisa menemukan diriku disana"
Laura segera menarik kopernya dengan cepat setelah itu langsung melajukan mobilnya.
Laura begitu percaya diri jika dirinya tidak akan tertangkap, tapi dia tidak tau kalau lawannya kali ini bukan orang biasa.
__ADS_1
Nextt.....