
Setelah Nara masuk kedalam mobil Cenzo pun langsung menjalankan mobilnya.
Nara hanya menundukkan kepalanya dan sesekali melirik kearah Cenzo.
"Waahhhh.... Kenapa mukanya serah sekali dari tadi" Ucap Nara dalam hati sambil melirik kearah Cenzo
"Jangan berani-berani kau menghinaku di dalam hati sekalipun Beby" Kata Cenzo dan memberhentikan mobilnya ditepi jalan.
Cenzo langsung mendekatkan wajahnya kearah Nara, menarik tengkuk leher Nara dan ******* bibir Nara.
Nara hanya bisa diam tanpa membalas karena dia sedikit terkejut dengan ciuman tiba-tiba dari Cenzo.
Cenzo memperdalam ciumannya, tangan Cenzo tak tinggal diam sibuk meraba benda kenyal yang ada di dada Nara.
"Uuugghhhhhh....." Lenguhan Nara yang keluar dari mulutnya tanpa dia sadari saat Cenzo meremas gundukan kenyal yang ada di dada Nara
Cenzo pun melepaskan ciumannya dan tersenyum melihat Nara yang sedang menikmati kegiatan tersebut.
Nara yang baru tersadar sedang di perhatikan oleh Cenzo segera menjauh dan membuang muka kearah luar mobil sambil merapikan bajunya.
"Itu hukuman untukmu karena berani berdekatan dengan pria lain di belakangku" Ucap Cenzo
Nara pun lantas langsung melihat kearah Cenzo dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Dia adalah temanku tidak lebih".
"Aku tak perduli, intinya mulai dari sekarang kau dilarang dekat dengan pria lain" Ucap Cenzo dan langsung menjalankan mobilnya kembali.
"Dasar tak waras. Toh aku cuma Sugar Baby-nya tak lebih kenapa dia sangat protektif sekali" Gumam Nara dengan suara yang sangat pelan.
"Maka dari itu, kau adalah milikku dan aku tidak suka milikku disentuh oleh pria lain" Ujar Cenzo yang ternyata mendengar ucapan Nara tadi.
Nara hanya memasang wajah jengah dan memilih memainkan ponselnya.
Setelah beberapa saat mereka pun sampai di sebuah gedung apartemen yang ternyata bukan apartemen milik Nara.
"Tuan, kau salah alamat. Apartemenku bukan disini" Kata Nara
Nara hanya menuruti perkataan Cenzo dan keluar dari mobil tersebut berjalan mengikuti Cenzo seperti anak kucing.
"Kenapa berjalan di belakangku" Ujar Cenzo dan menggenggam tangan Nara agar berjalan sejajar dengannya.
Nara pun hanya menundukkan kepalanya. Sepenjang jalan menuju kamar Cenzo tak melepaskan genggaman tangannya bahkan saat di dalam lift.
Mereka pun akhirnya sampai di kamar Cenzo.
Cenzo pun langsung mengeluarkan kartu aksesnya dan membuka pintu tersebut.
__ADS_1
Sangat luas untuk ukuran orang yang tinggal sendiri. Begitulah pikiran Nara.
"Besar sekali. Apa ini tempat dia dan istrinya tinggal dulu" Gumam Nara dalam hati.
"Masuk dan duduklah. Aku akan membersihkan tubuh dahulu" Ucap Cenzo dan langsung berjalan kearah kamarnya yang terletak di lantai atas.
Nara langsung masuk dan duduk di sofa sambil matanya memperhatikan sekitar.
"Tidak ada apa-apa disini" Ucap Nara
Nara pun yang mulai merasa mengambil ponsel di tasnya dan menonton drakor favoritnya.
Karena merasa sangat lelah Nara pun akhirnya tertidur dan ponselnya sudah jatuh ke lantai.
Tak lama Cenzo pun turun dan melihat ternyata Nara sudah tertidur di sofa dengan ponsel yang menyala diatas lantai.
Cenzo mendekat kearah Nara dan berjongkok di depan Nara. Cenzo memperhatikan Nara yang sedang tertidur dengan sangat pulas. Merapikan rambut yang berantakan di wajah Nara.
Dirasa sudah puas memperhatikan wajah Nara, Cenzo pun langsung mengangkat tubuh Nara ala bridal style kearah kamarnya.
Cenzo membaringkan tubuh Nara diatas tempat tidur dan ikut berbaring di samping Nara sambil memeluk tubuh gadis itu hingga Cenzo pun menuju ke alam mimpi.
Next....
__ADS_1