
"Aku juga kaget pak Tama Ternyata anda yang mengajar di sini!"
"Tapi mereka ini?" Itulah reaksi pertama Dragon saat bertemu dengan profesor Tama yang ternyata akan menjadi gurunya
"Hahahaha!. Mereka ini adalah dokter yang sedang menempuh pendidikan pascasarjananya mengambil jurusan spesialis urologi dan turunannya." Jawab profesor Tama apa adanya
"Mereka dokter?" Tanya Dragon tidak percaya
"Iya, ada apa?. Apakah kau takut?" Jawab profesor Tama sengaja menggoda
"Oh tidak, tidak!. Aku cuma heran! Aku kan mahasiswa baru?. Kenapa harus disamakan dengan mereka?"
"Satu semester pun aku belum menyelesaikannya. Tapi aku sudah ditempatkan di sini?"
"Bisakah anda memberikan penjelasan padaku?" Reaksi Dragon cukup mengena di hati
"Dengarkan anak muda!. Aku sudah melaporkan tentangmu pada pihak rektorat, dan mereka sangat penasaran ingin bertemu denganmu!"
"Setelah membeberkan bukti-bukti, dan melihat database univ ini, ternyata namamu tercantum di sana, dan mengambil jurusan kedokteran."
"Aku yakin, mahasiswa yang bernama Mahesa adalah kau Ternyata itu benar!"
"Selain mengampu jurusan hubungan internasional, kau juga mengambil jurusan kedokteran di sini. Bukankah itu luar namanya?"
"Oleh karena itu aku berkali-kali meyakinkan dewan rektor, agar langsung memberimu gelar dokter. Dan akhirnya setelah mencapai kesepakatan dengan seluruh dewan rektor beserta guru-guru besarnya. Mereka memutuskan, bahwa kau langsung diangkat menjadi dokter. dan ijazahnya bisa kau ambil setelah bertemu dengan mereka." Jawab profesor Tama terlalu bersemangat
"Apa?. Apakah aku tak salah dengar?"
"Bagaimana anak yang belum menempuh kuliah sudah diangkat menjadi dokter sama seperti kita?"
"Apakah dunia sedang terbalik?" Ucap seorang dokter perempuan pada temannya
"Mana aku tahu!. Itu sudah diputuskan oleh rektor juga profesor utama. Kita bisa apa?" Jawab temannya dengan ekspresi sedikit kesal
"Baik!. Anggap saja pendengaran kita barusan itu salah!"
"Jika itu benar, maka aku orang pertama yang akan mengujinya!"
"Aku ingin lihat seberapa pintarnya dia?. Belum kuliah sudah diangkat menjadi dokter. sementara kita untuk menyelesaikannya butuh waktu yang cukup lama dan biaya yang cukup banyak!"
"Rasanya tidak adil!" UJar teman yang lain pula
"Tapi ah sudahlah!. Lebih baik kita diam?" Ucap salah seorang dokter lain pada temannya sambil menggerutu dan tersenyum sinis
"Anak muda!. Eh bukan master muda!. Mari silakan duduk!"
"Cari tempat yang nyaman. Aku rasa di depan ini juga bisa, karena dari awal tempat ini sudah kosong." Ucap profesor Tama sesudahnya
"Oh tidak, tidak!. Biar aku duduk di sini saja!. Aku ingin melihat caramu mengajar." Jawab Dragon lirih, saat menempelkan mulutnya di dekat telinga profesor Tama, hingga membuatnya tersenyum senang
"Oh ya!. Setelah ini aku ingin kau mengobatiku. sebagai ucapan terima kasih karena aku sudah merekomendasikanmu menjadi seorang dokter tanpa perlu kuliah lagi." Balas profesor Tama juga sambil berbisik
"Mana bisa begitu?. Di mana mana yang namanya ingin mendapatkan gelar, harus menempuh pendidikan sekian tahun, diuji, menyusun skripsi kemudian disidang, baru dinyatakan lulus dan terakhir di wisuda?"
"Tapi aku belum apa-apa sudah ditetapkan sebagai dokter. Apa namanya ini tidak gila?" Jawab Dragon terdengar masuk akal
__ADS_1
"Untukmu suatu pengecualian."
"Mendapatkan gelar dokter bukanlah mudah, dan kau juga bukan dokter sungguhan, karena para guru besar serta dewan rektorat harus menguji mu terlebih dahulu. Setelah kau mereka puas, baru gelar doktermu itu diresmikan. Begitu maksudku!" Jawab profesor Tama menjelaskan
"Walaupun begitu aku juga tidak mau!. Aku ingin tetap kuliah sambil beramal!" Bantah Dragon tidak terima
"Ah sudahlah!. Terserah apa yang ingin kau katakan!. Tapi yang jelas pihak rektorat sebentar lagi ingin menemuimu, karena mereka sedang menunggu di sana!" Jawab profesor Tama apa adanya
"Memangnya ada apa?. Apakah aku orang spesial buat mereka? Tanya Dragon hanya sekedar ingin memastikan
"Ya itulah dia!. Mereka ingin menemui mu karena kau orang yang sangat spesial. Maka mereka merasa sangat penasaran."
"Satu lagi yang ingin aku katakan. Para guru besar terutama rektornya, menurut penglihatanku sepertinya juga sedang menderita penyakit. Tapi aku tidak yakin penyakit apa itu. Mereka menyembunyikannya dengan sangat baik. Hingga tidak ada seorang pun yang tahu tentang penyakit mereka."Jawab profesor Tama penuh penekanan
"Kenapa mereka tidak pergi ke dokter?. Bukankah penyakit mereka akan diketahui?" Tanya Dragon menguji lagi
"Kau ini bagaimana?. Apakah kau tidak tahu, mereka rata-rata adalah dokter. Sudah bergelar profesor lagi, bahkan ada tiga diantaranya sudah bergelar profesor besar."
"Jadi mereka sendirilah yang mengobati diri sendiri. Ada-ada saja kau ini!" Reaksi profesor Tama dibawa bercanda
"Apakah termasuk profesor sendiri, yang mengobati penyakit tersebut tanpa bantuan orang lain?" Tanya Dragon dengan suara pelan
"Untukku suatu pengecualian." Pernah ada seorang rekanku sesama dokter, memeriksa kandung kemih ku, dan dia mengatakan harus mengoperasinya dan membuang seluruhnya. Jelas saja aku tidak mau!"
"Sudahlah sakit dibuang lagi. Lalu bagaimana dengan..... hehehe!. Kau taulah sendiri apa itu?" Jawab profesor Tama malu malu
"Sudah tua pun masih menggatal!" Bisik Dragon sangat pelan. Tapi membuat profesor Tama menjadi tersipu malu
"Tapi ini sungguh benar!. Rektor dan para guru besar sangat ingin bertemu denganmu!"
"Jadi tolong hargai undangan mereka, sekaligus tolong juga obati mereka.Tapi tentunya setelah mengobatiku." Ucap profesor Tama sangat lirih seperti sedang berbisik pada Dragon
"Ah ada-ada saja pak Tama ini!. Aku bukan siapa-siapa dan aku tidak mempunyai keahlian apapun!" Jawab Dragon tidak terduga, hingga membuat profesor Tama menjadi kecewa
Walaupun ia terdiam sesaat namun tak lama kemudian ia pun berkata." Mana bisa!. Pokoknya setelah ini kau harus ikut aku. Tapi sebelum menemui mereka, kau harus mengobati aku dulu. Titik!" Bantah profesor Tama tidak terima
"Mengobatimu boleh, tapi...?" Jawab Dragon seperti ragu-ragu
"Aku sudah tahu!. Kau terpaksa harus melihatnya kan?" Sambut profesor Tama dengan suara sedikit kuat
"Tau pun!" Reaksi Dragon cepat
"Tapi aku katakan punyaku kecil. Jangan menghina ya?" Ucap profesor Tama tidak terduga
"Hehehe pak Tama tenang saja!. Nanti sewaktu pengobatan, punya pak Tama akan aku foto, kemudian aku sebarkan di media sosial, dengan caption" Dari kecil menjadi besar" Bagaimana?. Keren kan?"
"Ah kamu ini!. Aku jadi tidak selera untuk mengajar. Bubarkan sajalah!. Biar kau tidak mendapatkan ilmu." Reaksi profesor Tama pura pura merajuk
"Eh jangan!. Kasihan mereka yang sudah lama menunggu, dan dari tempat jauh pula."
"Kalau pak Tama tidak jadi memberikan kuliah. bagaimana dengan karir mereka?. Sia-siakan?" Dragon mencegahnya agar profesor Tama bisa dibujuk
"Baiklah kalau begitu!. Pokoknya setelah ini kau harus mengobatiku, karena aku sudah sangat tersiksa selama ini." Ucap Tama kembali senang
"Sip!. Kalau begitu silakan mulai perkuliahannya. Aku duduk di belakang saja."
__ADS_1
"Eh tunggu dulu!. Aku harus memperkenalkanmu pada mereka." Ucap Tama menghentikan langkah Dragon
"Para dokter sekalian!. Kenalkan!. Ini adalah mahasiswa baru bernama Mahesa."
"Dia mahasiswa baru yang sudah mendapatkan gelar manusia tercerdas di jagat raya."
"Berkat kecerdasannya itu. rektor dan dewannya sudah memutuskan, akan memberikan gelar dokter kepada Mahesa, tanpa harus menempuh perkuliahan dan berbagai macam aturannya." Ucapan cukup lancar
"Izin bertanya profesor!. Apakah pernah ada di dunia ini orang belum kuliah tapi sudah diberikan gelar?. Coba jelaskan di mana adanya itu?" Tanya salah seorang dokter muda pada profesor Tama dengan nada kurang senang
"Apakah kamu tahu Thomas Alva Edison?. Dia dulu dijuluki siswa terbodoh oleh gurunya!. Tapi apa nyatanya?. Dia berhasil menciptakan listrik dan jaringannya. dan sekarang listrik itu sangat berguna untuk kita!"
"Apakah dia kuliah seperti kita?" Jawab profesor Tama cukup mengena
"Satu lagi. Kamu tau William Shakespeare?. Dia tidak pernah kuliah. bahkan tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Tapi dia sukses sebagai seorang penulis dan aktor. dan namanya selalu disebut-sebut oleh orang termasuk oleh kita sampai saat ini!"
"Aku tambahkan lagi!. Kau tentu tahu siapa itu Henry Ford. Di usia 15 tahun. dia dikeluarkan dari sekolah. Tapi bisa merancang mesin mobil, dan dia juga tidak kuliah"
"Masih banyak lagi orang yang tidak perlu kuliah. Belajar secara otodidak, walau zaman sekarang ini tidak dianjurkan. mereka-mereka itu sudah mendapatkan gelar di masyarakat. dan salah satunya adalah anak muda ini!"
"Kamu belum tahu siapa Dragon. Kemampuan nalarnya sangat luar biasa. 200 soal yang tim kami buat, bisa diselesaikannya dalam waktu 3 menit. Apakah kamu bisa?"
"Satu lagi kelebihannya yang kau tidak tau. Dengan hanya memandang dan mengamati saja, dia sudah bisa menentukan jenis penyakit yang orang lain derita."
"Sementara kita, harus mengecek suhu, mengecek detak jantung, bahkan mengecek tenggorokan, bahkan bertanya lagi kepada pasien, baru bisa menentukan penyakit apa yang mereka derita"
"Tapi anak ini tidak perlu melakukannya!. Bukankah hal yang seperti ini bisa dinyatakan jenius?"
"Kalau kamu kurang percaya. kemarilah!. Biar dia mengidentifikasi apa penyakit yang ada di dalam tubuh mu itu nona!" Ucapnya lagi dan terkesan sangat kesal
"Tapi walau bagaimanapun aturan ya tetap aturan, dan tidak boleh dilanggar!"
"Seorang siswa harus menempuh pendidikannya selama beberapa tahun. Mahasiswa juga demikian. Kecuali kalau dalam satu semester dia mengambil semua kredit semester. dan mampu mempunyai IPK. IPS dan lain lain dengan nilai A, dan menyelesaikannya tepat waktu. Mungkin itu bisa diterima. Tapi dia belum juga memulai kuliah bagaimana bisa mendapatkan gelar?" Bantah dokter muda itu semakin menggila
"Nah itulah yang ingin aku katakan kepada kalian!"
"Nanti setelah bertemu rektor, guru-guru besar dan tim penguji. Dia akan disodorkan seluruh mata kuliah yang harus diambil selama beberapa tahun, dan dirangkum menjadi satu. Dan nanti dia akan diuji selama satu hari satu malam Untuk menjawab semua pertanyaan dewan penguji, dan akan dihadiri langsung oleh bapak menteri juga dirjen terkait."
"Apakah kau tidak percaya dengan kemampuan kami dokter?" Jawab dan tanya profesor Tama kurang senang
"Huh!. Aku tetap tidak terima dengan kenyataan ini!" Responnya tetap saja tidak mau mengalah
"Siapa namamu?. Kemarilah!"
"Aku ingin melihat namamu secara dekat, dan biarkan anak ini mengetesmu!" Reaksi profesor Tama kembali tidak senang
Kemudian mendekati dokter muda itu, dan menarik tangannya untuk menghadap Dragon
"Sekarang kamu lihat baik-baik! Apakah dia kelihatan seperti mahasiswa bodoh?. Kalau kau kurang percaya silakan uji!" Ucapan Yama sudah sangat emosi
"Jika itu sudah profesor tetapkan. Aku akan mengujinya!" Jawab dokter Nara tidak sopan
"Sekarang katakan!. Masalah apa yang sedang aku derita?"
"Kalau kau bisa menebaknya dengan tepat. maka aku akan mengakuimu sebagai senior ku!"
__ADS_1
"Tapi jika tebakanmu salah! Silakan pergi dari sini, karena kami tidak mau belajar dengan mahasiswa baru seperti mu!" Ucap dokter Nara terdengar menyakitkan