Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Sang Naga Dunia


__ADS_3

Tiga hari kemudian. Dragon sudah berada di hadapan ribuan orang, yang sebentar lagi akan membaiatnya menjadi pemimpin mereka.


Kemenangannya dalam memerangi pasukan musuh, membuatnya jadi sangat terkenal di seluruh dunia. Berkat perjuangannya, dengan dibantu oleh puluhan ribu pengikut juga tentara dari seluruh dunia, dan pahlawan super lainnya. Telah berhasil membebaskan bumi dari penjajahan juga penjarahan pihak asing.


Oleh karena itu mereka telah sepakat, akan mengangkat Dragon menjadi pemimpin besar mereka, dan yang akan mendapat gelar. Sang Naga dunia.


"Ayah lihat kak Daco itu!. Dia keren sekali. di elu elu kan oleh semua orang. Kapan Dyah jadi seperti itu ya?" Tanya Dyah pada ayahnya.


"Tunggu kau semakin besar, dan sakti seperti kakak mu."Jawab Dion terlihat serius.


"Bukankah Dyah sudah besar?, sakti saja yang belum."Respon Dyah merasa kesal.


"Belum begitu besar, masih anak ingusan. Tuh lihat masih suka ngupil gitu?" Balas Dion tapi bercanda.


"Aaa ayah ni!. Dyah serius tau?. Jangan bercanda disaat Dyah ingin dapat dukungan?" Protes Dyah dengan ekspresi kesal.


"Ayah juga serius sayang!. Untuk menjadi seperti kakak mu, butuh tekad dan kemauan, ditambah dengan yang paling penting, yaitu kekuatan."


"Kalau tanggung tanggung mana bisa?. Ayah mu saja yang sudah sakti begini, masih belum bisa, dan belum tentu menang saat melawan kekuatan yang besar itu, tapi kakak mu bisa?"


"Bahkan yang lebih mencengangkan itu, kakak mu bisa melindungi seluruh dunia dengan kesaktiannya. Contohnya negara kita ini."


"Kalau kakak mu tidak melindungi dengan dom dom nya itu, sudah lama ia nya hancur, termasuk negara negara tetangga kita yang sombong itu."


"Oleh karena itu, para pemimpin dunia sangat berterima kasih sekali pada kakak mu, dan sepakat akan mengangkatnya menjadi pemimpin mereka." Jawab Dion gamblang menjelaskan pada anaknya.


"Jadi untuk menjadi seperti kakak, harus kuat ya yah. tidak butuh kecantikan saja?" Tanya Dyah terdengar lucu.


"Cantik itu memang diperlukan anak ku, tapi buat segelintir orang saja. Kecuali kalau perempuan itu sangat berpengaruh seperti Sophie, istri dari Frans Ferdinand dari Austria-Hongaria, yang mati dibunuh oleh Princip dari Serbia, di tahun 2014 silam, hingga memicu terjadinya perang dunia pertama."


"Tapi bukan karena dia saja yang menjadi penyebab perang besar itu berlangsung, masih banyak faktor faktor lainnya, yang menjadi pemicu perang tersebut terjadi."


"Jadi kalau kau mau menjadi pemicu orang untuk membela juga memandangmu, ya harus menjadi orang yang berpengaruh dan kuat dulu, baru bisa dilihat orang banyak?"


"Tapi kalau tanggung tanggung, ya lebih baik tidak usah!" Jawab Dion kembali menjelaskan.


"Lalu kakak?" Tanya Dyah seperti lupa.


"Lho kok ditanyakan lagi?. Bukankah tadi sudah ayah jelaskan, kenapa kakakmu bisa dipilih mereka?"


"Itu karena dia punya kemampuan. Makanya dia dipandang dan dipilih orang. Kalau tidak, mana mungkin semua itu bisa terjadi?" Jawab Dion cukup mencengangkan.


"Oh begitu ya yah?. Dyah jadi mengerti."Responnya jadi paham.


Diam seperti merenung, dan tak lama berkata kembali. "Suatu saat nanti, Dyah ingin menjadi seperti kakak, kuat dan sakti. Punya kemauan dan kemampuan, agar Dyah juga diangkat menjadi pemimpin dunia!" Tekadnya terdengar kuat.

__ADS_1


"Bagus!. Itu baru anak ayah!" Responnya merasa senang.


"Sekarang tibalah saatnya, untuk membaiat tuan kita ini, menjadi pemimpin dunia."


"Untuk itu, mohon kepada beberapa orang perwakilan, untuk memberikan tanda kehormatan itu kepada tuan kita, agar pengukuhan itu menjadi kuat dan resmi." Ucap pembawa acara, yang sengaja ditunjuk untuk memuluskan acara tersebut.


Tak lama kemudian, 10 perwakilan dari negara negara besar, maju mendekati Dragon, dan menunduk hormat ke arahnya. diikuti oleh seluruh yang hadir di ruangan tersebut.


Lalu salah seorang dari mereka, mengalungkan medali kehormatan ke leher Dragon, sembari memberikan selembar sertifikat, serta sebuah plakat terbuat dari emas murni, yang bertuliskan" Dragon Sang Naga dunia" dan diterimanya dengan baik.


Tepuk tangan secara bersamaan, segera terdengar riuh di ruangan itu, disambut dengan yel-yel yang menyebutkan, gelar yang didapatkan oleh Dragon barusan.


Suasana langsung jadi meriah dan hidup di ruangan tersebut. Tidak ada yang tidak gembira, saat menyaksikan peristiwa itu secara langsung.


Jangankan mereka yang ada di ruangan tersebut, orang yang menonton melalui siaran televisi saja merasa senang dan bangga, apalagi kedua orang tua dan seluruh keluarganya, serta seluruh pengawal, juga puluhan ribu karyawan Birawa Group.


Mereka semua merasa bangga, karena anak, cucu kakak dan tuan besar mereka, sekarang sudah menjadi pemimpin dunia, dan diakui oleh mereka sebagai pemimpin mereka juga.


Itulah peristiwa besar yang baru pertama kali terjadi, sepanjang peradaban manusia modern itu ada.


Dragon yang mendapatkan kehormatan besar tersebut, tidak lantas membuatnya merasa bangga, karena di dalam hati terdalamnya, masih ada ganjalan sesuatu hal yang paling prinsip, yaitu benarkah musuh yang diperanginya itu sudah tidak ada?


Tapi demi tidak ingin mengecewakan mereka, Dragon akhirnya pun merespon kegembiraan mereka dengan berkata. "Terima kasih atas kepercayaan kalian kepadaku. Kedepannya aku akan semakin meningkatkan pertahanan di dunia ini, agar bangsa bangsa besar di semesta ini, tidak berani mengekspansi negara negara kita lagi."


"Agar semua cita-citaku itu terlaksana, aku membutuhkan dukungan besar dari kalian. Karena tanpa dukungan itu mustahil semua yang kita dapatkan ini bisa bertahan cukup lama?"


Tapi tiba-tiba mata sakti dan mata batinnya, menangkap sesuatu yang teramat kecil, yang mampu membuat hatinya bergetar.


Tapi apa itu Dragon belum bisa menyimpulkannya, karena jaraknya terlalu jauh. Namun dia yakin, pada suatu saat nanti, kemungkinan tanda itu akan datang juga.


***


"Selamat ya kak!, karena sekarang kakak sudah jadi naga?. Besok-besok Dyah pula yang akan menjadi ularnya?" Ucapnya saat Dragon mendatanginya.


"Hus ngaco kamu!.Jangan jadi ular, tak bagus itu!. Apalagi ular berkepala dua. munafik adanya!. Jadi saja artis agar mudah terkenal." Respon Dragon cukup menggelikan.


"Dyah tidak mau jadi artis, Dyah mau jadi pahlawan super seperti kakak. dihormati dan diangkat jadi pemimpin mereka, bahkan diangkat jadi seekor naga?"Jawabnya lugu


"Ya terserah kamu saja! kakak sih mendukung saja apa mau mu, asal sesuai dengan norma kehidupan." Jawab Dragon mendukung tekad adiknya itu.


"Apa yang kalian bicarakan?. Nampaknya seru tu?" Tanya Ivory penasaran.


"Ini bu!. Dyah ingin jadi pahlawan seperti kakaknya, dan mau berubah menjadi ular." Jawab Dragon hanya bercanda.


"Jadi ular?. Kok kedengarannya mengerikan sih. tapi ular apa?" Respon Ivory mengetahui situasi.

__ADS_1


"Ular sawa bu." Jawab Dragon lagi.


"Ular Sawa?. Bukankah ia termasuk ular yang malas bergerak. Jangan Ah, ibu tak suka." Responnya .


"Iiihh!. Buka ular sawa tapi naga!" Protes Dyah meradang.


"Iya iya ibu tau itu. Anak ibu yang cantik ini, akan menjadi seperti kakaknya. Kuat dan sakti serta tidak cengeng, dan suka mengganggu eyang Prabu juga yang lainnya." Respon Ivory bijaksana, sekaligus menasehati anaknya.


"Hehehe!, itu sudah hobi bu, jadi tidak bisa dirubah lagi." Jawabnya cukup mengesalkan.


"Hobi sih hobi, tapi kalau sudah kelewatan itu namanya..?"


"Halo semua!. Kumpul dan bincang bincang ayah kok tidak diajak sih, kakek buyut kalian juga?" Ucap seseorang memutus perkataan dari Ivory tadi.


"Ayah!, kakek buyut!" Respon Dragon dan Dyah secara bersamaan.


"Kelihatannya seru, ada apa?"Tanya tuan Birawa pada mereka.


"Ini buyut!" Jawab Dragon cepat, lalu menjelaskan duduk perkaranya, dengan ditambah tambah cerita sampai tuntas, hingga membuat yang mendengar itu tertawa terbahak bahak termasuk Dyah sendiri.


"Oh begitu?. Kakek kira ada apa?" Respon tuan Birawa datar, tapi masih tertawa juga.


"Oh ya cucu ku?. Kakek mau tahu keputusan mu, yaitu tentang rencana pernikahan dengan dua orang wanita itu. Kapan kiranya akan kau langsungkan?, mumpung kakek buyut masih hidup?" Ujar tuan Birawa tiba tiba, hingga mengagetkan semua yang mendengarnya.


"Ayah, ibu bagaimana ini?.Draco masih...?" Jawabnya ragu ragu.


"Usia mu sekarang sudah 21 tahun 8 bulan, ayah rasa sudah bisa untuk menikah?"


"Mengenai siapa yang harus kau nikahi duluan, itu boleh kita atur. dan pilihan ayah jatuh pada...?"


"Kak Clara!" Potong Dyah tiba tiba.


"Ya itu dia!. Eh?, kau kok tahu tentang itu anak ku?" Respon Dion tidak menduga.


"Ya tau dong!. Dyah gitu loh?" Jawabnya merasa bangga.


"Huh, iyalah tu?"Respon Ivory pula.


"Sudah, sudah!.Kalau kalian bercanda terus kapan pertanyaan dari kakek akan terjawab?" Protes tuan Birawa tidak suka, tapi hanya pura pura saja.


"Itu semua tergantung dari keputusan yang bersangkutan. Kalau dia mau ya teruskan, kalau tidak ya apa boleh buat?" Jawab Dion blak blakan.


"Biar Dyah yang mewakili. Kakak akan menikah besok, dan calon pengantinnya adalah kak Clara!" Ujarnya.


"Hahahaha!" Respon keluarganya merasa lucu, dengan keluguan dari Dyah itu.

__ADS_1


Tapi akhirnya diputuskan juga, kapan pernikahan Dragon dengan Clara akan dilangsungkan?, yaitu empat bulan dari sekarang, tepat usia Dragon mencapai 22 tahun, sekaligus untuk merayakan ulang tahunnya.


__ADS_2