Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Naga Pertala dan naga Seruni


__ADS_3

"Lihat!. Ada sesosok mahluk sedang terbang di angkasa, dan menuju kota baru itu!" Ucap seseorang pada temannya


"Mana?. Kenapa aku tidak bisa melihatnya?" Tanya temannya tak percaya


"Lihat!. Itu dia!" Jawab teman yang lainnya pula


"Oh ya!. Kau benar!. Aku juga melihatnya!" Jawab yang lain setuju


"Tapi mahluk apa itu?. Kenapa bentuknya lain, dan panjang sekali?" Tanya yang lainnya lagi


"Mana aku tahu!. Coba kau tanyakan pada si juling ini, Siapa tahu dia mengenal benda yang terbang itu?" Jawab temannya pula


"Ah sudahlah!. Kalian memang jago mengkhayal!. Lebih baik aku pulang saja, dan tidur!" Responnya kesal, dan terlihat tersinggung sekali, karena diejek juling oleh teman temannya


Kemudian pergi meninggalkan sekelompok anak muda itu, yang tengah malam belum pulang juga


Sementara ditempat lain, Beberapa orang pengawal kota baru itu pun melihat keberadaan sosok tersebut


Mereka melihat sosok besar itu terbang menuju ke arah hutan, yang ada di sebelah utara kota naga tersebut, dan menghilang di sana setelah sampai


Dragon yang mengetahui peristiwa itu hanya diam saja. Dia malah tersenyum senang, karena hewan peliharaan sekaligus sahabatnya yang berjenis naga, datang memenuhi perintahnya, dan langsung menempati danau raksasa tersebut untuk dijaganya


Setelah naga tersebut sampai, Dragon pun memasuki alam jiwanya, dan berkultivasi serta tidur di sana


***


Keesokan harinya, Dragon memutuskan untuk mengunjungi sahabatnya itu, tanpa dikawal oleh siapapun, karena dia tidak mau pengawalnya tersebut mengetahui, bahwa di danau besar itu ada hewan raksasa berjenis naga, kecuali kalau mereka sudah siap menghadapi tekanan auranya


Begitu Dragon sampai, Naga Pertala yang menjadi sahabatnya itu langsung keluar dari tempat persemayamannya, dan mendatangi Dragon untuk memberi hormat pada tuan barunya


"Apa kabar sahabat guru ku?. Sudah lama kiranya kau tidak menampakkan diri di dunia ini."


"Apakah kau merasa senang bertemu dengan ku?" Tanya Dragon sesaat setelah naga tersebut berada di telapak tangannya


"Hamba senang tuan muda!. Karena hamba bakal bisa merasakan kembali saat jaya seperti dulu!"


"Hamba harap tuan muda bisa membawaku, dan mengikuti kemanapun tuan muda pergi!" Jawab naga Pertala itu penuh harap


"Maafkan aku Pertala!. Untuk tahun ini dan beberapa tahun kedepan. Kau belum bisa ikut denganku b. Karena kau akan aku tugaskan untuk menjaga gunung dan bendungan ini, agar tidak dirusak orang."


"Nanti setelah ada pengganti tetap mu, baru kau boleh ikut dengan ku dan menempati ruang jiwa ku." Jawab Dragon terasa berat hati


"Baiklah tuan muda!. Seribu tahun pun hamba sanggup menjalankan perintah dari leluhur guru, apalagi hanya beberapa tahun saja!" Respon naga Pertala menerima


"Baguslah kalau begitu!. Aku senang mendengarnya." Jawab Dragon merasa senang.


Tak lama kemudian berkata lagi. "Sekarang kembalilah ke tempat mu semula. Tapi jangan memperlihatkan diri kalau bukan karena terpaksa!"


"Cukup sebarkan aura kesadaran mu, untuk mendeteksi orang yang ingin merusak tempat ini."


"Kau bekerja bukan sendiri, tapi bersama dengan pengikut ku yang lain, dan akan ku pertemukan dengan mu sekarang." Ucapnya lagi


Lalu memanggil raja Kaladaksa dan lima ratusan anak buahnya untuk menghadap


"Inilah pengikut yang aku maksud kan!" Ucap Dragon sesaat setelah Kaladaksa datang menghadap


Pertala hanya memandang sekilas, kearah orang orang tersebut, kemudian mengalihkan pandangannya kembali pada Dragon dan berkata." Bukankah mereka ini keturunan dari Surakso, orang yang telah ditugaskan untuk menjaga kitab inti segala ilmu oleh yang mulia Prabu?"


"Tapi kenapa mereka telah berkembang banyak seperti ini?" Tanya Pertala keheranan


"Mereka manusia sama seperti ku Pertala. Cuma bedanya mereka tidak bisa dilihat oleh orang lain, karena memang disengaja oleh guru guru ku itu."


"Karena sudah begitu lama berada dalam kondisi seperti itu, lambat laun hampir mendekati siluman, dan itupun jika mempunyai darah campuran dikarenakan perkawinan."


"Kau nya saja yang masih tetap sendiri, dan entah kapan bisa menemukan pasangan." Jawab Dragon menjelaskan


"Nanti setelah tuan menyatukan dua kitab itu, pasangan ku akan keluar dan bersatu dengan ku di tempat ini." Sambut Pertala berterus terang


"Oh baguslah!. Kalau begitu tidak akan lama lagi, karena besok aku akan mengambil buku tersebut, dan membawanya pergi." Ucap Dragon senang


"Tapi ingat tuan!. Orang yang ditugaskan untuk menjaga buku itu bukan orang sembarangan."


"Dia tidak akan mudah percaya sebelum tuan bisa mengalahkannya."


"Jika tuan hanya main main dan merasa sungkan dengannya. Jangan harap tuan bisa mendapatkan buku tersebut. kecuali kalau yang mulia Prabu sendiri yang memerintahkannya."


"Oleh karena itu hamba sarankan, agar tuan serius. dan jangan basa basi saat bertemu dengannya nanti!"

__ADS_1


"Begitu tahu langsung serang, dan jangan banyak bicara!"


"Kalau tuan masih bergaya seperti ini, maka bersiaplah untuk kecewa." Ucap Pertala mengingatkan


"Tapi apakah kau bisa menyebutkan ciri cirinya, agar aku tidak salah dalam menilai orang?" Tanya Dragon pula


"Orangnya ramah dan banyak bicara."


"Sepintas kalau diperhatikan, orang tidak akan tahu bahwa orang tersebut sakti mandraguna."


"Tapi jika dilihat dengan mata batin, baru diketahui, bahwa orang tersebut sebenarnya menyimpan kekuatan besar, dan siap digunakan kapan saja bila diganggu!"


"Oleh karena itu tuan jangan sungkan, dan tertipu oleh keramahan serta penampilannya itu."


"Datang langsung serang, dan gunakan ilmu Wahyu Taqwa, serta ilmu dari kitab inti ilmu."


"Gunakan ilmu pengganda tubuh, agar dia terkecoh, dan mengakui bahwa tuan adalah ahli waris dari yang mulia Prabu. Karena orang itu tidak menguasai ilmu tersebut." Jawab naga Pertala menjelaskan


Namun ada sesuatu yang sepertinya sedang disembunyikan oleh naga itu. Tapi Dragon sudah mengetahuinya tanpa di beritahukan


"Baiklah kalau begitu. Terima kasih karena sudah mengingatkan ku tentang orang itu."


"Sekarang silakan kalian kembali, dan seterusnya bekerja sama, untuk bahu membahu menjaga gunung dan bendungan ini, agar tetap bisa digunakan sampai ke anak cucu." Ucap Dragon memberi perintah


"Siap laksanakan tuan muda!" Jawab naga Pertala tegas, diikuti oleh Kaladaksa serta anak buahnya tersebut


"Terima kasih kalau begitu. Aku pulang dulu, dan selamat menjalankan tugas!" Sambut Dragon tegas juga


***


Sementara itu ditempat lain, pada waktu yang sama


Seorang pria cantik paroh baya, terlihat tengah merapikan buku buku usang, yang berserakan diatas meja karena habis digunakannya untuk dibaca


Tapi ada sebuah buku berwarna biru, yang tersimpan didalam sebuah kotak kayu jati berwarna coklat muda, yang dipasangi kaca kecil transparan di bagian atasnya. masih tetap rapi di tempat semula, karena selama ini orang tersebut tidak bisa mengambilnya


Jangankan mempelajari, mengangkat saja dia tidak bisa. Apalagi jika membuka dan mempelajarinya


Saat dia sedang bersih bersih itulah, melintas bayangan orang yang akan mendatanginya, untuk mengambil buku tersebut


Reaksi pertama yang diperlihatkannya adalah tersenyum senang, sambil berkata. "Hehehe!. Akhirnya tugasku di dunia ini hampir selesai."


"Tapi aku harus mengujinya dulu. Siapa tahu dia bukan pemilik asli dan hanya menyamar saja." Guman nya lirih


Kemudian menyudahi pekerjaannya, untuk menyusun rencana penyambutan terhadap Dragon


***


Hari itu sekitar pukul 10 pagi, . Dragon dan beberapa pengawal elit, terlihat sedang mengunjungi lahan pertanian, dan dilanjutkan ke beberapa bangunan pabrik. Tapi belum ada pekerjanya


Kalaupun ada itu merupakan petugas jaga, dan yang bertanggung jawab untuk membersihkannya.


Saat Dragon sedang berkeliling itulah, dia teringat bahwa dia sudah menugaskan pada James, Shio Lung, Erisha serta Robin, untuk mencari tenaga kerja yang berpengalaman dalam bidangnya masing masing


Tapi jawaban mereka sedikit mengecewakan, karena tenaga kerja yang dibutuhkan, tidak mencukupi kuota, dan masih banyak lagi yang harus dicari


Kalaupun ada, hanya terdiri dari orang orang yang belum berpengalaman, dan belum pernah berkecimpung di bidang pekerjaan itu, seperti orang orang yang telah ditaklukkan oleh Dragon tersebut


Jadi mereka harus mencari diluar daerah, untuk bisa memenuhi kuota tersebut, dan itu sedang mereka lakukan


"Baiklah!. Aku percaya dengan kinerja kalian."


"Aku harap paling lambat minggu ini atau minggu depan. Semua pabrik pabrik itu sudah beroperasi, dan sudah bisa menghasilkan!"


"Jika belum terpenuhi juga. Silakan cari di tempat lain atau jika memungkinkan dari luar negara."


"Yang penting bisa memenuhi kuota, dan pabrik juga yang lainnya berjalan lancar." Ucap Dragon dalam menanggapi berita tersebut


***


Satu setengah jam kemudian Seluruh lokasi pengembangan sudah selesai di kunjungi oleh Dragon, dan sudah mendapatkan hasil yang memuaskan


Lahan yang cuma seluas 1 juta meter persegi, rencananya akan di tambah menjadi 2 sampai 3 juta meter persegi, yang berarti menjadi 3 ratus hektar. Dan itu harus selesai diurus dalam waktu satu bulan


Jadi nantinya disisi kiri kota itu, atau diseberang sungai, akan dibeli oleh Dragon, dan dibuat kota juga


Setelah selesai memberi instruksi. Dragon menyuruh mereka untuk pulang, termasuk Abhicandra, Leon dan Jenifer. Sedangkan dia sendiri pergi ketempat lain, dan tidak boleh di dampingi oleh siapapun

__ADS_1


***


Keesokan harinya. Dragon benar benar melakukan niatnya pergi dari tempat itu, untuk menuju tempat lainnya, karena waktu petualangannya masih cukup panjang, dan masih banyak waktu untuk kembali lagi ke sini


Selain alasan tersebut. Dragon juga mempunyai alasan lain, yaitu menunaikan amanat gurunya, untuk mengambil pasangan kitab inti ilmu dunia dan semesta


Bukan hanya itu saja yang menjadi alasan Dragon untuk pergi. Dia juga ingin menambah pengalaman hidup, dengan bertemu orang orang susah, agar turut merasakan penderitaan mereka, walau hanya sebentar saja


Karena alasan alasan itulah, Dragon memutuskan untuk pergi dari kota yang baru di didirikannya itu, dengan membawa serta 50 orang pengawal setianya


Saat itu Dragon baru saja sampai di perbatasan desa Banda, tapi dia sudah merasakan tekanan dari kekuatan tidak kasat mata, yang berusaha menghalanginya untuk masuk


Namun bukan pendekar semesta namanya, kalau dengan tekanan kecil seperti itu akan kalah


Dengan mudah Dragon menghancurkan tekanan tersebut, hanya dengan menjentikkan jarinya saja


Seketika tekanan itu menghilang, dan sudah tidak terasa lagi pengaruhnya


"Hemm!. Cukup menarik!"


"Baru kali ini aku kedatangan tamu yang mampu menghancurkan aura penindasan ku!"


"Aku jadi penasaran seperti apa orang itu?. Apakah memang benar pewaris buku itu atau hanya orang lewat saja." Guman nya saat dirinya terdorong oleh aura yang lebih kuat darinya


Kemudian pergi ke suatu tempat, dan bersiap menyambut kedatangan Dragon


***


Sementara itu di bagian Dragon. Saat dirinya merasakan tekanan itu. Dia sudah yakin bahwa hal itu pasti dilakukan oleh orang tersebut, untuk sekedar mengujinya


Tapi bukannya marah. Dragon malah tersenyum dan sudah tidak sabar lagi untuk berhadapan dengan orang itu


Ditengah jalan Dragon bertemu dengan orang tersebut, yang menyamar sebagai penduduk biasa. Tapi Dragon langsung tau, karena mata saktinya bisa melihat, kalau orang tersebutlah yang sedang dicarinya


"Jangan menganggap ku remeh naga Seruni!. Aku tahu kau adalah orang yang aku cari!"


"Jadi jangan menyamar lagi sebagai orang tua!" Ucap Dragon tiba tiba, hingga mengejutkan Abhicandra, Leon dan Jenifer


Mereka heran, kenapa tuan mudanya memanggil laki laki paroh baya itu dengan sebutan naga Seruni. Padahal jelas jelas dia manusia, laki laki pula


Tapi Dragon malah memanggilnya dengan panggilan itu. ini berarti Dragon salah orang. Namun mereka hanya bisa diam saja


"Aku akui penglihatan mu sangat luar biasa anak muda!, hingga kau bisa mengetahui penyamaran ku ini!"


"Baru kaulah satu satunya orang yang bisa membongkar tipu muslihat ku."


"Tapi kau jangan berbesar hati dulu anak muda!. Aku masih mempunyai terik lainnya!" Ucap naga Seruni percaya diri


Kemudian merilis sihir tingkat tinggi, untuk membuat Dragon tertipu oleh penglihatannya


"Jangan membuang waktu lagi Seruni!. Serahkan kitab itu, dan terimalah takdir mu dibawah perintah ku!" Respon Dragon tegas, disertai tenaga dalam tingkat tinggi


"Hihihi!. Umur masih seumur jagung, berani berani mengintimidasi ku"


"Kau pikir aku takut ha?" Jawab Nasuri atau naga Seruni menantang


Kemudian kembali merilis ilmu tertinggi nya, untuk menahan serangan tenaga dalam Dragon.


Tapi tidak disangka, belum apa apa.Tubuhnya mendadak oleng, dan langsung hilang keseimbangan, tapi belum sampai jatuh


Dragon yang melihat itu hanya diam saja. Dia malah merilis ilmu Wahyu Taqwa, serta ilmu pengganda tubuh


Tiba tiba saja tubuhnya menjadi banyak, dan itu membuat Seruni menjadi bingung.


Tapi dasar naga bandel. Dia tetap belum mau menyerah dan berusaha untuk melawan. Seraya berkata.


"Sebelum berkalang tanah!. aku tidak akan menyerah pada mu anak muda!"


"Aku tidak percaya kau bisa menahan api ku ini!" Teriak seruni marah. Kemudian berteriak lantang. Lalu..


"Hiaaa!"


Blar! Boom!


Setelah teriakannya itu. Tiba tiba tubuh Dragon terbakar, dan sepertinya tidak ada harapan untuk selamat


Melihat itu Seruni tertawa senang, karena usahanya berhasil. Tapi ada sedikit kekhawatiran, kalau kalau Dragon benar benar mati. Tapi tetap dikuatkannya juga

__ADS_1


"Hahahaha!. Sehebat apapun dirimu. tidak mungkin bisa menahan panasnya api ku itu!"


"Terimalah nasib naas mu anak muda!. Dan berbanggalah karena mati di tangan ku!" Ucapnya sambil tertawa tawa senang


__ADS_2