Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Mengakui


__ADS_3

"Ayah!. Sudah lama kak Draco tidak mengunjungi kita."


"Apa tak sebaiknya mengirimkan utusan, atau menghubunginya agar dia menyempatkan diri untuk datang?" Ucap Anong Achara pada ayahnya


Mongkut Rittirong dan Kanokwan Achara, permaisuri yang mendengar itu menjadi tercekat diam. Mereka tidak menyangka, bahwa kerinduan anaknya pada Dragon sangat besar sekali


Sebagai seorang putri raja yang dihormati, tidak pantas melakukan itu. Tapi untungnya orang yang dirindukannya itu bukan orang sembarangan


Jadi yang bisa mereka berdua lakukan hanya diam. Tidak mau membuat anaknya merajuk atau tersinggung


"Putria." Panggilan sayang Mongkut pada anaknya, pertanda ingin menunjukkan kasih sayang orang tua padanya


"Mengenai keinginan mu itu, ayah dan ibumu tidak bisa berbuat apa apa."


"Untuk saat ini, tuan muda itu bukan siapa siapa kita."


"Dia bisa datang dan pergi kapan saja dia mau, karena dia bebas melakukannya, dan tidak terikat dengan siapapun."


"Jadi ayah mohon, agar Putria bersabar serta jangan menunjukkannya pada orang lain apalagi pada kakak mu itu."


"Ayah tidak mau timbul konflik antara dia dan tuan muda itu. Karena ayah melihat kakak mu tidak begitu menyukainya."


"Jadi untuk saat ini, kau tahanlah keinginan mu itu, dan jangan lagi membicarakan tentang kerinduan mu padanya." Ucap Mongkut Rittirong menasehati


"Tapi ayah!. Anong bukan sekedar ingin menemuinya saja, tapi ingin mendapatkan kepastian, apakah makhluk yang dulu mendiami tubuh Anong ini masih ada atau tidak?"


"Jika masih ada, Anong khawatir akan mempengaruhi hidup Anong ke depannya!" Bantah Anong Achara atau Acha mencari alasan


"Apakah itu benar anak ku?. Apa yang kau rasakan saat ini?" Reaksi ayahnya terkejut


"Permaisuri ku?" Ucapnya pada Kanokwan Achara ingin mendapatkan dukungan


"Tunggu apa lagi yang mulia?. Cepat kirim utusan untuk mengabarkan ini pada tuan muda itu!"


"Aku takut putri kita kenapa kenapa!" Reaksi Kanokwan sangat khawatir


"Tidak perlu risau!. Aku sendiri yang datang menemui kalian!" Ucap seseorang yang baru datang


"Kak Draco!" Teriak Achara merasa senang


"Salam hormat yang mulia raja!" Ucap Dragon penuh hidmat, sambil menyilang kan tangan kanannya di dada


"Tuan penolong!. Jangan bersikap formal seperti itu!. Orang tua ini merasa tidak enak hati pada ayah mu." Reaksi Rittirong tulus, sambil berdiri dari tempat duduknya, dan turun untuk menemui Dragon


Tindakannya itu diikuti oleh permaisuri juga Anong Achara, putri semata wayangnya tersebut


"Ini sudah semestinya yang mulia. Anda seorang raja, sedangkan saya hanya rakyat biasa. Jadi sudah seharusnya memberikan penghormatan pada anda." Jawab Dragon bersikap merendah


"Tidak tidak!. Justru kamilah yang harus memberikan penghormatan pada anda. Karena anda adalah dewa penolong kami!"


"Jadi lain kali tidak boleh melakukan itu!"


"Mari silakan duduk, agar kita bisa leluasa ngobrol. Tapi mohon katakan, dengan siapa anda datang?" Sambut Rittirong, atau yang sering disebut juga dengan sebutan Kittirong tidak enak hati


"Kebetulan saya datang bersama dengan kedua orang tua juga adik ku."


"Sekarang mereka sedang berada di hotel, dan kemungkinan besar tengah istirahat." Jawab Dragon berterus terang


"Kenapa tuan tidak mengabari kami. Jadi kami bisa menjemput tuan di bandara?" Respon Rittirong mencoba bersikap ramah


"Oh itu tidak perlu yang mulia. Dan terima kasih atas perhatian anda pada kami." Sambut Dragon tulus


Kemudian mengalihkan perhatiannya pada putri Anong, walau hanya sekilas


Tapi dari pandangannya yang sekilas itu, Dragon bisa melihat dan merasakan, kalau putri tersebut sangat ingin bertemu dengannya

__ADS_1


Ada seberkas kerinduan yang tertahan, dan tidak bisa diutarakan pada siapapun. Dia hanya mampu memendamnya sendiri dalam hati


Tapi Dragon yang sudah menguasai ilmu tinggi, bisa melihat dan merasakan, apa yang dipendam oleh gadis didepannya itu. Namun Dragon hanya bisa diam, dan berniat menghiburnya lain kali


"Luar biasa anak ini. Sikap dan prilakunya sangat sopan pada orang lain."


"Walau dalam nya berkecamuk, tapi masih mampu ditahannya demi menjaga wibawa didepan orang lain." Batin Dragon dalam hati


***


Dua setengah jam kemudian. Dragon sudah berada di hotel bintang lima miliknya


Saat ini dia tengah melihat laporan keuangan, yang diberikan oleh manajer keuangan hotel itu


Selain Dragon, laporan itu juga dilihat oleh Erisha, sang dewi akuntan, dan di verifikasi oleh Shio Lung, serta di sahkan oleh dewa kekayaan Upasama


Dalam laporan itu menyebutkan, bahwa dalam kuartal pertama sampai kuartal kedua, telah terjadi lonjakan tingkat hunian hotel hingga 100 persen


Sementara pada kuartal ketiga, terjadi penurunan, dimana tingkat huniannya hanya mencapai 85 persen


Sedangkan kuartal keempat, terjadi lonjakan yang cukup signifikan, dimana tingkat huniannya melebihi kapasitas. Bahkan di hotel hotel lain juga begitu


Jadi praktis dalam satu tahun, hotel itu telah menyumbang kekayaan yang sangat banyak ke kocek Dragon, dan itu telah membuat Dragon menjadi orang kaya diusia yang masih relatif muda


Selama memiliki hotel itu. Dragon tidak pernah merasa rugi, karena hotel tersebut selalu digunakan oleh banyak kalangan, bahkan perwakilan negara sahabat saja menginap disitu, apalagi para turis mancanegara


Selain dua buah hotel bintang lima, Dragon juga membeli tiga buah mall, yang lokasinya sangat strategis dan selalu ramai pengunjung


Dari tiga buah mall itu saja, Dragon meraup keuntungan puluhan milyar rupiah, apalagi bila ditambah dengan dua buah hotel itu


Bukan hanya di negara tersebut, Dragon juga mempunyai empat cabang usaha di Amerika. Dua di Eropa dan tujuh di Indonesia


Dari semua usaha itu, rata rata menguntungkannya, dan jika dijumlahkan kekayaannya sudah mencapai triliunan rupiah


"Melihat laporan itu, ayah yakin bahwa kau sekarang sudah menjadi orang sukses, tidak seperti ayah dulu."


"Diusia yang masih muda, sudah menjadi seorang pengusaha. Praktisi ilmu dan kedigdayaan."


"Sedangkan ayah, seusia mu masih terlunta lunta dan belum tahu mau kemana."


"Sudah berumur 25 tahun pun masih terhina, dan berakhir satu tahun sesudahnya." Ucap Dion merasa sedih, saat mengenang masa masa kelamnya dulu


"Memangnya apa yang terjadi ayah. Apakah ayah bisa menceritakan pengalaman pahit itu pada Draco?" Sambut Dragon penasaran


"Ceritanya panjang anak ku. Ayah malu untuk menceritakannya." Jawab Dion ragu ragu, sambil melirik ke arah istrinya


Ivory yang dilrik seperti itu hanya tertunduk diam .Tapi tak lama kemudian mengangguk tanda setuju, agar Dion menceritakan kisah kelamnya itu


Mendapat persetujuan dari Ivory, Dion memutuskan untuk mengatakannya pada Dragon. Karena menurutnya sudah waktunya Dragon tahu siapa dan bagaimana Dion dulu


Setelah mengambil nafas, dan melihat putrinya tertidur lelap, Dion pun mulai bercerita


Berawal dari kisahnya di culik, sampai diselamatkan oleh seorang seorang laki laki, yang berperan sebagai musang berbulu domba, dinikahkan lalu dipaksa berpisah dengan putrinya, sampai kepada bertemu dengan Ivory istrinya yang sekarang


Selain bercerita itu, Dion juga menceritakan kisahnya waktu SD sampai kuliah dulu, serta berguru pada banyak guru olah Kanuragan juga ilmu kesaktian. Satupun tak luput dari perhatiannya


"Jadi ayah dulu hidup terlunta lunta ya, bahkan direndahkan oleh keluarga wolf itu?" Tanya Dragon merasa heran


"Benar sekali nak!. Selama satu tahun ayah hidup dibawah bayang bayang hinaan mereka."


"Di hardik, di hina dengan berbagai macam perkataan kotor, bahkan diludahi juga pernah." Jawab Dion berterus terang


"Tapi kenapa ayah tidak melawan. Sedangkan ayah dulu itu kuat, dan menguasai banyak ilmu Kanuragan juga ilmu kesaktian?"


"Kenapa ayah tidak melakukan itu?" Tanya Dragon dalam pikiran polosnya

__ADS_1


"Ayah terpaksa melakukan itu, karena ayah merasa berutang budi pada penyelamat ayah."


"Kalau tidak karena orang itu, mungkin ayah sudah mati, dan tidak akan mempunyai anak yang bernama Dragon juga Dyah Prameswari."


"Tapi bertahun setelah ayah menikah dengan ibumu ini, ayah baru tahu, bahwa yang meracuni ayah dulu itu adalah si penyelamat ayah sendiri." Jawab Dion apa adanya


"Jadi dimana istri ayah dulu, apakah dia punya anak?" Tanya Dragon tidak terduga


Blar!


Dion dan Ivory sangat terkejut mendapat pertanyaan seperti itu. Mereka tidak menyangka bahwa Dragon akan menanyakan prihal tersebut


Dalam kebingungan itu mereka malah berpandang pandangan. Masing masing ingin agar pasangannya yang menjawab


Tapi tak lama kemudian terjadi perubahan, dimana Ivory menunjukkan muka masam, dan tidak mau fokus pada cerita itu


"Jujur ayah katakan, bahwa ayah tidak punya anak dengan istri ayah dulu. Dan jangan kau tanyakan kenapa!"


"Yang jelas ayah telah mempunyai anak dari perkawinan ayah dengan ibumu itu, dan kalianlah anak tersebut." Jawab Dion tegas, dan berusaha memutus pertanyaan Dragon selanjutnya


"Kenapa kau tanyakan masalah itu anak ku?. Apakah kau ingin membuat ayah mu sedih?" Tanya Ivory menohok sekali


"Sama sekali tidak Bu. Dragon cuma ingin memastikan nya saja."


"Dragon pernah mendengar, bahwa ayah sudah pernah menikah sebelum bertemu dengan ibu, dan itu disampaikan oleh musuh Draco, yang berhasil Draco habisi waktu itu." Jawab Dragon berterus terang dan merasa tidak enak hati


"Begitulah hidup dan kehidupan anak ku. Pasang surut datang silih berganti."


"Ada kalanya bagus ada kalanya tidak. Begitu juga dengan kehidupan rumah tangga ayahmu dulu."


"Suatu saat nanti setelah kau menikah, baru kau akan tahu lika liku hidup yang sebenarnya." Ucap Ivory menasehati


"Draco bingung bu. Ada dua orang gadis yang saat ini sedang mencari perhatian Draco."


"Satu Clara dan satu lagi Anong Achara putri raja Thailand itu."


"Mana salah satu dari mereka yang harus Draco pilih."


"Kalau pilih yang di sana, disini pasti terluka."


"Kalau pilih di sini, di sana pasti kecewa."


"Apakah Draco harus pilih keduanya bu?" Ucap Dragon tanpa malu malu


"Wah!. Inikah yang namanya cinta segi tiga?" Respon Dion spontan


"Papa!. Orang lagi bingung malah dibuat bercanda!"


"Apakah papa tidak ingat bagaimana papa dulu?" Reaksi Ivory marah


"Uh maaf! maaf!. Papa hanya bercanda saja!" Ucap Dion mengaku bersalah


"Anak ku!. Akhirnya kau mengalami juga apa yang ayah alami dulu."


"Sekarang kau baru tahu, bagaimana sulitnya mengambil keputusan, apakah memilih pertama atau kedua."


"Dan satu lagi yang harus kau ingat, bahwa permasalahan tersebut tidak sesederhana yang orang lain pikirkan." Ucap Dragon melalui mata batinnya


"Ya Draco akui, bahwa ini jauh lebih sulit dari mengalahkan musuh terkuat sekalipun."


"Jadi apa yang harus Draco lakukan yah?" Balas Dragon melalui mata batinnya juga


"Untuk saat ini ayah tidak bisa membantu."


"Coba kau tanyakan pada ibumu itu. Siapa tau dia mempunyai solusinya." Jawab Dion berterus terang

__ADS_1


"Kenapa kalian malah diam?. Ayo cari solusi, agar masalah yang dihadapi oleh Draco bisa teratasi." Ucap Ivory mengejutkan mereka


__ADS_2